Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 99


__ADS_3

Daniel menatap wajah Arinda, sebelah tangannya membelai lembut wajah gadis pemilik hatinya. Sakti sesekali mencuri lihat dari kaca spion, dia terpana saat Daniel memperlakukan Arinda dengan penuh kasih sayang.


Baru kali ini gua liat tuan muda memperlakukan cewek ampe segitunya...


guman Sakti dalam hati.


Sakti terkejut saat melihat wajah gadis di pangkuan tuan mudanya, tanpa sadar dia salah menginjak pedal gas menjadi rem. Membuat mobil Daniel mengerem mendadak, mobil bodyguard di belakangnya pun membanting stir ke arah berlawanan agar tidak mengenai mobil Daniel.


“Ada apa?” kata Daniel terkejut langsung menatap ke arah Sakti, Arinda di pangkuan Daniel sempat terbangun. Matanya sangat berat dan tubuhnya terasa sangat lelah, kembali Arinda menyandarkan kepalanya di bahu dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Daniel.


“maaf tuan muda, tadi sepertinya ada kucing yang melompat” kata Sakti namun tidak di tanggapin Daniel. Dia tersenyum senang saat Arinda kembali menyandarkan kepalanya di bahu.


Daniel menatap Arinda penuh kelembutan,


“Tuan muda anda tidak apa-apa?” tanya bodyguard dengan suara keras. Daniel langsung menurunkan kaca jendela mobilnya.


Matanya menatap tajam bodyguard yang membuat keributan.


“Ma ma maaf tuan muda. Anda tidak apa-apa?” tanya bodyguard.


“tidak apa-apa” kata Daniel lalu menutup jendelanya kembali.


“Berhati-hatilah menyetir” perintah Daniel dengan memelankan suaranya.


“Baik tuan muda” kata Sakti gugup melihat gadis di pangkuan Daniel. Gadis yang sempat di rendahkan dulu olehnya.


Mamp*s gua, ni cewek kan yang ribut ama gua dan tuan muda. Sepertinya mereka ada hubungan dan gua udah buat masalah ama ni cewek kata sakti dalam hati.


Mobil Daniel memasuki pelataran apartemen Cantika. Salah seorang bodyguard turun membukakan pintu.


“Tuan muda, biar saya saja yang menggendong nona ini” kata Bodyguard yang langsung mendapat tatapan tajam dari Daniel. Tatapan yang di artikan para bodyguard berani lu megang, lu mati.


Daniel membopong Arinda dengan lembut,


“Bawakan itu” perintah Daniel pada bodyguard untuk membawakan barang-barang milik Arinda yang di serahkan Sakti.


“Baik tuan muda” kata salah satu Bodyguard.


Daniel melangkah melewati loby menuju lift apartemen, bodyguard menekan tombol lift. Setelah pintu terbuka, daniel dan bodyguard masuk kedalam lift.


“Lantai lima” kata Daniel pada bodyguard.


Sesampainya mereka di lantai lima, Daniel tidak tahu apartemen mana yang milik Cantika.


“nomor berapa tuan” tanya body guard.

__ADS_1


Daniel hanya diam dan bingung di nomor berapa apartemen milik cantika. Dewi fortuna memberi keberuntungan untuk Daniel, saat itu Cantika keluar bermaksud untuk membuang sampah melihat Daniel menggendong Arinda.


“tuan Daniel, Ariiin” panggil Cantika sedikit panik.


Daniel langsung menghampiri Cantika


“Kenapa dengan Arin, tuan Daniel” tanya Cantika mulai panik.


“Sstt, nona Arin tidak apa-apa. Dia hanya tertidur” kata bodyguard membuat Cantika tenang.


“Dimana kamarnya?” tanya Daniel datar dengan pelan.


“sebelah sini” tunjuk Cantika.


Daniel masuk ke apartemen Cantika, lalu menuju kamar Arinda. Bodyguard Daniel menunggu tuannya di ruang tamu dengan barang-barang milik Arinda masih di tangannya. Wangi harum semerbak dari parfum milik Arinda yang menenangkan tercium oleh Daniel. Kamar tampak begitu rapi dan bersih, Cantika membantu Daniel membuka selimut. Dengan hati-hati Daniel menidurkan Arinda di tempat tidur,


“Bisakah saya minta segelas Air?” tanya Daniel pada Cantika.


“Sebentar tuan Daniel” Cantika keluar dari kamar Arinda untuk mengambilkan minuman buat Daniel.


Daniel menyelimuti Arinda, membelai lembut pipinya dengan punggung jarinya. Perlahan-lahan dia mengecup bibir Arinda dengan lembut


“Selamat malam, pencuri hati yang mencairkan kebekuan di hatiku. Ketika kita bertemu di alam mimpi, itu akan menjadi hal terindah bagiku, selamat tidur bidadari surgaku”


Daniel kembali mengecup bibir Arinda dengan lembut dan hal itu di saksikan langsung oleh Cantika tanpa sepengetahuannya. Cantika langsung buru-buru ke ruang tv menunggu Daniel di sana.


“ silahkan di minum tuan Daniel” kata Cantika memberikan segelas air putih pada Daniel.


“Terima kasih” kata Daniel datar.


“maaf sudah merepotkan anda”


“tidak apa-apa, aku perhatikan Arin terlihat sangat lelah”


“ Memang benar tuan Daniel, beberapa hari ini begitu banyak pekerjaan hingga membuat kami semua bergadang. Karena itu sebabnya Arin terlihat sangat lelah” jelas Cantika.


Bodyguard Daniel datang menghampiri lalu menyerahkan barang-barang milik Arinda pada Cantika.


“Baiklah, kami permisi dulu” kata Daniel keluar dari apartemen Cantika.


“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih tuan Daniel” kata Cantika mengantar Daniel dan bodyguardnya sampai ke pintu.


Daniel dan bodyguardnya menuju lift lalu turun ke loby apartemen dimana mobil miliknya menunggu di sana.


Cantika masih teringat dengan adegan saat Daniel mengecup bibir Arinda

__ADS_1


Ternyata Tuan Daniel serius mencintai dan menyayangi Arin, tapi Arin masih saja menolaknya. Seberapa dalam luka yang di terima Arin hingga dia takut untuk menerima cinta Tuan Daniel.... Hah... Semoga Arin secepatnya menyadari jika tuan Daniel tulus mencintainya kata Cantika dalam hati.


***


Sayup-sayup terdengar Azan subuh berkumandang membangunkan seluruh penghuni bumi untuk bersujud pada sang pemilik kehidupan. Alarm dari ponsel Arinda membangunkannya dari tidur, memaksa keluar dari alam mimpinya.


Arinda melakukan sedikit peregangan menatap sekeliling ruangannya. Dia baru tersadar jika dia sudah berada di apartemen milik Cantika,


Loh kok gue udah nyampe di apartemen, bukannya kemarin gue masih di ruangannya tu tuan muda... Kata Arinda dalam hati.


Tangan Arinda menyentuh sebuah Jas pria yang merupakan milik Daniel, masih tercium oleh Arinda wangi parfum Daniel yang menenangkan.


Dia menatap jas milik Daniel hingga tidak menyadari kedatangan Cantika yang sudah duduk di samping ranjangnya.


“hei... Pagi-pagi udah bengong aja” cantika menjentikkan jarinya di hadapan wajah Arinda


“Eh mbak tika... Kapan mbak ada di sini?” Arinda gugup.


“Ya Aampuun Rin, kamu masih belum bangun? Dari tadi loh mbak manggilin kamu, kamunya malah bengong liatin jas” Cantika tersenyum melihat pipi Arinda bersemu merah.


“Maaf mbak, Arin bengong. Seingat Arin masih di ruangan tuan Daniel, bangun-bangun malah udah di tempat tidur”


“ Semalam tuan Daniel gendong kamu ampe sini. Kamu kelihatan capek banget, jadi tuan Daniel nggak tega buat bangunin kamu”


“Ooo” kata Arinda, Cantika dapat melihat ada keraguan di wajah Arinda.


“Rin , sebaiknya kamu jujur sama mbak. Kamu juga suka kan sama tuan Daniel?” tanya Cantika membuat Arinda menatapnya.


“ Arin.... Arin... Arin nggak tahu mbak. Arin merasa damai dan tenang saat ada di dekatnya, tapi Arin merasa sangat takut mbak” Arinda tampak sedih.


“Apa yang kamu takutkan Rin?”


“perbedaan kami sangat jauh mbak, seperti langit dan bumi. Tuan Daniel orang terpandang dengan reputasi yang baik, Arin nggak mau gara-gara masa lalu Arin yang dulu membuat nama baik keluarga Arsenio hancur” kata Arinda tampak sedih.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2