Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 145


__ADS_3

Daniel tersenyum smirk membuat Arvin berpikir jika dia telah membuat kesalahan menantang seorang Daniel Arsenio. Dia menggandeng tangan Arinda untuk turun dari panggung pelaminan.


“Dan, aku belum pernah berdansa sekalipun” bisik Arinda tampak cemas jika nantinya dia akan melakukan kesalahan dan membuat malu keluarga Arsenio.


“tenang saja, aku bersamamu” Daniel menatap mata indah Arinda, mata elang itu menghipnotisnya memberi rasa nyaman dan tenang di hatinya.


Daniel merangkul pinggang Arinda, t tangannya meletakkan tangan Arinda di pundak sebelah kanan dan tangan kirinya memegang tangan Arinda. Perlahan dan pasti Daniel berdansa bersama istrinya di iringi dengan musik lembut nan syahdu. Membuat mereka tenggelam dalam dansa yang mereka lakukan.


Aileen dan keluarga Arsenio tidak pernah menyangka, jika putranya memiliki sisi romantis dan gentle serta hebat di segala bidang. Arinda pun takjub saat mengiringi langkah daniel yang begitu luwes dan teratur.


Banyak para tamu yang memandang takjub, khusus para kaum hawa mereka meleleh saat mereka melihat Daniel memperlakukan Arinda dengan lembut dan kasih sayang.


“oooooh....akika juga mau seperti Arin. Aa Arvin yuk kita juga turun dansa seperti mereka” Ajak Maya pada Arvin yang memilih langka seribu menghindarinya.


“eh, aa arvin kemana. Iih si aa hima layang mulu” Maya tampak kesal, matanya lalu melihat sosok Sean yang duduk di samping Davira. Merasakan sebuah ancaman bahaya, Sean segera mengajak Davira untuk ikut berdansa dengannya.


“vira, mau temenin kak Sean dansa ngga?” tanya Sean berharap jika Davira menyetujuinya. Davira mengangguk setuju dia lalu meraih tangan Sean segera turun ke lantai dansa bersama.


“isss semuanya jahara deh. Akika jadi sedih ni” drama Maya, Tasya menghampirinya dan mengajaknya berdansa. Acara pun berlanjut dengan pelemparan buket bunga pengantin, semua para gadis berkumpul di bawah panggung, Arinda dan Daniel memegang buket bunga bersama-sama lalu melemparkannya.


Buket bunga melayang di udara dan jatuh tepat di tangan Ansel yang tengah sibuk berbicara dengan salah satu kolega bisnis Daniel. Semua gadis termasuk Cantika menatap ke arah Ansel yang membalas menatap mereka dengan kebingungan, keluarga Arsenio tersenyum senang. Ansel menatap buket bunga di pegangnya lalu menatap Cantika, dia lalu menyerahkan buket bunga itu pada wanita yang di sayanginya. Cantika dengan malu-malu mengambil bunga yang di serahkan Asnesl padanya.


Semua gadis tampak sedih dan ada juga yang bertepuk tangan senang. Arinda tersenyum manis pada Cantika dan Ansel. Semua keluarga dan tamu undangan menikmati acara pesta yang berakhir hingga pukul sebelas malam. Daniel berbisik pada Ansel untuk meminta bantuan Cantika dan Maya mengambil koper milik Arinda dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. Maya lalu melakukan perintah Daniel, sementara Cantika mengajak Arinda untuk berganti pakaiannya.


“kok, ganti pakaian lagi mbak? Bukannya acara udah selesai?” Arinda menuruti Cantika dengan mengganti dress yang sudah di persiapkan untuknya.


“mbak juga nggak tahu Rin, Cuma tuan Daniel tadi pesan sama mbak buat nyuruh kamu buat pake baju yang nyaman ama kamu” Cantika memasang resleting dress lengan panjang Arinda.


“ayo semua orang menunggu” Ajak Cantika lalu menggandeng tangan Arinda dengan wajah kebingungan.


Di ruang ball room seluruh keluarga berkumpul duduk di satu meja, mereka bersenda gurau bersama. Ifan ikut membaur dan tampak sangat senang, matanya melihat ke arah Arinda ang baru kembali bersama Cantika. Dia berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kakaknya,


“mbak...” Ifan tersenyum pada Arinda,

__ADS_1


“ada apa fan? Sepertinya ada hal yang ingin kamu bicarakan?” Arinda menatap lekat mata adiknya.


“Ifan hanya ingin bersama sebentar lagi, kita akan sulit bertemu. Mbak tahu kalo Ifan akan sangat jarang bisa bertemu dengan mbak nantinya” Ifan merangkul pundak Arinda,


Arinda mengacak-acak rambut Ifan yang bergaya militer, mereka tertawa bersamaan. Daniel menatap jam tangan mewah di pergelangan tangannya,


Sudah saatnya.... Daniel segera bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Arinda dan Ifan.


“sayang, sudah saatnya kita pergi” Daniel menggandeng tangan Arinda.


“pergi? Kita akan pergi kemana?” Arinda semakin kebingungan. Daniel tersenyum misterius dan tidak menjawab pertanyaan Arinda.


“kalo gitu, mbak Ifan juga akan pamit sama mbak dan bang Daniel, sudah saatnya Ifan kembali ke markas militer” pamit Ifan,


“kok cepat banget sih Fan? Padahal mbak masih kangen ama kamu” Arinda menggenggam tangan Ifan.


“lain waktu saat Ifan bebas tugas, Ifan akan main ke penthouse mbak. Udah sana kasian bang Daniel nungguin mbak” Ifan mendorong lembut Arinda pada Daniel.


“aaamiiin ya Allah” jawab mereka serempak, Daniel mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda berbisik padanya,


“aku juga berharap secepatnya akan ada anak yang memanggilku daddy” bisik Daniel pada Arinda, wajahnya kembali merona merah. Ansel menghampiri Daniel,


“tuan muda, semuanya sudah siap” Ansel memberitahu Daniel.


“sayang sudah saatnya kita pergi” Daniel mengajak Arinda untuk berpamitan dengan keluarga Arsenio.


“my, Dan dan Arin berangkat dulu” pamit Daniel.


“kamu hati-hati ya sayang, jaga menantu mommy” pesan Aileen pada Daniel.


“mom, Arin berangkat dulu” Arinda memeluk Aileen,


“sayang di koper kamu mommy udah memasukkan beberapa jamu dan ramuan herbal buat kamu. Jangan lupa di pakai ya” pesan Aileen berbisik pada Arinda yang makin tidak mengerti dengan pesan ibu mertuanya.

__ADS_1


Arinda pun berpamitan dengan oma Ayu dan yang lainnya, dia juga berpamitan pada Maya dan Cantika.


“semoga sukses ya” Maya akan memeluk Arinda langsung di cegah Daniel dengan menarik Arinda.


“my Idol... cemburuan banget sih” protes Maya, Daniel tidak menghiraukan protes Maya. Dia lalu menggandeng tangan Arinda menuju mobil yang sudah terparkir di pelataran hotel.


Saat mereka keluar dari hotel Vern De international, sudah banyak awak media yang menunggu di depan hotel. Hujanan lampu blist dan ramainya suara kamera profesional juga kamera yang merekam moment Arinda dan Daniel keluar dari hotel Vern De.


Banyak fans Daniel yang menanti idolanya keluar di sepanjang jalan masuk dan keluar hotel Vern De International. Mereka sangat bahagia serta baper saat melihat akad nikah Daniel dan Arinda, mereka meleleh saat Daniel mengucapkan janjinya di hadapan seluruh dunia.


Arinda terkejut saat melihat antusias Fans Daniel yang ternyata mendukung mereka dengan tulus, perwakilan keluarga Arsenio menemui para awak media dan para fans untuk menenangkan mereka. sementara itu, para bodyguard mengamankan jalan untuk membiarkan mobil mewah Daniel menuju bandara.


Keluarga Arsenio dan para sahabat mengantar kepergian mereka dan melambaikan tangan pada Arinda dan Daniel yang duduk di kursi penumpang. Daniel merangkul Arinda menariknya untuk berada di dekatnya terus. Mobil mewah Daniel membelah kerumunan massa yang berkumpul di depan hotel Vern de International.


“Dan, sebenarnya kita akan kemana?” Arinda menatap pemandangan di luar jendela mobil yang gelap gulita.


Sakti membawa mobil dengan kecepatan sedang, di belakang mobil mereka mobil para bodyguard mengawal mereka menuju bandara dengan aman.


“ini adalah hadiah kejutan untuk mu, jadi nikmati saja perjalanan kita” Daniel sengaja merahasiakan tujuan bulan madu mereka. Dia ingin membuat bulan madu ini berkesan bagi Arinda yang tampak cemberut.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2