Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 221


__ADS_3

Arinda melangkahkan kakinya masuk ke sebuah cafe, dengan menenteng tas laptop di tangan kanannya. Kedatangan Arinda menjadi pusat perhatian bagi pengunjung di sana, para kaum Adam terpana dan berdecak kagum melihatnya.


Para kaum Hawa mulai bergosip baik itu positif atau pun negatif, hal itu tidak di gubris Arinda. Dia duduk di dekat jendela menanti seseorang, seorang waiter menghampiri Arinda dengan memberikan buku menu padanya.


“Selamat Datang mbak di cafe Laluana, silahkan ini daftar menunya. Mbak mau pesan apa?” waiter perempuan itu dengan ramah menyambut Arinda. Dia menerima dan melihat-lihat daftar menu, Arinda sejenak mengikat rambutnya dengan tangan lalu mengesampingkan rambutnya ke sisi bahu kanannya.


Wajah waiter itu merona merah saat melihat leher putih Arinda, beberapa jejak kemerahan ada di balik rambut yang semula menutupinya.


“Aku pesan...” Arinda terdiam saat melihat wajah waiter itu yang merona.


“Ada apa?” tanya Arinda melihat wajah waiter itu merona merah. Waiter perempuan itu setengah membungkuk berbisik pada Arinda.


“Maaf mbak, tapi itu di belakang leher mbak bekas merahnya nggak tertutup sempurna” waiter itu kembali berdiri di samping Arinda yang terkejut.


Dia langsung mengembalikan rambutnya untuk menutupi jejak yang di tinggalkan Daniel, wajahnya ikut merona merah saat di beri tahu oleh Waiter itu. Merasa sangat malu karena ulah suaminya yang sengaja meninggalkan bekas kemerahan.


Arinda tersenyum canggung dan segera memesan minum yang di inginkannya. dia begitu malu dan sungkan pada waiter itu, mata cantik Arinda menatap ke arah pintu melihat ke arah Cantika yang baru datang bersama klien mereka.


Arinda melambaikan tangannya ke arah Cantika yang tersenyum segera menghampiri meja Arinda.


Para kaum hawa pengunjung cafe itu mulai ribut saat melihat Cantika datang bersama pria tampan dan berbadan atletis. Setelan jas yang di pakai pria itu membuatnya terlihat sempurna.


“sorry Rin, lama ya?” Tanya Cantika yang langsung cipika dan cipiki dengan Arinda. Klien pria yang tidak lain adalah Evan termenung melihat Arinda,


Gadis ini... bukankah gadis ini yang bertemu dengan ku di rumah sakit saat itu guman Evan tersenyum senang menatap Arinda yang masih berbicara dengan Cantika.


Akhirnya kita bertemu kembali, kali ini aku akan meminta nomornya. Kesempatan kali ini tidak akan aku sia-siakan, guman Evan kembali.


“o ya Rin...” Cantika akan mengenalkan Arinda dengan Evan yang langsung di Potong olehnya dan menyapa langsung Arinda.


“nona Anindira?” Evan tersenyum dan memanggil nama belakang yang di sengaja Arinda berikan pada orang yang tidak di kenalnya.


Arinda menatap bingung Evan yang memanggil nama belakangnya, dia merasa tidak pernah bertemu atau mengenal Evan.


“tuan Evan kenal dengan Arinda?” Tanya Cantika.


“Arinda... bukannya nama nona ini Anindira?” tanya Evan balik pada Cantika. Arinda tampak bingung, Evan menyadari hal itu lalu mengingatkan Arinda dengan pertemuan mereka di rumah sakit.

__ADS_1


Arinda teringat dengan pria yang tidak sengaja menabraknya, Evan kembali mengucapkan maaf karena tidak sengaja menabraknya.


Mereka bertiga lalu duduk di meja yang sudah di pesan Arinda, waiter pun datang dengan membawa buku menu untuk Cantika dan Evan.


Setelah memesan makanan dan minuman, Cantika kembali memperkenalkan Arinda pada Evan yang mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengannya.


“jadi Arinda memberi tahu anda namanya Anindira?” tanya Cantika sambil tersenyum pada Arinda,


“benar nona Cantika, itulah sebabnya saya memanggil nona Arinda dengan Anindira” ujar Evan menatap Arinda dengan tatapan yang berbeda.


“Maafkan saya tuan Evan, itu kebiasaan saya memberi tahu nama belakang saya pada orang yang baru di kenal” jelas Arinda.


“kalo begitu saya akan memperkenalkan kembali Arinda pada Anda tuan Evan, perkenalkan ini event manager Pearl stars Arinda Anindira anda bisa memanggilnya Arinda. Arin ini tuan Evan yang ingin menggunakan jasa kita” Cantika kembali memperkenalkan Arinda pada Evan.


“Senang bisa berkenalan dengan anda nona Arinda” ujar Evan sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Arinda.


“Baiklah kita mulai saja meetingnya” ucap Cantika yang langsung di angguki Arinda.


“tuan Evan...” belum selesai Arinda berbicara Evan langsung memotong ucapannya.


“jangan panggil tuan. Panggil saja Evan” ujar Evan menolak di panggil tuan oleh Arinda.


Dengan cermat dan teliti Arinda menerangkan susunan acara juga dekorasi sesuai dengan keinginan Evan. Arinda menjelaskan dengan rinci, dalam hati Evan dia terkagum melihat hasil konsep acara pesta yang di rancang begitu sempurna.


Tidak hanya cantik dan pintar, hasil pekerjaannya juga bagus. aku semakin menyukainya puji Evan dalam hati.


Evan terus menerus menatap Arinda yang masih menjelaskan beberapa poin acara pesta pembukaan perusahaan Evan yang baru. matanya sama sekali tidak berpaling dari Arinda yang serius menjelaskan poin-poin acara pesta.


Setengah jam sudah berlalu, Evan sangat menyukai konsep pesta yang di rancang Arinda. Dia juga merequest lokasi pesta di adakan di perusahaan baru miliknya.


“Baiklah tuan eh maksud saya Evan, secepatnya saya dan team saya akan mengatur acara pesta pembukaan perusahaan anda. InsyaAllah semua persiapannya akan rampung sebelum hari H” jelas Arinda kembali.


“aku percayakan segala sesuatunya padamu Arinda” ujar Evan membuat Arinda dan Cantika termangu.


“oh maaf jika kamu tidak senang aku memanggil namamu begitu saja. Aku hanya ingin menjalin pertemanan denganmu dan Cantika” ujar Evan memberi alasan.


Cantika dan Arinda merasa sedikit canggung merasa tidak begitu dekat dengan Evan. Namun, klien adalah raja, mereka harus profesional dan di tuntut fleksibel dalam pekerjaan.

__ADS_1


***


Perusahaan Arebeon Corp.


Suasana hati Daniel semakin tidak karuan, baru saja dia tiba di perusahaan. Sekretarisnya melaporkan adanya kerusakan dalam sistem komputer di seluruh lantai perusahaannya akibat virus baru yang menyerang software utama perusahaannya.


Ada seseorang yang ingin meretas data milik perusahaan Arebeon dan menanamkan virus untuk merusak sistem komputernya. Para IT perusahaan Arebeon, bekerja mati-matian untuk memulihkan sistem perusahaan. Ansel tampak sangat sibuk menerima laporan dari setiap departemen di perusahaan Arebeon.


“tuan muda” Ansel yang akan melaporkan kondisi terbaru seketika terdiam saat Daniel mengode kepadanya. Sebelah tangannya memegang ponsel yang sedang terhubung pada seseorang yang tidak lain adalah Yuda.


“bagaimana yuda?”


“semua udah beres bang, gua udah ngirim data dan Antibodinya”


“bagus, aku sudah mentransfer bonus untukmu”


“thanks bang”


Daniel mengakhiri pembicaraannya dengan Yuda, dia membuka paket yang di kirim Yuda melalui e-mail.


“Sel, Suruh IT Arebeon ke ruangan ku sekarang” perintah Daniel yang masih mengotak-atik laptopnya.


“baik tuan muda” Ansel segera menghubungi IT Arebeon segera bergegas menuju ruangan CEO. Daniel segera menyerahkan data dan Antibodi yang di rancang oleh Yuda juga dirinya, setelah itu IT Arebeon segera ke server utama milik Arebeon hanya dalam hitungan beberapa menit saja, sistem di perusahaan Daniel kembali membaik dan di proteksi dengan keamanan tingkat lebih tinggi.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2