
Arinda mendapat kabar jika oma Ayu sudah di temukan segera datang ke rumah sakit di temani Maya dan Cantika. Mereka bertiga berjalan menuju lift di ikuti para body guard yang menjaga Arinda.
“akhirnya my Bunny, akika happy oma Ayu ketemu” Maya membantu Arinda membawa makanan dan juga buah sambil menunggu lift.
“Alhamdulillah May, aku juga senang banget” Cantika ikut berkomentar.
“ya iyalah lu senang, secara lekong lu nggak bakalan lembur lagi” goda Maya.
“hehehehe.... tau aja kamu May” Cantika cengengesan.
“o ya Rin, tu para body guard lu. Bakalan ngintilin lu mulu?” Maya menunjuk ke arah body guard dengan bibirnya yang di manyunkan.
‘o iya gue lupa, (balik badan langsung menghampiri body guard) kalian tunggu di bawah saja. Kita ada di rumah sakit nggak akan ada bahaya” perintah Arinda.
“ baik nona” para body guard menunggu di loby sekaligus beristirahat. Arinda sengaja menyuruh mereka untuk beristirahat dan sambil makan karena mereka sudah seharian menjaganya.
Ting...
Pintu lift terbuka, mereka bertiga masuk ke dalam lift lalu menekan tombol menuju lantai tempat oma Ayu di rawat.
“my bunny, kok muka lu kayak pakaian yang blom di strika. Napa sih? Apa lu nggak senang ketemu oma?” Maya heran melihat wajah Arinda yang tertekuk.
“ bukan May, gue bad mood aja ma idola lu. Padahal gue nggak kemana-mana, bisa-bisanya dia nyuruh body guard se abrek itu jagain gue” keluh Arinda.
“ya di nikmati aja lagi Rin, kan bagus kamu jadi ada yang jagain terus” Cantika memaklumi sikap Daniel.
“ kalo hanya satu ato dua orang body guard sih aku masih nggak masalah mbak. Ini udah lima belas orang body guard yang jagain aku, udah kayak putri raja aja aku nya mbak” keluh Arinda.
“aduuuuh my bunny, lu itu kan istrinya sultan. Masak iya istri sultan hanya di kawal ama satu body guard, nggak mungkin keles (Maya tampak berpikir sebentar) tapi kalo 15 body guard buat jagain lu keterlaluan juga sih” Maya menatap angka lift di atas pintu lift yang masih menunjuk ke arah atas.
“bener kan?!! Emang lu punya idola bikin gue pusing” bibir Arinda manyun kedepan.
“ maksud akika 15 body guard itu kurang lagi buat jagain lu” goda Maya yang langsung mendapat tatapan maut padanya. Maya mengangkat dua jarinya dan mengatakan ‘peace’.
Ting....
Pintu lift terbuka, mereka bertiga keluar dari lift.
__ADS_1
“o ya BTW buss way Tika, lu kapan merit ama Ansel? Lu ama si Ansel kan udah lama juga deketnya?” Maya kepo tingkat dewa.
“eh iya bener, kapan hubungan mbak sama tuan Ansel jadi resminya nih. Aku nggak sabar buat ngatur nikahan mbak” Arinda tampak antusias.
“aku sih mau nya secepatnya, tapi kalian kan tahu kalo mami dan papi aku masih di luar negeri. Ansel juga masih banyak pekerjaan dan...” perkataan Cantika terhenti saat melihat pemandangan di depan mereka.
“kenapa diam mbak?” Arinda menoleh ke arah Cantika, begitu juga Maya.
“kayaknya ni rumah sakit ada jin nya deh, liat ajja sekarang Cantika udah kerasukan jin gagu gitu” maya dan Arinda salin berpandangan.
Cantika kesal dengan komentar Maya, langsung mengarahkan wajah Arinda dan Maya ke arah yang membuatnya terdiam.
“OMG....” pekik Maya termangu melihat Daniel, Darren , Arvin dan Ansel sedang berdiri berjejer di samping pintu kamar oma Ayu. Tangan mereka memegang kuping dengan kaki terangkat salah satunya.
Arinda ikut termenung saat melihat pemandangan itu, mereka berempat yang mendengar pekikan Maya segera berdiri dengan sikap biasa saja. Maya, Arinda dan Cantika tampak menahan tawanya, mereka tersenyum-senyum melihat mereka berempat melakukan tindakan yang di lakukan saat mereka masih sekolah.
Keterkejutan Maya terdengar hingga ke dalam kamar oma Ayu dan terdengar oleh Aileen dan yang lainnya. Michael akan berdiri untuk melihat apa yang terjadi, namun di cegah oleh Aileen,
“biar mommy aja yang lihat Dad” Aileen membuka pintu mendapati Daniel dan yang lain berhenti melakukan apa yang di suruh olehnya.
“Apa mommy menyuruh kalian berhenti?” bentak Aileen membuat ke empat pria dewasa kembali ke posisi semula, tanpa mengangkat kaki dan menjewer kuping mereka.
“tan...tan...tan... jangan di sebar, bisa hancur pamor Arvin tan” Arvin sangat menjaga pamornya.
“my, kami nggak mungkin melakukannya di depan istri Dan” Daniel dengan wajah datar menatap Arinda yang baru saja datang.
“Ariin sayang, kamu udah datang. Ayo ajak Cantika dan Maya masuk ke ruangan oma, mommy masih harus memberi pelajaran pada mereka berempat” Aileen masih terlihat sangat kesal.
“baik my” Arinda mengajak Maya dan Cantika, dia merasa sangat kasihan dengan suaminya yang tersiksa mendengar omelan dan hukuman Aileen. Mereka bertiga bergegas masuk ke dalam ruang perawatan oma Ayu.
“assalamualaikum” sapa Arinda pada, Michael, Amanda dan Davira.
“waalaikum salam” mereka membalas serempak salam Arinda.
Mereka bertiga masuk, lalu melihat oma Ayu yang masih tertidur. Arinda duduk di samping Davira, lalu bertanya pada Michael perihal oma Ayu. Sean sudah sedari tadi pergi dari ruangan oma Ayu karena ada pasien yang harus mendapat penanganan secara serius. Akhirnya, Michael menjelaskan sesuai dengan penjelasan yang sudah di jelaskan Sean sebelumnya.
“dad, kenapa Dan, kak Darren, Ansel dan Arvin bisa seperti itu?” Arinda penasaran dengan apa yang terjadi pada Daniel cs.
__ADS_1
“mereka berempat sedang di hukum mommy kak” kata Davira memberi tahu.
“di hukum gi mana sih cin? Kayak sekolahan aja di hukum segala” Maya ikut berkomentar.
“itu penyebabnya permasalahan saat sarapan pagi tadi, ternyata sikap Darren yang ketus dan menyebalkan itu hanya sandiwara dan bagian rencana mereka untuk... (Amanda merasa tidak enak dengan Michael) itu...jadi mommy menghukum mereka” jelas Amanda dengan memberi kode pada Arinda yang mengerti dengan maksud Amanda.
Pintu kamar oma Ayu terbuka, Aileen masuk dengan mengomel tanpa jeda. Omelan Aileen terhenti melihat kedua menantu dan teman Arinda menatap ke arahnya.
“aduuh tan, tinta emosi. Tu liat kerutannya mulai kelihatan” Maya segera memperingatkan Aileen yang langsung meraih tasnya mencari sesuatu.
“mommy nyari apa?” Tanya Michael heran melihat istrinya. Aileen menemukan benda yang dibutuhkannya yakni bedak dengan kaca di dalamnya. Dia segera memeriksa setiap sudut di wajahnya, benar kata Maya ada beberapa kerutan yang terlihat karena emosinya.
Michael tersenyum melihat tingkah istrinya, dia bersyukur karena Aileen bisa mengendalikan emosi dan ketakutannya. Dia merasa tenang Aileen sudah kembali ceria,
“my... daddy akan selalu mencintai dan menyayangi mommy walaupun rambut mommy sudah memutih dan kerutan di wajah itu. Daddy mencintai dan menyayangi kepribadian juga hatti mommy” tanpa malu-malu Michael memeluk dan mencium pipi Aileen di depan Davira dan yang lainnya.
“oooo so sweet” Cantika terlihat baper dengan perlakuan Michael pada Aileen.
“sekarang aku tahu dari mana sikap romantis Dan juga kak Darren” bisik Arinda yang terdengar oleh Amanda.
“benar Rin, like father like son” Amanda ikut menimpali komentar Arinda dengan tersenyum senang.
“aduuh daddy, maluuu” Aileen memukul lembut dada bidang Michael. Davira langsung bertingkah dengan menutupi matanya.
“aduuuh... mom, da, kasihani jiwa Vira yang masih menjomblo ini” Davira menutupi matanya dengan kedua tangan.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...