Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 141


__ADS_3

Acara pun berlanjut dengan penyematan cincin pernikahan, kembali Arinda di buat terkejut saat melihat cincin yang akan di sematkan di jari manisnya.


Cincin itu... jadi dia...


Arinda menatap ke arah Daniel yang tersenyum nakal ke arahnya.


Daniel meraih tangan kiri Arinda menyematkan cincin bertatahkan berlian di jari manisnya. Seluruh keluarga dan tamu undangan bertepuk tangan saat cincin itu tersemat di jari manisnya. Arinda meraih cincin lalu menyematkan di jari manis tangan kiri Daniel.


Arinda meraih tangan kanan Daniel dengan penuh khusyuk ia mencium tangan pria yang sudah sah menjadi imamnya, suara kamera dan lampu blist Menghiasi setiap proses yang berlangsung. Tangan daniel menyentuh dan membelai lembut kepalanya.


Dengan penuh kasih sayang dan cinta Daniel mengecup kening Arinda, membuat semua yang hadir bertepuk tangan dan meneteskan air mata. Aileen menyeka air mata terharu melihat putra Keduanya mempersunting perempuan yang dia yakin akan ketulusan cintanya. Oma Ayu juga ikut terharu, mata tuanya tampak berkaca-kaca bahagia.


Setelah serangkaian acara selesai, keluarga Arsenio menghampiri pengantin Baru,


“sayang....welcome to the family “ Aileen memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Arinda yang tersenyum manis padanya.


“makasih nyonya” Arinda yang masih terbiasa memanggil Aileen nyonya.


“loh kok masih manggil nyonya, panggil mommy sayang” Aileen protes pada Arinda.


“maaf nyo eh mommy” Arinda segera meralat panggilannya pada Aileen. Semua keluarga dan sahabat tersenyum melihat Arinda dengan kecanggungannya.


“tidak apa-apa sayang sebentar lagi kamu juga akan terbiasa” Aileen tersenyum dan membelai lembut wajah cantik menantunya.


“selamat ya sayang, mommy bangga padamu” Aileen memeluk putra keduanya. Dia akhirnya senang melihat Daniel bisa melepaskan masa lalunya dan membuka lembaran baru bersama Arinda.


“terima kasih mommy” Daniel mencium tangan dan memeluk erat Aileen. Michael menghampiri Arinda,


“selamat datang di keluarga kami” Michael mengucapkan selamat sambil memeluk dan mencium pucuk kepala Arinda yang sudah di anggapnya sebagai putri kandungnya.


“terima kasih tu eh dad daddy” Arinda hampir saja melakukan kesalahan yang lain. Michael tersenyum lembut padanya lalu dia beralih pada pada putra keduanya Daniel mengucapkan selamat dan memeluknya dengan erat.


“selamat ya Arin, aku turut bahagia untuk kalian berdua” Amanda mengucapkan selamat dengan tulus.


“makasih kak” Arinda memeluk Amanda, sambil cipika-cipiki dengannya. Dareen mengucapkan selamat pada Daniel dan memeluknya erat, dia sangat bangga pada adiknya. Begitu dengan Arvin, Sean dan Ansel yang mengucapkan selamat pada Daniel sahabat mereka.


“kak Amanda, gantian dong Davira juga mo ngucapin selamat buat kak Arin” protes Davira membuat semua tersenyum melihat tingkah Davira. Dia langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Arinda.

__ADS_1


“aku senang banget akhirnya kak Arin jadi kakakku juga” Davira kembali memeluk Arinda. Ifan berdiri di samping kakaknya,


“buk..buk... gantian. Aku juga mo ucapin selamat buat mbak ku” Ifan menepuk pundak Davira memanggilnya dengan kata ibu.


“ibu ibu enak aja manggil ibu. Emang tampang ku ibu-ibu apa?” Sewot Davira pada Ifan, semua yang hadir di sana tersenyum melihat tingkah Ifan dan Davira.


Setelah Davira melepaskan pelukannya, Ifan berdiri di hadapan kakaknya yang tersenyum manis.


“mbak, selamat ya semoga pernikahan mbak SaMaWa, dan ini buat mbak” ifan memberikan sebuah kotak persegi empat beludru pada Arinda.


“apa ini Fan?” Arinda membuka kotak itu dan termangu melihat isi kotak itu.


“ini...” mata Arinda berkaca-kaca saat melihat isi kotak yang tak lain adalah sebuah gelang emas miliknya terpaksa dia jual agar adiknya bisa meraih cita-citanya.


“maaf mbak, Ifan hanya bisa memberikan ini pada mbak. Ifan tahu ini adalah gelang emas yang mbak beli dari gaji pertama mbak, dan dari gaji pertama Ifan kembali membeli gelang ini kembali buat mbak” Ifan sedikit malu dengan pemberiannya yang tidak seberapa di banding pemberian Daniel.


“Fan, ini adalah hadiah yang paling berharga buat mbak. Makasih ya Fan” Arinda memeluk adiknya lalu dengan sedikit berjinjit mengecup kening adiknya, Ifan memasangkan gelang itu di pergelangan tangannya.


Daniel menghampiri Arinda dan Ifan, dia berdiri di samping Arinda sambil merangkul pinggang langsingnya. Mata Arinda beralih pada Daniel yang berdiri di sampingnya,


“woi, liat sikon dong, di sini banyak para jomblo. Ntar aja mesra-mesraannya di kamar” protes Arvin, membuat semua orang tertawa mendengar perkataannya.


“tenang Aa Arvin, kan ada akika yang nemenin” Maya ikut berkomenttar


“astagfirullah, lebih baik lu temenin Sean aja” Arvin segera menghindari Maya dengan berpindah tempat di samping Ansel yang berdiri bersama Cantika.


“iss si Aa mo kemindang, sini akika temenin” Maya mengejar Arvin yang terus menghindarinya.


“May,” panggil Cantika membuat Maya cemberut lalu berdiri di sampinya.


Oma ayu menghampiri Arinda, lalu memeluknya dengan penuh kehangatan,


“terima kasih, oma sangat bahagia untuk mu sayang” oma Ayu memeluk dan mencium kening Arinda.


“terima kasih juga Oma dan keluarga mau menerima Arin dengan segala kekurangan Arin” Arinda memeluk oma Ayu kembali, lalu melepas pelukan dengan perlahan.


Tasya menghampiri Arinda dan memeluknya, dia lalu perlahan melepaskan pelukannya,

__ADS_1


“sorry ya Rin, gue jadi ikut-ikut buat bohongin lu. Gue melakukan ini semata-mata hanya ingin menolong oma dan Sahabat gue ini, jangan pernah berpikir buruk tentang mereka. Keluarga ini sangat tulus dan sayang sama lu” Tasya tersenyum pada Arinda,


“terima kasih Tasya, berkat kamu aku juga menyadari jika hati tidak akan bisa di bohongi bagaimana pun caranya. Awalnya aku berharap Dan, akan menemukan perempuan yang lebih baik dariku, ternyata aku salah. Hati itu tidak bisa di paksakan, akan semakin banyak orang yang terluka jika aku terus keras kepala” Arinda menyadari betapa besar kasih sayang keluarga Arsenio padanya.


“gue ucapkan selamat buat lu. Semoga pernikahan lu SaMaWa hingga maut memisahkan” doa tulus Tasya pada Arinda,


“aamiin, makasih ya Tasya” Arinda kembali memeluk Tasya.


“o ya Aldo mana?” tanya Tasya.


“Aldo? Kenapa Aldo juga harus di sini?”


Pria yang di bicarakan Tasya dan Arinda pun muncul, Aldo datang menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat pada sahabatnya. Dengan sebuah hadiah di tangannya,


“hi Rin, congrats ya” sapa Aldo pada Arinda, dia lalu memeluknya. Api kecemburuan langsung terlihat di mata Daniel, secepat kilat kini dia sudah berada di belakang istrinya. Dia segera menarik pinggang Arinda dan memeluknya dari belakang dengan posesifnya. Aldo hanya tertawa melihat tingkah suami sahabatnya.


“tuan Dan...”Arinda menatap Daniel yang kini dalam mode cemburu dan semakin kesal saat Arinda masih memanggilnya “tuan”.


“kamu panggil aku apa?” Daniel menatap lekat mata Arinda terlihat kebingungan. Aldo tersenyum melihat mereka,


“Rin, ini untuk lu” Aldo memberikan sebuah kotak persegi panjang. Daniel kembali mempererat pelukannya pada Arinda, membuat Aldo tertawa,


“hahahaha tenanglah tuan Daniel, anda tidak perlu bersikap seperti itu. saya benar-benar tidak memiliki perasaan apa pun pada Arin kecuali hanya perasaan sebagai sahabat. Maafkan saya untuk beberapa hari yang lalu membuat anda tidak nyaman, itu murni saya lakukan hanya untuk mengetes anda saja” Aldo tersenyum melihat sikap Daniel yang posesif pada Arinda.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2