
Gadis itu penasaran, ia berjalan menyusuri jalan yang dilalui oleh Joe, hingga akhirnya rasa penasaran gadis itu terjawab. Mobil Joe berhenti saat lampu merah menyala. Merasa bahwa itu adalah kesempatan untuk dirinya membalaskan perbuatan sang pemilik mobil, ia pun segera menghampiri mobil Joe.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba, kini saatnya membalas perbuatanmu, hai Tuan!"
Ia meraih sebuah batu sebesar kepalan tangan yang ia temukan dipinggir jalan, kemudian menimpuk mobil Joe dengan batu tersebut.
Bugkh!!!
Seketika lamunan Joe buyar setelah mendengar suara keras dari luar. Sebuah benda besar menghantam body mobil mewahnya.
"Apa itu?" pekik Joe sembari menoleh kearah belakang dan memperhatikan sekelilingnya.
Ia melihat seorang gadis yang wajahnya belepotan dengan lumpur sedang menyeringai tepat di belakang mobilnya.
"Siapa gadis itu dan apa yang sedang dilakukannya?" gumam Joe.
Baru saja Joe ingin membuka pintu mobilnya, tiba-tiba lampu hijau menyala dan membuat suara klakson bersahutan dari arah belakang. Dengan terpaksa, Joe pun melajukan mobilnya kembali.
Namun, ia yakin ada sesuatu yang terjadi pada mobilnya. Joe menepi ditempat yang aman, tak jauh dari lampu merah tersebut kemudian bergegas keluar.
Betapa terkejutnya Joe ketika melihat body mobilnya penyok di bagian belakang. Ia memperhatikan sekelilingnya dan mencari keberadaan gadis yang tadi menyeringai dengan wajah kotor.
"Apa ini perbuatan gadis tadi? Huh, ada-ada saja! Dia pasti orang gila yang sedang kumat dan malangnya, kenapa aku yang jadi sasaran gadis gila itu?" gumam Joe sambil mengelus body mobilnya.
"Mencari saya, Tuan?"
__ADS_1
Suara seorang gadis terdengar dari belakang tubuhnya dan Joe pun segera berbalik. Ia melihat seorang gadis dengan wajah belepotan lumpur yang kini berdiri tepat di depannya. Gadis yang ia pikir adalah orang gila, ternyata masih waras.
"Apa yang sudah kamu lakukan pada mobilku? Coba kamu lihat ini!" Joe menunjuk pada body mobilnya yang penyok.
Gadis itu menyeringai dengan kedua tangan ia letakkan di pinggang. "Memangnya kenapa? Aku rasa itu sepadan dengan apa yang telah kamu lakukan kepadaku! Coba lihat aku," sahut gadis itu sambil memperlihatkan tubuhnya yang kotor.
Joe memperhatikan penampilan gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia ingin terkekeh, tetapi tidak tega. Dengan terpaksa, Joe pun menahan tawanya agar tidak pecah.
"Apa yang terjadi padamu, Nona? Dan apa kamu tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki mobil ini?" tanya Joe dengan wajah sinis menatap gadis itu.
"Maaf, Tuan. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Yang penting aku puas karena rasa sakit hatiku terbalaskan! Kamu lihat barang daganganku? Gara-gara mobil sialanmu ini, kue-kue'ku tidak bisa dijual lagi. Itu artinya aku dan Ibuku harus menahan lapar untuk malam ini," kesalnya.
Gadis itu menghampiri Joe dan kini berdiri tepat di hadapannya sambil mendongak menatap wajah dingin lelaki itu. Joe melirik keranjang kue yang sedang di pegang oleh gadis itu kemudian berucap.
"Berapa harga kue-kuemu itu? Aku akan beli semuanya," ucap Joe.
"Baiklah kalau begitu,"
Joe meraih dompet dari saku celananya lalu mengambil dua lembar uang kertas berwarna merah dan menyerahkannya kepada gadis itu.
"Aku beli semua kuemu dan sekarang kamu pulanglah," titah Koe setelah menyerahkan uang kepada gadis itu.
Gadis itu memperhatikan dua lembar uang kertas berwarna merah yang kini ada di tangannya. Matanya berkaca-kaca dan bahkan air matanya hampir saja keluar.
"Ini beneran buatku, Tuan?" lirihnya.
__ADS_1
"Ya, tapi sekarang pergilah dan bawa kue itu bersamamu, sebelum aku berubah pikiran," jawab Joe.
"Baik, Tuan. Saya akan segera pergi. Terima kasih atas uang ganti ruginya," ucap gadis itu sambil berlari kecil meninggalkan Joe.
Joe terus memperhatikan gadis itu dan berniat mengikutinya. Sebenarnya ia masih kesal soal mobilnya yang penyok dan ingin gadis itu bertanggung jawab.
"Mari kita cari tahu siapa kamu sebenarnya, gadis muda. Berani-beraninya kamu mencari masalah denganku," gumam Joe dengan seringai liciknya.
Tanpa sepengetahuan gadis itu, Joe mengikutinya dari kejauhan. Ia melewati gang-gang sempit yang membuat Joe harus meninggalkan mobilnya jauh di depan sana. Hingga akhirnya gadis itu berhenti tepat di depan rumah kecil yang sudah tidak layak huni. Seorang wanita dengan wajah pucat menyambut kedatangan gadis itu.
"Sofia, kenapa tubuhmu kotor sekali, Nak?" tanya wanita itu sambil memperhatikan penampilan gadis itu dengan wajah heran.
"Bukan apa-apa, Bu. Coba lihat, Sofia bawa apa!? Taa daa ...."
Gadis bernama Sofia itu memperlihatkan dua lembar uang kertas yang tadi diberikan oleh Joe kepada sang Ibu.
Sang Ibu pun tersenyum, tetapi wajah herannya tetap terlihat jelas.
"Uang dari mana itu, Nak?"
"Nanti Sofia cerita'in, sebaiknya kita masuk dulu ya, Bu."
Gadis itu menuntun sang Ibu memasuki rumah kecil mereka kemudian menghilang dari pandangan Joe yang sejak tadi memperhatikannya dari kejauhan.
...***...
__ADS_1
Hari ini kita bahas jodohnya Joe dulu ya, biar ceritanya jelas 🙏🙏🙏