Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 294


__ADS_3

"Kamu gugup gak sih, Kila?" tanya Aira kepada Shakila yang nampak tenang dan tanpa beban.


"Gugup kenapa?" tanya Shakila balik.


"Ini soal malam pertama, Kila. Apa kamu tidak gugup atau takut, gitu?" Aira menatap lekat kedua bola mata Shakila.


Shakila menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kenapa harus takut," sahutnya.


Aira membulatkan matanya dengan sempurna setelah mendengar ucapan saudari kembarnya itu. "Huwah! Serius kamu tidak takut? Aku aja gugup lo ini."


Shakila tersenyum. "Karena aku yakin Marvel tidak akan memaksaku jika aku sudah tidak sanggup."


"Iya sih, kamu benar juga."


Tak terasa malam pun tiba.


"Pssttt! Kila, cepat sini!" panggil Aira yang kini sedang mengintip dari balik pintu kamar Marvel.


"Sebentar," Shakila segera menghampiri Aira.


"Mana suamimu?" tanya Aira sembari melirik ke sekeliling ruangan kamar Marvel.


"Kamu tenang saja, dia sedang berada di dalam kamar mandi."


"Baiklah, sebaiknya kita mulai saja. Kita tes kedua lelaki itu. Jika memang mereka benar-benar mencintai kita, aku yakin mereka tidak akan pernah keliru memilih kita berdua," tutur Aira seraya menyerahkan sebuah lingerie kepada Shakila.


"Apa ini?" tanya Shakila yang terlihat bingung menyaksikan lingerie yang kini berada di tangannya.


"Lingerie, dan aku juga punya satu. Malam ini kita kenakan lingerie yang sama untuk mengerjai suami-suami kita. Sekarang, cepat kenakan! Nanti keburu Marvel keluar dari kamar mandi," titah Aira agar Shakila segera mengenakan lingerie yang baru saja ia serahkan.


"Baiklah."


Shakila pun segera mengenakan lingerie tersebut, begitupula Aira. Setelah selesai mengenakan pakaian seksi tersebut, merekapun mulai berhias dan mengikat rambut mereka dengan gaya yang sama pula.


Kedua gadis itu menyeringai saat menatap bayangan mereka di cermin. Mereka terlihat sama persis, seperti pinang dibelah dua dan sulit untuk dibedakan, kecuali gaya dan cara bicara mereka.


"Kamu sih mudah, Kila. Yang susah itu aku, aku harus menyamakan gaya dan tutur bahasaku sama seperti dirimu yang kalem dan lebih tenang. Ah, semoga saja aku bisa. Kalau tidak, alamat gagal rencana kita malam ini," ucap Aira.


Tidak berselang lama, Marvel keluar dari kamar mandi. Ia begitu terkejut ketika menyaksikan dua gadis cantik dan seksi sedang berdiri di hadapannya sambil tersenyum manis. Keduanya sama dan tidak bisa ia bedakan, mana Aira dan mana Shakila, istrinya.


"Shakila, Aira? Apa yang sedang kalian lakukan!" pekik Marvel.

__ADS_1


Kedua gadis itu tersenyum dan membuat Marvel semakin kebingungan. "Kalian ingin mengerjaiku, ya?!


"Kami ingin mengetes kamu, Tuan Marvel. Jika memang kamu benar-benar mencintai istrimu, Shakila. Kamu pasti bisa menemukannya," ucap salah satu di antara kedua gadis itu.


"Oh ayolah, Shakila! Jangan goda aku seperti ini!" Marvel mengacak rambutnya. Ia nampak frustrasi karena kesulitan membedakan yang mana istrinya dan yang mana saudara iparnya.


"Jika kamu salah pilih, itu artinya malam pertama kita ditunda hingga besok malam," sahut yang satunya lagi.


"Kalian benar-benar, ya! Mana bisa seperti itu!" kesal Marvel.


Kedua gadis kembar itu terkekeh melihat ekspresi Marvel yang sedang frustrasi. "Bisalah, kenapa tidak!"


Marvel nampak berpikir keras. Ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menemukan Shakila diantara mereka berdua.


"Baiklah, coba kamu tersenyum dan katakan bahwa kamu mencintaiku," titah Marvel kepada gadis pertama.


"Aku mencintaimu, Marvel," ucap gadis pertama sambil tersenyum hangat.


Marvel tersenyum dan ia mulai yakin bahwa gadis itu adalah Shakila, istrinya. Namun, ia masih belum mengetes gadis yang satunya lagi.


"Baiklah, sekarang kamu lakukan hal yang sama," titahnya lagi kepada gadis yang kedua.


Marvel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Keyakinannya akan gadis pertama seakan roboh karena gadis yang kedua juga membuatnya yakin bahwa dia adalah Shakila. Karena putus asa, akhirnya Marvel keluar dari kamarnya meninggalkan kedua gadis kembar tersebut.


Ia menggedor kamar Melvin yang ternyata sudah sejak dari tadi menunggu kedatangan Aira di atas tempat tidur mereka.


"Siapa sih, mengganggu saja!" gerutu Melvin sembari bangkit dari tempat tidur kemudian membuka pintu kamarnya.


"Marvel? Kamu kenapa?" Melvin kebingungan saat melihat Marvel berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah frustrasi.


"Coba kamu lihat kelakuan kedua gadis itu! Disaat seperti ini, mereka masih sempat-sempatnya mengerjai kita," kesal Marvel.


"Apa maksudmu?"


"Sebaiknya kamu lihat sendiri," sahut Marvel seraya melangkah menuju kamarnya. Melvin pun mengukuti saudara kembarnya itu dari belakang hingga memasuki kamarnya.


"Astaga! Apa yang kalian lakukan?!" pekik Melvin sambil membulatkan matanya dengan sempurna.


"Sekarang kamu cari istrimu! Aku sudah pasrah, kepalaku sakit," ucap Marvel sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamarnya tersebut.


Melvin memperhatikan kedua gadis itu dengan seksama. "Coba kalian sebutkan namaku," ucap Melvin.

__ADS_1


"Hati-hati salah pilih, Melvin. Kamu tidak ingin 'kan malam pertamamu di tunda hingga besok malam?" sela Marvel sambil menyilangkan tangannya ke dada.


"Kalian ini benar-benar, ya!" kesal Melvin.


Melvin mendekati gadis pertama kemudian memerintahkannya untuk menyebutkan namanya.


"Melvin," ucapnya.


Mata Melvin menyempit, ia mencoba membedakan suara itu dengan suara Aira saat menyebut namanya. Kemudian giliran gadis yang ke dua.


"Melvin," ucapnya.


"Lagi!" titah Melvin.


"Melvin, Melvin, Melvin, Melvin, Melvin!" seru gadis itu.


Melvin tersenyum lebar kemudian memukul bokong gadis itu dengan kasar.


Plaakk!!!


"Dasar gadis nakal!" ucap Melvin.


"Aw, sakit tau!" pekiknya sambil membalas pukulan Melvin.


"Sudah, sekarang balik! Kamu tidak akan pernah menang dariku, Aira! Sekarang menarilah untukku karena aku sudah berhasil mengalahkan permainanmu," ucap Melvin seraya membopong tubuh gadis itu keluar dari kamar Marvel.


Kini tinggal Shakila dan Marvel di ruangan itu. Marvel bangkit dari tempat duduknya kemudian menghampiri istrinya itu. Shakila yang sama sekali tidak pernah menggunakan lingerie seksi seperti itu, begitu canggung ketika Marvel menatapnya dengan tatapan nakal.


"Jangan lihat aku seperti itu, aku malu," tutur Shakila dengan kepala tertunduk.


"Kenapa harus malu, bukankah aku suamimu sekarang?" sahut Marvel seraya meraih wajah Shakila kemudian mulai menyerang bibir seksi milik gadis itu.


Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Marvel mengangkat tubuh Shakila dan membawanya ke atas tempat tidur mereka.


...***...


Kalian tau gak, bikin part MP ini sangat susah bagi Author. Kalau sudah part hareudang-hareudang kek begini, otak Author tiba-tiba bisa ngelag 😅😅😅 dan alurnya buyar 😂😂😂 ditambah di ganggu sama bocil, makin deh.


Sebenarnya Author cuma mau ngasih tau, cerita Gadis Nakal Milik Hot Daddy ini mungkin tinggal beberapa bab lagi. Karena memang sudah gak ada yang bisa diceritain lagi. Author gak mau kasih konflik dan kalo ceritanya di teruskan tanpa konflik, ntar ada yang bilang membosankan 😅😅😅


Itu aja dulu pemberitahuan dari Author, Love You All 😘😘😘😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2