Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 149


__ADS_3

Seorang Pelayan berlari dengan wajah pucat pasi menemui Bodyguard yang sedang berjaga. Ia menghampiri lelaki bertubuh tambun itu kemudian memberitahukan apa yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya.


"Tuan, tolong! Sesuatu sedang terjadi pada Bu Sri!" ucap Pelayan itu dengan wajah cemas.


Tanpa banyak tanya, Bodyguard tersebut segera berlari menuju kamar Bu Sri bersama pelayan itu di belakangnya. Sesampainya di kamar Bu Sri, mata Bodyguard tersebut membulat sempurna. Ia segera menghampiri tubuh Bu Sri yang sudah tidak berdaya sambil mencoba menyadarkan wanita itu.


"Bu! Bu Sri? Bangunlah," ucap Bodyguard sembari menepuk-nepuk wajah pucat Bu Sri dengan lembut.


"Dia sudah tidak sadarkan diri, Tuan. Sebelumnya sudah saya coba bangunkan, tetapi beliau tidak juga merespon," ucap Pelayan dengan wajah cemas menatap Bodyguard.


"Tolong jaga dia sebentar, kita harus beritahu Tuan Marcello, karena saat ini Tuan Joe sedang tidak ada di sini."


Pelayan itu menganggukkan kepalanya dengan cepat, sementara Bodyguard segera berlari menuju kamar utama.


Di dalam kamar utama.


"Arrggh!!!"


Plakkk!!!


Marissa nakal kembali beraksi. Wanita itu mengenakan lingerie berbentuk macan lengkap dengan aksesorisnya, seperti ekor dan bando berbentuk telinga macan. Dan sebuah cambuk kecil di tangannya yang sejak tadi ia hempas-hempaskan ke atas tempat tidur mewah mereka.


"Mana bokongmu, Dad! Biar Icha pukul, aaarrrghhh!!!"


Bukannya terangsaang, Marcello malah tergelak melihatnya.


"Eh, macan bunting-ku! Memangnya mau kamu apakan bokongku, hah?!"


"Ku pukul!"


Plakkk!!!

__ADS_1


Marissa kembali menghempaskan cambuk kecilnya ke atas tempat tidur. Marcello kembali tergelak melihat aksi nakal istrinya.


"Ya, Tuhan! Kamu memang benar-benar nakal, Cha! Aku bingung harus berkata apa," ucap Marcello di sela gelak tawanya.


"Tidak perlu berkata apa-apa, kucing kecil! Cukup lihat aksi macan bunting-mu ini," jawabnya sambil merangkak menaiki tempat tidur.


Baru saja Marissa mendekati sang suami, tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk oleh Bodyguard dari luar.


Tok ... tok ... tok ....


Pasangan nyeleneh itu menghentikan aksi mereka dan sontak menoleh kearah pintu kamar.


"Ya, siapa?!" tanya Marcello.


"Ini saya, Tuan. Maafkan saya karena sudah mengganggu istirahat Anda, tetapi di salah satu kamar pelayan sedang terjadi sesuatu," ucap Bodyguard ragu-ragu.


Marcello segera meraih kimono tidur yang tergeletak tidak jauh dari tempat tidurnya dan mengenakannya. Sedangkan Marissa segera masuk ke dalam selimut dan membenamkan dirinya di dalam sana.


"Ada apa?" tanya Marcello.


"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak tahu harus memberitahukan kepada siapa karena saat ini Tuan Joe masih belum kembali. Bu Sri, Ibu dari Sofia, Pelayan baru itu sedang tidak sadarkan diri. Sepertinya di sedang sakit keras, Tuan."


Mendengar nama Bu Sri disebutkan, Marcello bergegas menemui Marissa dan mengatakan hal itu.


"Cha, aku ke kamar pelayan dulu. Sepertinya sedang terjadi sesuatu kepada Bu Sri," ucap Marcello sambil menatap selimut yang menutupi tubuh Marissa.


"Nanti Icha susul," jawab wanita itu dari balik selimut.


Masih dengan kimono tidurnya, Marcello mengajak Bodyguard tersebut menuju kamar Bu Sri.


Setelah kepergian sang Suami, Marissa segera keluar dari selimut dan meraih kimono tidur dari dalam ruangan penyimpanan pakaian. Ia mengenakan kimono tersebut untuk menutupi lingerie macannya dan segera menyusul Marcello menuju kamar pelayan.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Bu Sri, Marcello pun ikut panik melihat kondisi wanita itu.


"Sebaiknya cepat bawa dia ke Rumah Sakit!" titah Marcello.


"Baik, Tuan!"


Bodyguard segera mengangkat tubuh kurus Bu Sri dan membawanya sambil berlari kecil menuju halaman depan mansion.


"Bagaimana keadaan Bu Sri?" tanya Marissa yang baru saja tiba di sana dan segera menghampiri suaminya.


"Entahlah, sepertinya buruk, tetapi semoga dia baik-baik saja," ucap Marcello khawatir.


Marissa dan Marcello segera menyusul ke halaman depan. Tepat di saat itu, mobil yang membawa Joe serta Sofia tiba di halaman depan.


Perlahan Joe membangunkan Sofia yang masih tertidur lelap di pelukannya.


"Sofia, bangunlah. Kita sudah sampai," ucap Joe.


Sofia mengucek matanya kemudian memperlihatkan sekelilingnya. "Maafkan aku, Tuan. Ternyata aku ketiduran,"


Joe tidak membalas ucapan gadis itu, ia memperhatikan Marcello dan Marissa yang sedang berdiri di depan sebuah mobil dan wajah mereka terlihat cemas. Joe yakin ada sesuatu yang tidak beres. Dengan cepat ia membuka pintu mobilnya kemudian menghampiri pasangan itu.


"Syukurlah kalian sudah kembali," ucap Marissa dengan wajah panik menatap Joe dan Sofia yang kini berjalan di belakang lelaki itu.


"Sebenarnya ada apa, Nona?" tanya Joe.


"Bu Sri tidak sadarkan diri dan Bodyguard akan segera membawanya ke Rumah Sakit," jawab Marcello.


"Ibu ...." lirih Sofia setelah mendengar ucapan Marcello.


Tangis Sofia pecah, ia bergegas menuju mobil yang akan membawa Ibunya ke Rumah Sakit.

__ADS_1


...***...


__ADS_2