Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 299


__ADS_3

Marcello pun menuruti keinginan Marissa untuk mengunjungi kediaman Dylan. Setelah bersiap, Marissa dan Marcello pun segera berangkat menuju kediaman menantunya itu.


Setibanya disana, kedatangan mereka segera disambut oleh Dylan dan Sarrah. Mereka menyambut kedatangan pasangan itu dengan tersenyum hangat.


"Masuklah, Mom, Dad. Maria sedang beristirahat di dalam kamar."


Dylan membukakan pintu kamarnya untuk Marissa dan Marcello yang sudah tidak sabar ingin bertemu putri kesayangannya. Dengan mata berkaca-kaca, Marissa menghampiri tempat tidur Maria dan duduk di samping putrinya itu.


"Maria sayang, bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Marissa sembari mengelus wajah cantik Maria.


"Ya, Mom. Maria baik-baik saja. Hanya saja kepala Maria akhir-akhir ini sering terasa berat dan kadang merasa berputar-putar."


Marissa menoleh kepada Marcello yang kini berdiri di sampingnya. "Apa sakit kepala yang aku rasakan akhir-akhir ini ada hubungannya dengan kehamilan Maria ya, Dad?" tanya Marissa.


Marcello mengerutkan alisnya dan sepertinya lelaki itu sedang mencerna ucapan istri kesayangannya itu. "Bisa jadi, Cha. Mungkin ini ada hubungannya sama kehamilan Maria. Kamu 'kan selalu teringat bocah ini!" sahut Marcello seraya mencubit pipi Maria yang terus tersenyum menatapnya.


"Benarkah itu, Mom? Mommy juga merasakan sakit kepala sama seperti Maria rasakan?" tanya Maria


"Ya, beberapa hari ini kepala Mommy sakit dan sudah dikasih obat tetap tidak mau sembuh-sembuh. Kalau setelah ini sembuh, itu artinya sakit kepala Mommy memang ada sangkut pautnya sama kehamilanmu," sahut Marissa.


Sarrah yang mendengarkan percakapan mereka dari jauh, terkekeh pelan. "Semoga saja kamu tidak ikut dipusingkan dengan kehamilannya nanti ya, Mommy Icha."


Marissa menoleh ke arah Sarrah seraya tersenyum kecut. "Ya, semoga saja. Tapi, jika seandainya iya pun, tak apalah. Mommy ikhlas kok," ucap Marissa.

__ADS_1


"Oh, Mommy! Maria sayang Mommy!" Maria merentangkan kedua tangannya dan menunggu Marissa untuk memeluk tubuhnya.


"Iya, Mommy juga sayang kamu, Nona Kittyku," sahut Maria seraya memeluk anak perempuannya itu.


"Masuklah, Dok!"


Tiba-tiba Dylan masuk ke dalam kamar terser bersama seorang Dokter spesialis kandungan yang sengaja ia panggil untuk memeriksa keadaan Maria saat ini.


Marcello dan Marissa segera menjauh dari tempat tidur Maria kemudian mempersilakan Dokter itu untuk memeriksa kondisi anak perempuan mereka.


Untuk beberapa saat ruangan itu mendadak hening. Tak ada satupun dari mereka yang berkata-kata. Namun, mata mereka tetap tertuju pada Dokter yang sedang memeriksa kondisi Maria serta kandungannya.


Setelah beberapa saat kemudian, Dokter itupun selesai melakukan tugasnya. Ia tersenyum lebar saat menatap semua orang di ruangan itu secara bergantian. Dan dari senyuman Dokter itu, mereka tahu bahwa Maria memang benar-benar positif hamil.


Dokter menganggukkan kepalanya. "Ya, Tuan Dylan. Nona Maria positif hamil dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke-7. Sebaiknya untuk beberapa minggu ke depan Nona Maria lebih banyak istirahat dan jangan sampai kelelahan."


"Ya, Dok. Saya mengerti," sahut Dylan.


"Lalu ... bagaimana dengan tokoku, Sayang? Apakah aku tidak boleh ikut menjaga tokoku lagi?" tanya Maria dengan wajah cemas menatap Dylan.


Ya, sekarang Maria disibukkan dengan menjadi seorang pemilik sebuah toko yang menjual pernak-pernik khusus Hello Kitty dan Doraemon. Dan itu merupakan hadiah pernikahan dari Tuan Marcello dan Marissa.


Bukan hanya menjual pernak-pernik, masih di tempat yang sama, Maria juga membuka cafe sederhana yang menyediakan makanan dan minuman masih dengan tema yang sama. Karena tokonya unik dan berbeda dari yang lain, toko milik Maria pun laris manis, seperti ownernya.

__ADS_1


"Mungkin masih bisa, Nona. Tapi, jika Nona sudah merasa lelah, Nona bisa berhenti dan beristirahat," sahut Dokter tersebut.


"Ah, baguslah kalau begitu. Aku akan selalu jaga kandunganku, Dok. Tenang saja," jawab Maria dengan wajah semringah.


"Nah, sekarang kamu dengarkan apa yang dikatakan oleh Dokter, Maria. Ingat, jangan ngeyel!" tegas Tuan Marcello. Mencoba mengingatkan putri semata wayangnya itu.


"Siap, Dad!" sahut Maria.


Setelah selesai melakukan tugasnya, Dokter itupun pamit dan kembali ke tempatnya. Sementara itu, Marissa masih betah menemani Maria di dalam kamarnya.


Sedangkan Tuan Marcello duduk beristirahat di ruang utama bersama Dylan dan Sarrah.


"Bagaimana kabar Tuan Damian? Apa dia sudah meminta maaf kepada kalian?" tanya Marcello, walaupun sebenarnya saat itu ia sangat ragu menanyakan hal itu. Takut Sarrah tersinggung dan marah kepadanya.


"Ya, beberapa hari setelah pernikahan Shakila dan Aira, lelaki itu meminta aku dan kedua putriku untuk mengunjunginya. Sebenarnya aku enggan, tetapi Shakila dan Aira bersikeras ingin bertemu dengan lelaki jahat itu. Mereka ingin melihat wajah Ayah mereka secara langsung. Mau tidak mau, akupun ikut. Ia meminta maaf kepada kami. Bahkan ia tidak segan-segan bertekuk lutut di hadapan kami bertiga," tutur Sarrah.


"Dan Kakak memaafkannya?" tanya Dylan.


Dylan mengetahui kejadian itu, tetapi ia enggan bertanya lebih jauh kepada Sarrah.


"Ya! Mau bagaimana lagi, kedua putriku juga memaafkan kesalahannya. Aku memang memaafkan kesalahan lelaki itu, tetapi jika niatnya untuk kembali padaku, aku rasa tidak. Aku sudah terlalu trauma dan aku rasa single itu lebih tenang dan nyaman," sahut Sarrah.


...***...

__ADS_1


Maaf, yang nanyain MP Marvel dan Shakila, Author gak ketemu sama Pak Ilham. Entah kemana itu Pak Ilham pergi 😆😆😆 Jadi maaf ya readers ...


__ADS_2