Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 268


__ADS_3

Disaat Melvin masih kebingungan mencari keberadaan Aira, gadis penari yang begitu mirip dengan Shakila. Adik perempuannya malah sedang sibuk mengganggu pekerjaan Dylan dengan chat-chat konyolnya.


"Maria, kamu kenapa sih?" tanya Clara, sahabat Maria yang sejak tadi terus memperhatikan gadis itu. Ia mencoba mengintip layar ponsel Maria dan mencari tahu apa yang membuat Maria terus tersenyum konyol sambil menatap layar ponselnya.


"Sstt, ku sedang gangguin Om Udin," sahut Maria yang masih asik mengotak atik layar ponselnya.


"Cieee, yang bentar lagi mau kawin. Kamu itu jahat, Maria. Apa sudah kamu lupa, saat pertama kali kita bertemu Om Udin, akulah orang yang pertama kali jatuh cinta pada lelaki itu. Tapi, kenapa malah kamu yang jadian sama dia? Kan bikin kesel," gerutu Clara sambil mengucek matanya, seolah-olah gadis itu sedang menangis.


Maria terkekeh sambil menepuk pundak Clara dengan lembut. "Kamu tidak tahu saja, Om Udin itu bukan hanya jatuh cinta padaku, tetapi juga pada Kitty-Kittyku," jawab Maria sambil tersenyum lebar.


"Masa?" Clara mengernyitkan keningnya sambil menatap Maria dengan tatapan seriusnya.


"Ya, kamu akan lihat nanti. Pernikahan kami akan menjadi pernikahan ter'viral di sosial media. Pernikahan Hello Kitty dan Doraemon terheboh sejagat maya!"


Clara menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak percaya. Mana ada Hello Kitty kawinnya sama Doraemon," celetuk Clara.


"Hmm, ya sudah kalau kamu tidak percaya," sahut Maria sambil mengangkat kedua bahunya.


Sementara itu di kantor Dylan.


Lelaki itu terus memantau layar ponsel yang sedang berada di genggamannya sambil sesekali mengggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya, Tuhan! Sampai kapan gadis ini akan terus mengirim pesan chat kepadaku? Aku 'kan jadi tidak bisa bekerja kalau seperti ini? Dan lihatlah layar ponselku sekarang, penuh dengan stiker kucing-kucing fenomenal. Lama-lama isi otakku pun akan penuh dengan hal ini," gumam Dylan.


Mac terus memperhatikan wajah Dylan yang nampak frustrasi, tetapi tetap terlihat lucu baginya. Mac bahkan mengulum senyum saat mendengar Dylan bergumam. Walaupun pelan, tetapi tetap terdengar dengan jelas di telinganya.


"Kenapa, Tuan?" tanya Mac.


Dylan mengalihkan perhatiannya kepada Mac. "Nona Maria memintaku menjemputnya. Dia menagih untuk mengajaknya ke tempat tinggalku," jawab Dylan.

__ADS_1


"Lalu kenapa wajah Tuan terlihat cemas?"


Dylan menarik napas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan. Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan mencoba merilekskan pikirannya sejenak.


"Aku belum siap mempertemukan Maria dengan Kakakku, Mac."


Mac terdiam, tetapi matanya masih tertuju pada Bossnya itu. Ruangan itu hening, Dylan maupun Mac sama-sama menutup bibirnya rapat. Hingga akhirnya Dylan memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya dan merapikan berkas-berkas penting yang masih berserak di atas meja.


"Aku pulang duluan, Mac. Gadis itu sudah menyerangku dengan puluhan chat minta di jemput." 


Setelah mejanya rapi seperti sedia kala, Dylan pun pamit kepada assistennya itu.


"Baik, Tuan."


. . .


Dylan melajukan mobilnya menuju sekolah Maria dan setibanya di tempat itu ternyata gadis itu sudah menunggunya di depan gerbang dengan wajah menekuk.


"Maafkan aku, Nona-ku. Tadi aku sempat terjebak macet di jalan," sahut Dylan seraya keluar dari mobilnya kemudian menghampiri Maria.


"Nonaku ... oh, ya ampun! Kamu manis sekali, Om Kittyku!"


Ekspresi wajah Dylan berubah ketika Maria menyebutnya dengan sebutan 'Om Kitty'. "Berarti aku Omnya kucing dong, Nona?"


"Ya, dan aku Nona Kittynya," sahut Maria sembari memeluk lengan kekar Dylan.


Dylan menggelengkan kepalanya sembari menuntun Maria memasuki mobilnya. Gadis itu duduk di kursi depan tepat di sebelah kursi kemudi, dimana Dylan akan mengemudikan mobilnya.


Ketika Dylan sedang asik melajukan mobilnya, tiba-tiba Maria merogoh isi tas ranselnya kemudian mengeluarkan sebuah boneka Hello Kitty berukuran mini. Ditengah-tengah boneka tersebut terdapat sebuah amor yang bertuliskan nama Maria dan Dylan.

__ADS_1


"Lihat, Om! Cantik bukan? Aku memesan ini khusus loh. Biarkan dia disini, ya. Biar Om ingat Maria terus," ucap Maria sembari meletakkan boneka tersebut ke dashboard.


Dylan menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum getir menatap Maria. Sedangkan gadis itu malah menyunggingkan senyuman manisnya dan membuat Dylan tidak bisa berkutik sama sekali.


"Hati dan pikiranku sudah penuh dengan dirimu, Nona. Tanpa benda itupun, aku akan terus mengingatmu, Nona Maria," sahut Dylan sambil mengacak puncak kepala Maria.


"Oh, manisnya! Aku meleleh ini, Om ...." Tubuh Maria merosot ke bawah dan membuat Dylan tertawa pelan saat melihatnya.


Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Dylan tiba di halaman kediaman mewahnya. Maria yang baru pertama kali melihat rumah mewah Dylan, membulatkan matanya.


"Wah, syukurlah!" gumamnya sambil tersenyum lebar saat memperhatikan bangunan megah yang berdiri di depannya.


Dylan menautkan kedua alisnya kemudian menatap wajah Maria dengan serius. "Kenapa, Nona?"


"Aku merasa lega, Om! Karena aku tidak perlu antri jika mau ke kamar mandi," pekiknya.


Dylan menepuk jidatnya sambil terkekeh pelan. "Ya, Tuhan!"


"Kamu tahu, Om. Kemarin Maria sempat menabung buat bikin kamar mandi di rumah sempit Om itu. Maria takut kalau harus berbagi kamar mandi sama orang banyak."


"Memangnya kenapa?" tanya Dylan sembari menuntun Maria memasuki rumah mewahnya.


"Memangnya Om mau jika orang lain melihat tubuhku yang indah ini?" pekiknya dengan mata membulat.


"Ya, tidaklah! Coba saja kalau berani, akan ku colok matanya," sahut Dylan.


...***...


Hey, guys!!! Author mau promosi karya baru nih, siapa tahu ada yang sudi mampir 🙏🙏🙏 Tapi ceritanya mengaduk esmosi jiwa emak-emak sih. Pasti banyak yang marahin author nih, kek cerita Majikanku, Suamiku karena ceritanya bikin esmosi tingkat dewa 😂😂😂 Baru se bab sih, ntar kalo yang di sebelah udah tamat, nanti di UP lebih banyak lagi bab nya.

__ADS_1




__ADS_2