Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 35


__ADS_3

"Icha! Apa yang kamu lakukan disana!" teriak Marcello dengan wajah panik.


"Ingin kabur darimu! Itu yang ingin aku lakukan!" gerutu Marissa sambil berpegangan dengan erat di selimut yang menahan beban tubuhnya.


"Ayo, cepat! Lakukan sesuatu sebelum dia kelelahan diatas sana!" titah Marcello kepada para pekerjanya.


Marcello berlari menuju kamar Marissa bersama beberapa orang Bodyguard. Sedangkan Joe dan beberapa Bodyguard lainnya, berjaga-jaga tepat dibawah Marissa.


"Ya, ampun! Kenapa jadi runyam begini urusannya!" gumam Marissa.


Akhirnya Marcello dan beberapa orang Bodyguardnya, tiba didepan kamar Marissa. Lelaki itu merogoh saku celana yang sedang ia kenakan dan meraih sebuah kunci. Kunci kamar Marissa yang sengaja ia ambil tadi malam.


Setelah berhasil membuka pintu kamar Gadis itu, mereka bergegas menuju balkon dimana Marissa masih bergelantungan disana. Marcello sempat menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Gadis itu.


"Icha, bertahanlah! Aku akan menarik tubuhmu keatas," ucap Marcello.


Perlahan Marissa membuka mata kemudian mendongak keatas. Ia melihat Marcello dan beberapa Bodyguardnya sedang panik di balkon kamar. Dengan sangat hati-hati, Marcello menarik seprei yang sedang menahan tubuh Gadis itu, sedikit demi sedikit.


"Sedikit lagi, Cha! Bertahanlah, Daddy mohon!"


Namun, siapa sangka ternyata ikatan seprei yang dibuat oleh Marissa semakin renggang. Dan baru saja Marcello ingin menggapai tubuh Gadis itu, tiba-tiba saja ikatan seprei itu terlepas dan membuat Marissa meluncur bebas dari lantai atas hingga kebawah.


"Marissa!!!" teriak Marcello dengan wajah panik.


"Aaakkhhhh ...!!!"


Joe dan beberapa Bodyguard lainnya bersiaga dibawah dan bersiap menangkap tubuh gadis itu. Hingga akhirnya,

__ADS_1


Bugkhh!!!


Marissa terjatuh dan mengenai dua orang Bodyguard bertubuh besar yang berniat menangkapnya. Marissa tidak terluka, hanya cidera ringan karena kedua Bodyguard itu begitu tepat dan cepat ketika menyambut tubuhnya.


Marcello kembali berlari menuju halaman depan dimana Marissa sudah tidak sadarkan diri.


"Icha! Icha!" panggil Marcello sambil berlari dengan wajah panik menghampiri Marissa.


"Kenapa kalian bengong saja! Cepat siapkan mobil, kita bawa dia ke Rumah Sakit!" teriak Marcello kepada para Bodyguardnya yang terdiam menyaksikan Marissa jatuh pingsan.


Joe menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sudah sangat jelas, Marissa baik-baik saja. Hanya cidera ringan dan itupun tidak meninggalkan luka di kulit mulus Gadis itu. Malah sebaliknya, Bodyguard yang tadi dengan sigap menangkap tubuh Marissa, kini sedang merasakan sakit pada otot-otot tubuh mereka.


Joe pun bergegas menyiapkan mobil untuk membawa Marissa ke Rumah Sakit.


Sementara itu,


Sarrah baru saja terbangun dari tidurnya. Wajahnya terlihat masam, karena tadi malam Marcello tidak kunjung menemui dirinya bahkan hingga pesta berakhir. Ia sangat kecewa karena setelah kehadiran Marissa didalam kehidupan Marcello, dirinya seakan tidak berarti lagi disamping lelaki itu.


Sarrah mengalihkan perhatiannya kepada cincin pertunangan yang masih melingkar di jari manisnya. Mata wanita itu membulat sempurna setelah menyaksikan kondisi jarinya yang semakin mengerikan. Jarinya memerah, kulitnya mengelupas dan bintik-bintik merah tumbuh di sekeliling cincin itu.


"Apa-apaan ini? Kenapa jariku jadi begini?!" pekik Sarrah dengan wajah panik, memperhatikan jari manisnya.


Sarrah mencoba melepaskan cincin itu dari jari manisnya tetapi tidak bisa. Mungkin jarinya mengalami sedikit pembengkakan.


"Ya, Tuhan! Bagaimana ini!" gumam Sarrah dengan mata berkaca-kaca.


"Aku harus menemui Marcello dan meminta dirinya untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku!" ucapnya.

__ADS_1


Sarrah segera mengambil tas miliknya, kemudian bergegas menemui sopir pribadinya. Pak Sopir itu tersenyum sembari membukakan pintu mobil untuk Sarrah. "Selamat siang, Nona!" sapa Lelaki itu.


"Pak, bawa aku ke Mansion!" sahut Sarrah.


Setelah beberapa menit, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Sarrah pun tiba di halaman Mansion. Seorang penjaga keamanan berlari menghampiri mobil tersebut. Ia mengetuk kaca mobil seraya menatap Sarrah yang masih duduk manis di jok belakang.


"Ada apa?" tanya Sarrah sembari membuka kaca mobilnya.


"Tuan Marcello baru saja ke Rumah Sakit, Nona," sahut Penjaga keamanan tersebut.


"Rumah Sakit? Siapa yang sakit?!" pekik Sarrah dengan wajah cemas.


"Nona Marissa, Nona. Putri kesayangan Tuan Marcello tadi pagi mengalami kecelakaan kecil," ucapnya.


"Baiklah ... Pak, antar aku ke Rumah Sakit!" titah Sarrah kepada Sopir pribadinya.


"Baik, Nona!"


Sementara itu, di Rumah Sakit.


"Bagaimana keadaan putri saya, Dok! Dia baik-baik saja, 'kan?" tanya Marcello cemas.


Dokter itu tersenyum tipis setelah melihat kepanikan Marcello yang terlalu berlebihan. Dokter itu menepuk pundak Marcello kemudian berucap, "Anda tenang saja, Tuan. Putri Anda baik-baik saja. Dia hanya mengalami cidera ringan dan tidak akan membahayakan nyawanya," goda Dokter itu.


Akhirnya Marcello bisa menghembuskan napas lega setelah mendengar penuturan dari Dokter itu. "Syukurlah kalau begitu, aku tidak tahu bagaimana jika sesuatu terjadi dan membahayakan nyawanya, mungkin aku bisa gila," tutur Marcello.


Dokter itu hanya bisa terkekeh mendengar penuturan dari lelaki itu.

__ADS_1


...***...


Maaf jika banyak typo ya, Readers. Soalnya ngetik digangguin terus sama si bocil 😆😆😆 makanya baru bisa UP.


__ADS_2