
Melvin membopong tubuh Aira hingga memasuki kamar mereka. Lelaki itu tidak hentinya melirik Aira yang terlihat sangat cantik dan seksi.
Perlahan, Melvin menurunkan tubuh Aira tepat di depan tempat tidur mereka. Lelaki itu melepaskan pakaian tidur yang melekat di tubuhnya dengan secepat kilat kemudian melemparkannya ke sembarang tempat.
Kini Melvin hanya menyisakan celana boxer yang masih menempel dengan sempurna di tubuh bagian bawah untuk melindungi senjata andalannya. Melvin meraih sebuah remote kontrol yang terletak di atas nakas kemudian menekan salah satu tombolnya.
Aira terdiam di tempatnya berdiri sambil terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu. Setelah Melvin menekan tombol tersebut, tiba-tiba saja lampu ruangan itu mulai meredup dan terdengarlah suara musik. Musik yang sering di gunakan oleh Aira saat menari.
"Hei, Nona Akira! Mulai malam ini dan seterusnya, kamu hanya akan menari di hadapanku. Jadi sekarang menarilah, Nona!" ucap Melvin seraya menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur mereka.
Melvin menyeringai menatap Aira sembari memperlihatkan sebuah topeng kepada gadis itu. Aira pun tersenyum nakal. Ia berjalan menghampiri suaminya dan meraih topeng tersebut kemudian mengenakannya.
"Baiklah, Tuan Suamiku yang nakal. Aku akan menari untukmu malam ini, tapi berapa kamu berani membayarku?" balas Aira.
"Aku akan membayarmu sepuluh kali lipat dari tarif normalmu, Nona Aira."
"Benarkah? Aku tidak percaya kamu punya uang sebanyak itu. Aku butuh bukti, bukan hanya sekedar omong kosong," sahut Aira.
"Oh, baiklah!" Melvin tersenyum kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Ia menuju sebuah brankas kemudian membukanya di hadapan Aira.
"Semuanya akan jadi milikmu, asalkan malam ini kamu bisa melayaniku dengan baik, Nona Nakalku." Melvin mengedipkan sebelah matanya kepada gadis itu.
"Baiklah, aku percaya padamu dan sekarang kembalilah ke singgasanamu, Tuan Suami. Aku akan menari dan memuaskan hasratmu malam ini!" bisik Aira seraya mendorong tubuh Melvin hingga jatuh ke atas tempat tidur.
Aira mulai meliuk-liukkan tubuh indahnya sambil menggoda Melvin yang terpelongo memperhatikan dirinya. Sentuhan demi sentuhan lembut yang dilancarkan oleh Aira membuat senjata andalannya bangkit dengan cepat.
"Karena bayaranmu sangat besar, maka aku akan menjadi penari plus-plus perdana malam ini untukmu, Tuan Suamiku."
Perlahan Aira mulai melepaskan lingerie yang sedang ia kenakan kemudian melemparkannya ke arah Melvin sambil terus menari dengan panasnya.
Melvin menyambut lingerie tersebut dan menciumnya. "Lingerie bekas tubuhmu saja begitu menggoda, Aira. Apalagi dirimu!"
__ADS_1
Aira yang sudah setengah telanjangg, menaiki tubuh Melvin dan mulai bermain-main disana. Lelaki itu bahkan beberapa kali mengeluarkan suara desahann dan membuat Aira semakin liar.
Gadis itu menyentuh gundukkan besar yang sedang bergerak-gerak di dalam celana boxer milik Melvin dan mulai menaik turunkan tangannya di tempat itu hingga ujung senjata lelaki itu menyembul keluar.
"Lihatlah dia, Aira. Dia bahkan sudah tidak sanggup untuk tidak mengintipmu," ucap Melvin sambil menunjuk ke arah bawah.
"Ya, aku tahu!" jawab Aira nampak acuh.
Melvin yang sudah tidak sanggup menahan hasratnya, menarik braa yang masih menutupi dua bulatan kenyal milik Aira dengan cepat.Β Kini kedua bulatan kenyal itu terpampang jelas di hadapannya dan terlihat begitu menantang.
Sudah beberapa kali Melvin menelan salivanya dan pada akhirnya lelaki itupun bertukar posisi. Ia menjatuhkan tubuh indah Aira kemudian menindihnya dengan cepat.
Melvin mulai menggila dan memainkan kedua bulatan kenyal milik Aira dengan cepat. Menyesapp dan memainkan puncaknya dengan bibir dan lidahnya secara bergantian. Bahkan juga menggigitnya perlahan hingga Aira tidak bisa menahan gejolaknya.
Perlahan Melvin mulai menjelajahi setiap inci tubuh indah itu dan meninggalkan jejak-jejak kepemilikannya. Hingga kini ia berada tepat di atas perut rata Aira dan mulai bermain di tempat itu.
Setelah melepaskan cd yang masih melekat di tubuh bagian bawah Aira, Melvin pun mulai menjelajahi bagian terlarangnya. Ia tersenyum puas karena lapangan gadis itu sudah siap untuk di terobos.
"Ya!" sahut Aira walaupun wajahnya masih belum yakin sepenuhnya.
"Baiklah, mari kita mulai! Oh ya, karena ini adalah perdana buatku, aku tidak tahu apakah aku akan menyakitimu atau tidak. Tapi, jika kamu merasa sakit, maka katakanlah dan aku akan segera menghentikannya," tutur Melvin.
Lagi-lagi gadis itu menganggukkan kepalanya. "Ya, baiklah. Tapi, pelan-pelan saja ya. Aku takut," lirih Aira.
Melvin menarik napas panjang sebelum ia mulai mengarahkan senjata andalan ke lapangan milik Aira yang masih bersegel dan tidak pernah terjamah sama sekali.
Perlahan Melvin mendorong senjatanya memasuki lorong sempit itu. Baru setengah jalan, Aira sudah memekik kesakitan.
"Ugh!" pekik Aira sambil menutup matanya rapat. Terlihat tetesan cairan bening keluar dari sudut matanya yang masih terpejam.
Melihat ekspresi Aira saat itu, sontak saja Melvin menghentikan aksinya. "Aira, kamu baik-baik saja?!" tanya Melvin panik.
__ADS_1
Perlahan Aira membuka matanya sambil tersenyum hangat walaupun saat itu wajahnya masih terlihat tegang dan kesakitan. "Aku baik-baik saja," sahutnya.
"Apa kamu yakin? Jika kamu tidak ingin meneruskannya, aku bisa menghentikannya dan kita sambung lain kali, jika kamu sudah benar-benar siap."
"Tidak, tidak! Lanjutkan saja, sudah kepalang tanggung juga," sahut Aira karena ia merasa lorongnya sudah hampir penuh dengan senjata andalan lelaki itu.
Walaupun ragu, Melvin pun akhirnya memilih melanjutkan aksinya. Lelaki itu mendorong senjatanya yang sudah kepalang tanggung untuk masuk lebih dalam lagi. Dan dalam satu kali hentakan, senjata andalannya benar-benar masuk sepenuhnya.
Segel Aira pun berhasil di terobos dan darah segar yang kini mulai mengalir di area sensitifnya, menjadi bukti bahwa gadis itu memang benar-benar seorang gadis ting-ting.
Perlahan Melvin menarik dan memasukkan senjatanya ke lorong sempit itu. Rasa sakit yang awalnya mendominasi, kini mulai berubah menjadi rasa nikmat. Pasangan itupun mulai menikmati kehangatan malam pertama mereka.
Dari gerakan lambat hingga kini Melvin mempercepat gerakannya dan membuat Aira beberapa kali menegang. Gadis itu mencengkeram erat punggung Melvin hingga punggung lelaki itu terlihat memerah.
"Aira, sayang! Aku sudah hampir selesai," gumamnya dengan mata terpejam menikmati sensasi rasa nikmat yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Cepatlah, Melvin!" seru Aira yang juga hampir menuju puncak kenikmatannya.
Hingga akhirnya kedua orang itupun menegang dan menggeram secara bersamaan. Bibit-bibit Melvin meluncur menuju tempat bersemayamnya Melvin junior selama sembilan bulan sepuluh hari.
Melvin menjatuhkan tubuhnya disamping Aira kemudian memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
"Tidak jera 'kan?" bisik Melvin
"Ya ampun, aku jera! Benar-benar jera," sahut Aira.
"Oh ayolah, Sayang! Jangan biarkan juniorku nganggur," bujuk Melvin.
...***...
Yang nungguin MP nya Nona Kitty dan Tuan Emon, tungguin besok aja ya, author mau cari Pak Ilham dulu, masih ngelag soalnya πππ
__ADS_1
Dan MP nya Marvel sama Shakila kita skip aja, anggap aja mereka sama kek Melvin dan Aira. πππ ok ya reader, Mak dah pusing nih wkwkwk ...