Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 155


__ADS_3

Setelah melewati serangkaian acara, kini tiba saatnya untuk Joe mengesahkan Sofia menjadi istrinya. Wajah Joe semakin pucat dan deru napasnya pun berhembus tak beraturan.


Pak Penghulu mengulurkan tangannya dan menunggu Joe menyambut uluran tangannya. Namun, Joe hanya menatapnya saja tanpa berani menyambut tangan Pak Penghulu tersebut.


Marcello yang ikut menjadi saksi di pernikahan Joe, kebingungan melihat reaksi Assisten dinginnya itu. Ia mendekatkan wajahnya kemudian berbisik kepada lelaki itu.


"Heh, Joe! Tangan Pak Penghulu itu bukan hanya untuk dipandang saja, tapi juga disambut! Cepat, sambut!" titah Marcello dengan berbisik.


Bukan hanya Marcello yang geregetan melihat tingkah Assisten Joe, semua orang yang ada di ruangan itupun mulai bertanya-tanya kenapa uluran tangan Pak Penghulu hanya dilihat begitu saja olehnya.


"Sa-saya tahu, Tuan. Tapi entah kenapa tangan saya terasa kaku," balas Joe, juga dengan berbisik.


"Hhhh! Sudah, lakukan saja!"


Marcello meraih tangan Joe yang tersembunyi di bawah meja kecil kemudian menyerahkannya kepada Pak Penghulu. Pak Penghulu tersenyum ketika menyentuh tangan Joe yang terasa sangat dingin, sedingin es.


"Kita mulai ijab kabulnya, Tuan Joe."


Joe menganggukkan kepalanya perlahan sembari membalas ucapan Pak Penghulu. "Ya, Pak. Silakan."


Sebelum mulai membacakan Ijab kabul, Pak Penghulu sempat menarik napas dalam kemudian mengembuskannya secara perlahan.


"Saya nikahkan engkau, Jonathan Arga Wijaya bin Leman Wijaya dengan Sofia Ariyanti binti Armani dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang empat puluh juta rupiah dibayar tunai."

__ADS_1


Setelah Pak Penghulu selesai mengucapkannya, sekarang giliran Assisten Joe membalas ucapan Pak Penghulu. Hentakkan tangan Pak Penghulu membuat tubuh Joe panas dan seperti terbakar. Tangannya bahkan ikut bergetar saat Pak Penghulu melakukan itu.


"Sa-saya terima nikahnya Sofia Ariyanti binti--" ucapan Joe terjeda.


Tiba-tiba saja otak Assisten dingin itu 'Ngeblank'. Semua pikirannya tiba-tiba sirna dan ia lupa harus mengucapkan apa setelahnya. Padahal ketika di dalam kamarnya, Joe sudah menghapal kalimat tersebut hingga sudah berada di luar kepala. Namun, sekarang semua hapalan itu lenyap entah kemana.


"Ya ampun, Joe!" gumam Marcello sembari menepuk jidatnya sendiri.


Sofia pun sempat melirik calon Assisten Joe yang duduk di sampingnya. Ia tidak menyangka sosok dingin dan kaku tersebut akhirnya menampakkan sikap konyolnya di hari pernikahan mereka.


Dengan wajah pucat dan malu-malu, Joe minta Penghulu mengulang ucapannya.


"Ma-maaf, Pak. Sa-saya lupa, bisa diulang sekali lagi?" ucapnya dengan terbata-bata.


Pak Penghulu tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


Lelaki paruh baya dengan menggunakan peci berwarna hitam tersebut kembali mengulang ucapannya dengan sangat fasih. Setelah selesai, ia kembali menghentakkan tangannya.


"Saya terima nikahnya Sofia Ariyanti binti Armani dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar empat puluh juta rupiah dibayar tunai," sahut Joe dengan sangat cepat, seperti pesawat jet yang sedang lepas landas, mulus tanpa hambatan.


"Bagaimana saksi-saksi? Sah?!"


"SAH!!!"

__ADS_1


Marcello lah yang paling semangat mengucapkan kata itu. Dia bangga akhirnya Assisten Joe berhasil memperistri Sofia. Gadis ingusan yang usianya hampir sama seperti Marissa.


"Heh, Joe! Selamat menempuh hidup baru dan jangan lupa untuk menjadi orang bodoh sama seperti diriku," bisik Marcello sambil terkekeh penuh kemenangan.


"Hah, rupanya dia masih sadar bahwa dirinya sudah menjadi bodoh karena si Macan Bunting! Ya, sekarang tinggal menunggu karmaku yang satu itu. Menjadi lelaki bodoh yang berada di bawah kekuasaan gadis ingusan. Ya, Tuhan!!!" gerutu Joe dalam hati.


Joe menghembuskan napas dalam sebelum ia meraih tangan Sofia. Dengan gemetar, Joe memasangkan cincin berlian yang ia beli secara mendadak ke jari manis Sofia.


Sofia tersenyum ketika menyambutnya. Tidak pernah ia bayangkan sebelumnya bahwa ia akan menikah dengan laki-laki yang usianya dua kali lipat dari usianya. Walaupun begitu, Sofia begitu bahagia karena selama ini ia memang menyukai sosok Asisten Joe yang dingin itu.


Setelah Assisten Joe berhasil memasangkan cincin ke jari manis Sofia, sekarang bergantian. Kini giliran gadis itu yang memasangkan cincin di jari manis Joe.


Sofia mencium punggung tangan lelaki itu sambil tersenyum hangat sedangkan Joe membalasnya dengan memberikan sebuah ciuman di kening Sofia. Karena ini adalah ciuman pertama setelah seperkian tahun lamanya menjomblo, Joe kaku ketika melakukannya.


Setelah acara ijab kabul selesai, merekapun segera menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh para pelayan. Semua menikmatinya, termasuk Marissa dan Marcello.


"Sekarang kamu puas, Bayi kembar Daddy?! Om Joe dan Tante Sofia sudah sah menjadi suami-istri," ucap Marcello sembari mengelus lembut perut Marissa.


"Ya, Daddy! Kami sudah tenang sekarang dan tidak akan ileran lagi!" sahut Marissa dengan menirukan suara anak kecil.


Marcello menatap Marissa sambil menyeringai. "Jangan bilang Sofia sudah kamu racuni dengan otak nakalmu, Cha. Sama seperti Erika yang ikutan menjadi liar akibat dirimu."


Marissa tergelak sambil memeluk tubuh Marcello. "Jangan katakan itu, Daddy. Aku melakukan apa yang harus aku lakukan. Aku mengajari mereka cara menaklukan para suami-suami dadakan agar tidak tersesat jalan."

__ADS_1


"Hhhh, terserah apa katamu," balas Marcello sembari membalas pelukan Marissa.


...***...


__ADS_2