Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 279


__ADS_3

"Terima kasih, Mommy. Aku sayang Mommy." Shakila memeluk Marissa sekali lagi sebelum ia benar-benar pergi dan kembali ke kediamannya.


"Ya, Sayang. Mommy pun sangat menyayangimu," sahut Marissa seraya membelai pipi gadis itu.


Setelah berbicara panjang lebar bersama Marissa akhirnya Shakila dapat mengerti dan bisa menerima kenyataan itu walaupun terlalu pahit.


"Jika Mommy Icha bisa, kenapa aku tidak?" gumamnya sambil melangkah memasuki kediaman milik Tuan Joe.


Baru saja ia menginjakkan kakinya di ruangan itu, ternyata Mommy Sofia dan Daddy Joe sudah menunggu kedatangannya. Mereka tersenyum getir saat menatap dirinya. Pasangan itu masih ragu bahwa Shakila bisa menerima kenyataan pahit tersebut.


Shakila terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah kedua orang tua angkatnya. Orang-orang yang begitu tulus mencintai dirinya tanpa mengharapkan pamrih sedikitpun.


Shakila menyunggingkan sebuah senyuman hangat kemudian menghambur ke pelukan kedua orang yang sedang berdiri di hadapannya.


"Mom, Dad!"


"Shakila ...."


Tangis haru kembali terjadi di ruangan itu. Sofia bahkan tidak sanggup menahan air matanya setelah tahu bahwa Shakila tidak membenci dirinya dan juga suaminya.


"Mom, Dad. Terima kasih banyak atas aemua jasa-jasa kalian selama ini. Tanpa kalian, mungkin Shakila tidak akan menjadi seperti sekarang. Kila sayang kalian," ucap Shakila sembari melerai pelukan mereka bertiga.


"Jangan berkata seperti itu, Nak. Bagi Mommy dan Daddy kamu tetaplah putri kesayangan kami, putri pertama kami dan akan tetap seperti itu. Walaupun suatu saat nanti kamu akan menemukan kedua orang tua kandungmu," sahut Joe sambil mengusap lembut puncak kepala Shakila.


Shakila tertunduk. "Sebenarnya aku tidak ingn tau siapa orang tua kandungku, Dad. Bagiku kalian lah orang tuaku dan itu sudah cukup," lirih Shakila.


Tuan Joe dan Nyonya Sofia terharu mendengar penuturan Shakila. Mereka saling bertatap mata sambil tersenyum. Joe bahkan melabuhkan ciuman hangat di puncak kepala gadis itu sama seperti biasanya.


"Shakila, maukah kamu ikut Daddy besok?"

__ADS_1


"Kemana, Dad?"


"Ke Rumah Sakit. Daddy ingin kamu dan Aira melakukan pemeriksaan tes DNA. Felling Daddy begitu kuat bahwa kamu dan gadis itu adalah saudara kembar," sahut Tuan Joe.


"Aira? Jadi ... jika benar Aira adalah saudara kembarku, itu artinya orang tuanya adalah orang tuaku?"


Tuan Joe menggelengkan kepalanya. "Bukan, Shakila. Aira pun sama seperti dirimu, dia hanya anak angkat di keluarga Tuan Hardy."


Shakila kembali terdiam. Ia membayangkan bagaimana reaksi Aira saat mengetahui bahwa dirinya ternyata hanya seorang anak angkat, sama seperti dirinya.


"Dia pasti sangat sedih ya, Dad. Sama seperti yang aku rasakan saat ini."


"Ya, pastinya dia sangat sedih. Namun, dia sangat tegar dan iklas menerima kenyataan itu, Shakila."


Keesokan harinya.


Joe melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit setelah berpamitan kepada sang istri. Namun, sebelum menuju ke Rumah Sakit, Joe menjemput Aira terlebih dahulu di kediaman sederhananya. Shakila yang sedang duduk di jok belakang, tersenyum hangat menyambut kedatangan Aira saat itu.


"Hai, duduklah." Shakila menepuk tempat kosong di sampingnya.


"Terima kasih!" Aira tersenyum kemudian duduk di samping Shakila.


"Ehem! Bagaimana gadis-gadis, apa kalian sudah siap menyambut hari yang baru?!" tanya Joe sambil tersenyum lebar.


"Yaa!" jawab kedua gadis itu dengan semangat.


Sementara mereka menuju Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan tes DNA, Nona Maria sedang sangat kesal hari ini.


Ia menggerutu di sepanjang jalan setelah pulang dari sekolahnya. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari ulang tahun Maria yang ke-18. Dan yang paling menyebalkan, tidak satupun yang ingat akan hari kelahirannya itu. Bahkan Mommy dan Daddynya pun tidak mengucapkan selamat untuknya.

__ADS_1


Hal ini terjadi karena semua orang sedang fokus pada masalah yang sedang menimpa Shakila. Bukan hanya itu, Tuan Dylan pun tidak mengucapkan selamat untuknya, padahal sudah beberapa hari ini Maria terus menyindir-nyindir lelaki itu bahwa hari spesialnya sudah dekat.


Begitu pula saat di sekolah, karena bertepatan dengan ujian akhir sekolah, teman-temannya pun tidak ada yang mengingatnya, termasuk Clara. Sebenarnya ini bukanlah tentang hadiah dan kejutan, tetapi yang Maria inginkan saat ini hanya ucapan selamat dan itu sudah cukup baginya.


"Mereka benar-benar kejam! Apalagi Mommy dan Daddy, saking asiknya mengurus Kak Kila, mereka bahkan sampai melupakan hari ulang tahunku! Apalagi si Tuan Emon! Sudah sering diwanti-wanti juga, masih aja lupa!" gerutunya.


"Ya, sudah kalau begitu! Aku ulang tahun sendirian saja."


Maria memutar arah menuju sebuah toko kue dan berhenti disana. Setelah memarkirkan motor kesayangannya, Maria pun segera memasuki bangunan tersebut. Maria menghampiri Cake Showcase kemudian mulai melihat-lihat kue mana yang ingin ia beli.


"Ada yang bisa dibantu, Nona?" tanya salah seorang penjaga toko.


"Aku mau kue ulang tahun Hello Kitty yang itu!" ucap Maria sembari menunjuk sebuah kue ulang tahun dengan kombinasi warna putih dan pink dan gambar Hello Kitty di atasnya.


"Yang ini?"


"Ya,"


Maria nampak begitu bahagia walaupun ia sempat kesal sebelumnya. Saat membungkuskan kue tersebut, wanita penjaga toko kue tersebut sempat berbincang-bincang bersama Maria.


Maria minta namanya dituliskan di atas kue tersebut dan wanita itupun segera membuatnya. Setelah selesai, wanita itu menyerahkan kue tersebut kepada Maria dan gadis itupun segera membayarnya.


"Terima kasih, Nona. Selamat ulang tahun," ucap wanita itu sambil tersenyum hangat.


"Ya, Tuhan! Akhirnya ada juga yang mengucapkan selamat untukku. Terima kasih banyak, Mbak," sahut Maria dengan mata berkaca-kaca menatap wanita itu.


"Sama-sama."


Maria pun kembali melajukan motornya menuju sebuah taman, dimana ia biasa nongkrong disana. Maria ingin menikmati hari ulang tahunnya sendirian tanpa siapapun.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja Maria teringat akan Kakak perempuan Dylan dan ia pun mengurungkan niatnya menuju taman tersebut dan memilih menuju kediaman Tuan Dylan.


...***...


__ADS_2