Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 70


__ADS_3

"Dimana Icha?" tanya Marcello kepada salah seorang Pelayan yang masih membereskan kamarnya.


Marcello memperhatikan sekelilingnya dan dia tidak menemukan istri kecilnya itu dimana-mana.


"Nona ada keperluan, Tuan. Katanya ada beberapa orang Polisi yang ingin bertemu dengannya."


"Apa? Polisi?! Tapi untuk apa mereka menemui Istriku?" pekik Marcello sambil menautkan kedua alisnya sambil menatap Pelayannya itu.


"Maafkan saya, Tuan. Saya kurang tau kalau soal itu. Tapi yang pasti, Nona Marissa dan Tuan Joe sedang berada di kamar Nona Marissa bersama para Polisi," lirih Pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.


Marcello merasakan firasat buruk. Tanpa pikir panjang, Marcello bergegas menuju kamar Marissa dan menemui istrinya itu. Setibanya di ruangan itu, ternyata benar. Marissa dan Joe sudah berada disana dengan beberapa orang Polisi yang sedang menggeledah isi kamar Marissa.


Wajah Marissa nampak pucat pasi. Ia memperhatikan para Polisi yang sedang menggeledah kamarnya dengan wajah cemas. Ia bahkan tak henti meremass kedua tangannya secara bergantian.


"Ada apa ini?" tanya Marcello panik.


Ia menghampiri Marissa kemudian merengkuh pundaknya.


"Nona Marissa dituduh mencuri dan memalsukan cincin Nona Sarrah dan mereka sedang mencari barang bukti," tutur Joe.


Marcello meradang setelah mendengar tuduhan mereka terhadap istri kecilnya. Ia tidak terima jika Marissa dituduh sebagai seorang pencuri.


"Tidak mungkin! Marissa tidak mungkin melakukannya," kesal Marcello.


Sarrah senang melihat Marcello yang akhirnya muncul di ruangan itu. Ia berjalan menghampiri lelaki itu kemudian mencoba meraih lengannya sama seperti dulu.


"Marcel, aku serius! Anak angkatmu ini sudah mencuri cincin pernikahan kita dan dia juga memalsukan cincin itu. Apa kamu masih ingat, yang terjadi pada jari manisku? Itu terjadi karena cincin yang aku gunakan adalah cincin palsu sedangkan yang asli di simpan oleh gadis ini!" tutur Sarrah sambil melotot kepada Marissa yang berdiri di samping Marcello.

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu!" Marcello menepis pelukan Sarrah dari lengannya. Ia sudah tidak ingin disentuh dan berurusan apapun lagi bersama wanita itu.


Marissa tersenyum tipis ketika menyaksikan Marcello menolak wanita itu. Sedangkan Sarrah harus menahan malu sekaligus kesal karena Marcello sudah menolaknya.


"Aku tidak mengerti kenapa kamu melakukan ini, Sarrah! Apakah yang kamu masih belum mengerti apa yang aku katakan padamu semalam?!" kesalnya.


Tiba-tiba salah seorang Polisi menemukan cincin berlian itu disela-sela pakaian yang tersusun didalam lemari pakaian gadis itu.


"Benarkah ini cincinnya?" tanya Polisi tersebut sambil memperlihatkan sebuah cincin berlian itu kepada Marissa, Marcello dan Sarrah.


"Ya! Itu cincin milikku, Pak."


Sarrah melirik Marissa yang kini tidak bisa menyembunyikan wajah paniknya. "Benar 'kan apa yang sudah aku katakan? Gadis ini sudah mengambil cincinku dan menukarnya dengan yang palsu!" kesalnya.


Marcello yang tidak kalah paniknya, meraih wajah pucat Marissa kemudian menatap gadis itu lekat. "Benarkah itu, Cha? Apa kamu benar-benar melakukannya?!" tanya Marcello.


"Jangan! Jangan bawa dia, ku mohon!"


Marcello menahan Polisi yang ingin membawa Marissa pergi dari Mansionnya sambil memohon-mohon.


"Pak, ini pasti salah paham! Icha'ku tidak mungkin melakukan hal itu?!"


"Maafkan kami, Tuan Marcello. Kami sudah menemukan barang bukti kejahatan yang sudah dilakukan oleh Nona Marissa dan kami harus segera membawanya ke kantor untuk dimintai keterangan," sahut Pak Polisi.


"Tapi--"


Belum selesai Marcello berkata-kata, Polisi sudah menggiring gadis itu keluar dari kamarnya. Sarrah begitu bahagia karena rencananya berhasil. Tidak masalah jika Marcello tetap menolaknya, tetapi paling tidak, Marissa pun tidak bisa memiliki Marcello karena ia akan membusuk di penjara, itulah yang ada dipikirkannya sekarang.

__ADS_1


Marcello bergegas mengikuti Polisi yang masih menggiring Marissa ke mobil mereka. Dengan wajah panik, ia terus memanggil-manggil nama gadis itu.


Hingga akhirnya Marissa di masukkan kedalam mobil Polisi. Marissa sempat memanggil Marcello sebelum mobil itu melaju, meninggalkan Mansionnya. Begitupula Sarrah, ia pun melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Marcello terdiam di halaman depan Mansionnya sambil berpikir keras. Ia memikirkan bagaimana caranya melepaskan gadis itu dari cengkeraman Polisi.


"Joe, apa kamu masih menyimpan video menjijikkan Sarrah dengan Produsernya?" tanya Marcello sambil memperhatikan pintu gerbangnya yang masih terbuka lebar.


"Tentu saja, Tuan." Joe menyeringai, ia mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Sebaiknya aku menyusul Marissa, ia pasti panik disana," ucapnya sembari bergegas menuju mobilnya.


Tentu saja Joe mengerti, ia segera membukakan pintu mobilnya untuk Marcello kemudian segera melajukan mobil tersebut menuju kantor Polisi.


"Joe, kenapa Marissa bisa melakukan hal konyol seperti itu? Padahal, jika ia berkata padaku bahwa ia menginginkan cincin seperti milik Sarrah, maka aku akan membelikannya. Bahkan lebih mahal dan lebih bagus dari itu," ucap Marcello sambil memijit pelipisnya karena kepalanya terasa sakit. Ia tidak habis pikir dengan kelakuan gadis kecilnya itu.


"Saya rasa alasannya karena Nona Marissa tidak menyukai Nona Sarrah, sebab itulah ia melakukan itu. Bukan karena ia menginginkan cincin itu, Tuan," sahut Joe.


"Benarkah? Tapi, kenapa?" Marcello menatap punggung Joe yang terlindung Jok mobilnya.


"Karena Nona Marissa mencintai Anda, Tuan? Apa Anda tidak bisa menyadari hal itu?!"


Joe menggigit bibirnya. Ia tidak menyangka bahwa kata-kata itu akan meluncur begitu saja dari mulutnya.


"Benarkah? Marissa jatuh cinta padaku? Tapi, apa kamu yakin itu, Joe? Karena selama ini aku menganggap cinta Marissa hanya cinta monyet, jadi aku tidak terlalu menanggapinya dengan serius," ucapnya.


...***...

__ADS_1


(Readers, coba baca bab sebelumnya ya, biar gak salah paham 😅 cincin itu memang dikembalikan oleh Sarrah kedalam lemari pakaian Marissa karena ia sudah lama ingin menjebak gadis itu.)


__ADS_2