Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 194


__ADS_3

"Daddy, aku ingin ikut ke Rumah Sakit!"


Marissa membuka pintu mobil yang biasa mengantarkan Marcello ke kantor. Setelah Marissa masuk, Marcello pun segera menyusul. Salah seorang Bodyguard menjadi sopir yang akan membawa Marcello dan Marissa ke Rumah Sakit mengikuti mobil yang membawa Joe dan Shakila di depan.


"Semoga Shakila baik-baik saja ya, Dad!"


Marissa begitu cemas. Ia meremass-remass tangannya secara bergantian dengan mata fokus ke depan, menatap mobil yang ditumpangi oleh Shakila.


Marcello meraih tangan Marissa kemudian menggenggamnya dengan erat. "Dia akan baik-baik saja, Cha. Percayalah."


"Tapi hatiku tidak tenang, Dad!"


"Sudahlah, sini."


Marcello meraih tubuh Marissa ke dalam pelukannya dan mencoba menenangkan istri kecilnya itu. Tidak berselang lama, mereka pun tiba di Rumah Sakit dan Shakila pun segera mendapatkan pertolongan oleh pihak tim medis.


"Sebenarnya Shakila kenapa, Om Joe? Padahal kemarin sore dia masih baik-baik saja. Bahkan dia terlihat sangat sehat saat bermain bersama Marvel dan Melvin," tanya Marissa dengan wajah cemas menatap Joe yang tidak kalah paniknya.


"Saya juga tidak tahu, Nona. Kata Babysitter pun begitu, tadi malam dia baik-baik saja." Joe membuang napas berat sambil menatap Shakila yang masih di tangani oleh Dokter.


"Saya memang bukan Ayah yang baik untuk Shakila. Bahkan di saat ia sedang sakit pun, saya tidak ada di sampingnya," lirih Joe dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahlah, Joe. Jangan berkata seperti itu. Seorang Ayah memang tidak bisa menemani anaknya 24 jam, karena kesibukan kita sebagai kepala keluarga. Namun, paling tidak kita sudah berusaha menjadi Ayah yang baik untuk anak-anak kita, Joe." Marcello menepuk pundak Joe dan memberi dukungan kepada lelaki itu.


Setelah Dokter selesai memeriksa kondisi Shakila, ia menghampiri Joe kemudian mengajaknya bicara.


"Beruntung Anda segera mambawanya ke Rumah Sakit. Terlambat sedikit saja, mungkin akan berakibat fatal untuknya."


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang, Dok? Dia akan baik-baik saja, 'kan?" tanya Joe dengan wajah sendu menatap Dokter.

__ADS_1


Dokter menepuk pundak Joe kemudian menyunggingkan sebuah senyuman untuk lelaki itu.


"Anda tidak perlu khawatir, Tuan. Keadaannya sudah mulai membaik," sahut Dokter.


"Ah, syukurlah!" ucap Joe sambil membuang napas panjang dan raut wajahnya pun mulai terlihat lebih tenang dari sebelumnya.


Joe menghampiri tempat tidur Shakila kemudian meraih tangan mungilnya.


"Shakila, maafkan Daddy. Selama ini Daddy dan Mommy terlalu disibukkan dengan kegiatan kami dan tidak bisa menemanimu seperti janji kami padamu, Nak."


Joe menciumi tangan mungil itu dengan mata berkaca-kaca.


"Om," sapa Marissa.


Joe berbalik dan menatap Marissa yang kini berjalan menghampirinya.


"Nanti jika Sofia melahirkan, bolehkah Shakila tinggal bersamaku untuk sementara waktu? Aku yakin, kalian akan disibukkan dengan kedatangan bayi kembar kalian dan aku takut Shakila--"


Ucapan Marissa tertahan. Ia tidak ingin melanjutkan perkataannya dan Marissa pun yakin bahwa Joe mengerti apa maksudnya.


Joe terdiam sejenak sembari menatap Marissa lekat. Wajah Joe terlihat sedih setelah mendengar penuturan Marissa saat itu. Terdengar hembusan napas berat yang baru saja dikeluarkan oleh Joe sebelum ia membalas ucapan Marissa.


"Maafkan kami, Nona. Karena pada akhirnya kami hanya menyusahkan kalian saja. Tapi, saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Shakila," lirih Joe dengan wajah tertunduk.


Marissa tersenyum sambil mengelus puncak kepala Shakila. "Tidak juga, Om. Aku tidak pernah merasa kalian menyusahkanku. Malah sebaliknya, aku sangat senang bisa ikut merawat gadis mungil ini."


Keesokan harinya.


Perlahan kondisi si kecil Shakira pun mulai berangsur membaik. Ia sudah bisa tertawa lagi seperti biasanya. Apalagi sekarang Marvel dan Melvin juga turut hadir di sana untuk menemani Shakila.

__ADS_1


"Sore ini kita akan kembali ke rumah kita, Nak," ucap Joe dengan wajah semringah menghampiri tempat tidur Shakila.


"Benarkah? Wah, itu artinya kita bisa berkumpul lagi seperti biasanya bersama Shakila, Marvel, Melvin," ucap Marissa sambil tersenyum lebar menatap kedua bocah kembarnya.


"Yeeeyyy!" seru Melvin. Sedangkan Marvel hanya diam sambil menyunggingkan senyuman manisnya.


Baru saja Joe ingin memberikan kecupan ke kening Shakila, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Joe menerima panggilan tersebut dengan cepat setelah tahu bahwa yang mencoba menghubunginya adalah Sofia.


"Ya, Sayang?"


"Mas, perutku tiba-tiba saja sakit dan ada sedikit noda yang keluar dari daerah sensitifku."


Suara Sofia terdengar cemas di seberang telepon dan hal itu membuat Joe panik.


"Benarkah? Sebaiknya cepat kamu minta Bodyguard mengantarkanmu ke Rumah Sakit. Aku khawatir tidak akan sempat jika aku yang menjemputmu kesana. Aku akan menunggu di depan," sahut Joe.


"Ada apa, Om?" tanya Marissa penasaran setelah melihat ekspresi cemas Joe.


"Sepertinya Sofia akan segera melahirkan, Nona," sahut Joe sembari meletakkan ponselnya ke samping telinga dan mencoba menghubungi salah satu Bodyguardnya.


"Hallo, bagaimana Istriku?"


"Tenang Tuan Joe, Nona Sofia sudah di bawa ke Rumah Sakit dan Anda tinggal menunggunya di lobby," sahut Bodyguard.


"Baik, terima kasih."


Setelah memutus panggilannya, Joe bergegas menuju lobby untuk menunggu kedatangan Sofia bersama para media yang sudah bersiap disana.


...***...

__ADS_1


__ADS_2