Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 284


__ADS_3

Akhirnya, Ujian Akhir Sekolah Nona Kitty berakhir dan seperti janji Tuan Emon, ia akan segera melamar gadis itu untuk menjadi calon istrinya.


"Mac, bagaimana penampilanku? Aku sudah keren, 'kan?" tanya Dylan kepada Mac yang sudah menunggunya sejak beberapa jam yang lalu.


"Ya tentu saja, Tuan Dylan. Anda terlihat sangat keren." Wajah Mac terlihat lelah, ia sudah menunggu lelaki itu hingga berjam-jam lamanya.


Dylan tersenyum puas setelah mendengar jawaban dari Mac. Namun, bukannya ikut melangkah menuju halaman depan bersama asistennya itu, Dylan malah menuju ke tempat yang lain.


"Sebaiknya kamu duluan saja, aku ingin berpamitan kepada Kakakku sebentar," ucap Dylan.


"Baiklah, Tuan."


Mac segera menuju halaman depan dimana para pelayan sudah menunggu dengan tidak sabar. Para pelayan itu mendapatkan tugas dari Dylan untuk membawakan berbagai macam seserahan untuk mempelai wanitanya.


Sementara Mac sudah tiba di halaman depan, Dylan pun sudah berada di dalam kamar sang Kakak yang sedang duduk termenung di tepian tempat tidurnya. Perlahan Dylan menghampiri wanita itu kemudian memeluknya.


"Kak, hari ini adalah acara lamaranku. Aku ingin melamar Maria untuk menjadi istriku. Masih sama seperti dulu, doakan acara hari ini lancar ya, Kak." Dylan melerai pelukannya kemudian menatap wanita itu sambil tersenyum hangat.


"Ya, semoga kamu bahagia, Dylan. Hingga maut memisahkan kalian," sahut wanita itu.


Hari ini wanita itu terlihat sangat tenang walaupun ia masih suka duduk sendirian sambil termenung. Wajahnya pun lebih teduh dari biasanya dan Dylan berharap dengan mendapatkan restu dari sang Kakak, acara hari ini tidak ada insiden jatuh pingsan lagi sama seperti acara pertunangan kemarin.


Dylan bangkit dari posisi duduknya kemudian melabuhkan ciuman hangat di puncak kepala Kakaknya. "Terima kasih atas doanya, Kak. Aku berangkat dulu ya, Kak."


Wanita itu tersenyum kemudian kembali ke posisinya semula. Diam sambil menatap kosong ke arah luar jendela. Sementara itu, Dylan bergegas menuju halaman depan dimana Mac dan para pelayannya sudah mengunggu.


"Mari kita berangkat," ajak Dylan sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


Mac membalas senyuman Dylan sembari membukakan pintu untuk lelaki itu. Setelah Dylan masuk ke dalam mobil tersebut, merekapun segera berangkat. Begitupula para pelayan yang bertugas membawa berbagai seserahan untuk calon istrinya.


Di kediaman Tuan Marcello.


"Wah, cantiknya Miss Kittynya Mommy," ucap Marissa sambil memperhatikan Maria yang masih di rias oleh MUA profesional, yang sengaja dipanggil oleh Marissa untuk menyambut hari spesial gadis itu.


"Ngomong-ngomong, kamu mengundang teman-teman sekolahmu gak sih, Maria?" tanya Marissa sambil menautkan kedua alisnya karena gadis itu tidak pernah menyinggung soal teman sekolahnya sekalipun.


"Gak. Ngapain? Palingan nanti mereka bikin gosip miring tentang Maria. Biarin ajalah, lebih baik mereka tidak usah tahu," sahut Maria acuh.


"Ish, kamu ini."


Selang beberapa saat, Maria pun selesai di rias. Gadis itu terlihat cantik sempurna, persis seperti Mommynya ketika masih muda. Apalagi dengan gaun indah yang kini membalut tubuh moleknya, semakin sempurnalah penampilan gadis itu.


"Mommy yakin, Dylan pasti akan terpelongo melihat kecantikanmu, Gadis Daddy," ucap Marissa sembari menuntun gadis itu menuju tempat diadakannya pesta lamaran hari ini.


"Kamu lihat itu, Maria! Oma dan Opa pun sudah tiba," ucap Maria seraya melambaikan tangannya ke arah Ayah dan Ibunya. Riyadh dan Dian pun membalas lambaian tangan Marissa sambil tersenyum lebar.


"Semoga Maria dan Om Dylan bisa seperti Oma dan Opa. Lihat mereka, sudah setua itu mereka tetap mesra." Maria pun ikut melambaikan tangan kepada Oma dan Opanya.


"Ya, tentu saja, Maria."


Tidak lama setelah Maria tiba di tempat acara, rombongan Dylan pun juga tiba disana. Dylan berjalan dengan gagahnya menuju ruang acara bersama iring-iringan pelayan yang membawa berbagai macam seserahan untuk Maria.


"Ya ampun! Om Dylan tampan sekali," pekik Maria yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan lelaki itu.


Tuan Marcello dan Marissa segera menyambut kedatangan Dylan beserta rombongannya kemudian menuntunnya ke ruang acara. Setelah Dylan dan para rombongannya duduk, pembawa acara pun segera memulai acara lamaran tersebut.

__ADS_1


Setelah melewati serangkaian acara, kini tiba saatnya perwakilan dari Tuan Dylan menyampaikan maksud kedatangan mereka. Yang menjadi perwakilan Tuan Dylan kali ini adalah asistennya sendiri, Mac. Mac mengutarakan maksud kedatangan rombongan mereka ke tempat itu dan sekarang tinggal menunggu jawaban dari yang bersangkutan.


"Bagaimana, Nona Maria Silvana Alexander? Bersediakah kamu menerima lamaran dari Tuan Dylan Elliot Carter?" tanya Pembawa Acara.


"Ya! Aku menerimanya," sahut Maria dengan sangat antusias.


Semua orangpun bertepuk tangan dengan suka cita. Mereka turut bahagia sama seperti yang dirasakan oleh pasangan yang sedang berbahagia tersebut.


Setelah lamarannya resmi diterima, Dylan menyerahkan seserahan yang mereka bawa kepada pihak Maria. Dengan wajah semringah, Marissa pun segera menyambut seserahan tersebut.


. . .


"Oh, mereka manis sekali ya," ucap Aira saat memperhatikan Dylan dan Maria yang kini bersanding di singgasana mereka sambil berfoto-foto ria.


"Kita pun akan menjadi pasangan yang manis seperti mereka jika kamu bersedia menerimaku sebagai calon suamimu, Nona Aira," ucap Melvin sembari memperlihatkan sebuah cincin berlian tepat di hadapan gadis itu.


Aira membulatkan matanya dengan sempurna. "Kamu serius?"


"Ya, sangat-sangat serius!" sahut Melvin sambil tersenyum hangat kepada gadis itu.


"Tapi ... aku tidak percaya. Apalagi kamu tahu apa profesiku selama ini," ucap Aira dengan wajah tertunduk.


"Percayalah, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, Aira. Aku mencintai dirimu apa adanya, bukan karena ada apanya. Bagaimana?"


Aira mengangkat kepalanya dengan mata yang terlihat berkaca-kaca. "Aku terima!"


Aira menghambur ke pelukan Melvin dan lelaki itupun segera membalas pelukannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2