Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 43


__ADS_3

Lelaki itu bangkit dari tempat duduknya dan bersiap pergi dari ruangan itu. Namun, langkahnya terhenti ketika Sarrah berucap.


"Eh, Pelayan! Bisa saja, 'kan Gadis itu sedang berada disalah satu ruangan didalam Mansion ini?! Mansion sangat ini luas dan besar! Jadi, jangan dilebih-lebihkan seperti itu deh," kesal Sarrah.


"Ya, Pelayan, apa yang dikatakan oleh Sarrah ada benarnya. Coba cari keseluruh ruangan yang ada di Mansion ini, siapa tahu dia ada disana," sela Marcello, mencoba menenangkan diri sendiri yang sudah mulai panik.


Pelayan itu menggelengkan kepalanya yang tertunduk. "Sudah, Tuan. Saya sudah meminta beberapa Pelayan lain untuk mencari keberadaan Nona Marissa tetapi tetap sama, Nona Marisa tidak ada dimana-mana," sahutnya.


"Tidak! Ini tidak boleh terjadi," gumam Marcello sembari melangkahkan kakinya dengan cepat.


Sarrah benar-benar merasa kesal, ia memutarkan kedua bola matanya dan memasang wajah malas.


"Cari perhatian lagi tuh, Gadis! Sampai kapan sih dia akan terus seperti itu?!" hardiknya sambil melemparkan sendok dan garpu yang ada di tangannya.


Sarrah pun bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah menyusul Marcello dan Pelayan itu.


"Dimana Joe!" tanya Marcello kepada Pelayan yang masih berjalan mengikutinya.


"Ada didepan, Tuan."


"Panggil dia, cepat!" titah Marcello


"Baik, Tuan."


Pelayan itu bergegas menyusul Joe yang sedang berbincang bersama para Bodyguard di depan. Dengan tergesa-gesa, Pelayan itu menghampiri Joe dan juga anak buahnya itu.


"Tu-tuan Joe, Tuan Besar memerintahkan Anda untuk segera menemuinya," ucap Pelayan itu terbata-bata.


Joe menautkan kedua alisnya saat menatap Pelayan itu. Apalagi ketika melihat wajah paniknya.


"Sebenarnya ada apa, Pelayan? Kenapa wajahmu seperti itu, seperti orang yang baru saja melihat hantu."

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Tetapi saya rasa ini lebih menakutkan dari pada melihat hantu. Kita semua akan mendapatkan masalah karena Nona kesayangan Tuan Besar menghilang," sahutnya.


"Apa?! Bagaimana bisa!" pekik Joe.


Tanpa basa-basi lagi, Joe bergegas masuk kedalam Mansion dan mencari keberadaan Tuan Marcello. "Bencana besar akan segera dimulai!" gumam Joe.


Sementara itu, di ruang utama.


"Kumpulan semua Pelayan, Bodyguard dan juga Penjaga keamaan disini, cepat!!!" titah Marcello dengan wajah memerah.


Tidak berselang lama, Joe dan para Bodyguardnya tiba diruangan itu. Mereka segera menghampiri Marcello yang sedang panik. Marcello menatap Joe dengan wajah masam membuat nyali Joe menciut.


"Busyet wajahnya!" batin Joe.


Joe, para Bodyguard dan seluruh Pelayan sudah berkumpul di ruangan itu, tepat dihadapan Marcello.


"Untuk seluruh Pelayan dan Bodyguard cari Marissa diseluruh Mansion ini! Dan kamu, Joe, ikut aku! Kita cek rekaman CCTV," titah Marcello.


Setibanya diruangan tersebut, Joe segera melakukan tugasnya, mengecek hasil rekaman CCTV.


"Joe, mulai dari kamarnya!" titah Marcello.


"Baik, Tuan."


Joe mulai memeriksa hasil rekaman CCTV didalam kamar Marissa. Joe yang gugup serta sedikit takut, tiba-tiba saja meng-klik hasil rekaman beberapa waktu yang lalu, yang terjadi dikamar Marissa.


Di layar monitor nampak Marcello dan Marissa tengah berdebat dan tiba-tiba Marcello meraih tubuh Marissa hingga handuk yang Gadis itu kenakan melorot ke lantai. Nampaklah tubuh seksi Marissa yang polos tanpa sehelai benang sedang berada didalam pelukan lelaki itu.


Marcello membulatkan matanya dengan sempurna. "Hei, Joe! Kenapa jadi rekaman ini yang kamu putar, dasar bodoh!" hardiknya sambil menyentil kepala Asistennya itu.


Wajahnya memerah karena malu. Kejadian memalukan itu malah dilihat oleh Asistennya sendiri.

__ADS_1


"Ehm, ma-maafkan saya, Tuan. Saya salah klik," sahut Joe dengan terbata-bata.


"Tuan Marcello, Tuan Marcello, kenapa tidak diakui saja kalau Anda mencintai Gadis itu, ribet amat! Lagipula Nona Marissa bukanlah anak kandung Anda," gumamnya.


"Kamu bicara apa?!" Rupanya Marcello tahu bahwa Joe sedang bergumam, tetapi tidak mendengar jelas apa yang dikatakan oleh lelaki itu.


"Bukan apa-apa, Tuan."


Joe segera mengganti rekaman CCTV tersebut dengan kejadian yang baru saja terjadi.


"Itu dia, Joe! Lihat dia keluar dari kamarnya. Cek lagi bagian luar dan lihat kemana Gadis itu pergi!" pekik Marcello.


Setelah dilihat lebih jauh lagi, akhirnya rasa penasaran Marcello pun terjawab. Gadis itu memang kabur dari Mansionnya tanpa membawa apapun, hanya baju satu di badan.


"Ya, Tuhan. Icha ku kabur, Joe!"


Mata Marcello nampak berkaca-kaca. Ia tidak menyangka bahwa gadis kecilnya akan pergi meninggalkan dirinya. Dan yang membuat hati Marcello teriris adalah Gadis itu pergi tanpa membawa apapun.


"Segera perintahkan seluruh anak buahmu untuk mencari keberadaan Icha ku! Cari di kediaman Melinda, butiknya, rumah sahabatnya dan jangan lupakan, Fattan!!!"


"Baik, Tuan."


Marcello dan Joe kembali ke ruang utama kemudian menghampiri seluruh Pelayan dan Para Bodyguard yang sudah berkumpul disana.


"Tuan, kami tidak menemukan Nona Marissa dimanapun," tutur salah seorang Bodyguard.


"Percuma, Marissa sudah kabur. Sekarang kita berpencar dan mulai menyisir kota ini. Aku yakin sekali keberadaannya masih belum jauh," titahnya.


"Baik, Tuan!!!" jawab mereka serempak.


...***...

__ADS_1


__ADS_2