Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 232


__ADS_3

Di kantor.


Melvin nampak serius menatap layar laptopnya. Bibir lelaki tampan itu terus bergumam dan matanya tetap fokus pada layar.


Sejak tadi Marvel memperhatikan saudara kembarnya itu dengan seksama dan ia merasa ada sesuatu yang aneh pada Melvin sejak tadi pagi.


"Akira, Akira, Akira!" gumam Melvin sambil mengetik nama gadis itu di pencarian sebuah aplikasi sosial media.


"Ah, tidak ketemu. Sial!" kesal Melvin saat ia tidak menemukan gadis itu di antara ratusan orang yang bernama Akira.


Akhirnya Marvel tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia bangkit dari tempat duduknya yang nyaman, kemudian menghampiri Melvin yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Apaan, sih? Kok, kamu heboh sendiri," ucap Marvel sembari meraih laptop Melvin dan memutar benda tersebut ke arahnya dengan cepat.


Namun, Melvin pun tidak kalah cepat. Ia meraih kembali laptop tersebut kemudian menutupnya.


"Bukan apa-apa, Vel."


Melvin mengembangkan sebuah senyuman yang nampak aneh di mata Marvel dan hal itu membuat ia semakin penasaran.


"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan, Vin? Entah kenapa aku merasa gelagatmu terlihat aneh semenjak pulang dari pesta Tuan Felik."


Marvel menatap lekat Melvin dan ia berharap saudara kembarnya itu berkata jujur padanya. Melvin masih nampak ragu menceritakan tentang Akira kepada Marvel.

__ADS_1


"Vel, apa kamu percaya bahwa di dunia ini ada dua orang yang begitu mirip dan bahkan sangat mirip, hampir tidak bisa dibedakan. Tetapi, kedua orang itu sama sekali tidak ada hubungan darah?"


Marvel menautkan kedua alisnya. Masih menatap lekat saudara kembarnya itu tanpa berkedip sedikitpun.


"Mungkin saja. Aku pernah baca sebuah artikel tentang hal itu dan itu bisa saja terjadi."


"Benarkah?"


Melvin kembali teringat wajah cantik Akira yang begitu mirip dengan Shakila. Bahkan suara mereka pun terdengar sama. Mungkin, jika seandainya malam itu Shakila tidak mengangkat panggilannya, Melvin akan kekeh mengatakan bahwa Akira adalah Shakila.


"Sebenarnya ada apa, Vin? Jangan buat aku penasaran," tanya Marvel yang kini duduk di tepian meja Melvin.


"Ehm, sebenarnya ...." Melvin kembali terdiam sejenak sebelum ia melanjutkan ucapannya.


Marvel menganggukkan kepalanya. "Ya, aku tahu. Makanya aku menolak untuk hadir ke pesta itu," jawabnya tanpa peduli bagaimana ekspresi wajah Melvin saat itu.


"Sialan, ternyata kamu sengaja memerintahkan aku pergi ke pesta itu agar kamu bisa menghindarinya, ya?!" kesal Melvin sembari memasang wajah malas pada Marvel.


Marvel terkekeh pelan sambil menepuk pundak Melvin yang sedang kesal.


"Maaf."


"Dasar!" kesal Melvin sambil menggelengkan kepalanya menatap Marvel yang masih terkekeh.

__ADS_1


"Lalu?" lanjut Marvel yang kini semakin penasaran.


"Tuan Felix mengundang salah satu penari erotis untuk menemani pesta kecil kami, namanya Akira. Apa kamu pernah mendengar namanya? Kata Tuan Felix, tidak mudah mendapatkan gadis itu karena gadis itu sangat pilih-pilih," tutur Melvin.


Marvel nampak berpikir. "Akira? Sepertinya aku pernah dengar namanya. Memangnya ada apa sama si Akira ini? Jangan katakan kalau kamu terpincut dengan gadis nakal itu, ya!" Marvel mulai mengingatkan Melvin.


"Bukan itu masalahnya, Vel. Masalahnya gadis yang bernama Akira itu begitu mirip sama Shakila! Bahkan aku sempat memarahinya karena aku kira dia adalah Shakila," ucap Melvin dengan sangat antusias kepada Marvel.


Marvel terkekeh pelan setelah mendengar ucapan Melvin saat itu. "Mungkin saat itu rabunmu sedang kumat, Vin. Makanya gadis penari itu kamu bilang mirip sama Shakila."


"Ya, Tuhan! Marvel, aku serius! Gadis itu sangat mirip sama Shakila bahkan seandainya mereka berdiri berdampingan, aku tidak akan bisa membedakan mana Shakila dan yang mana Akira! Apa mungkin Akira adalah kembaran Shakila?"


Marvel menautkan kedua alisnya. "Tidak mungkin lah, Vin. Bukankah kita semua tahu, Shakila adalah anak pertama Om Joe dan dia tidak punya kembaran," sahut Marvel.


Karena pada saat Joe dan Sofia mengadopsi Shakila, Marvel dan Melvin masih sangat kecil dan mereka sama sekali tidak ingat bahwa Shakila hanyalah seorang anak adopsi.


"Kamu memang benar, tapi bagaimana mereka bisa begitu mirip padahal mereka tidak memiliki hubungan darah?"


"Sebaiknya selidiki terlebih dahulu, Vin. Siapa tahu tadi malam matamu memang sedang kumat, 'kan!" ucap Marvel yang masih tidak percaya dengan ucapan Melvin.


Marvel turun dari meja Melvin kemudian berjalan menuju meja kerjanya. Ia duduk di sana sembari memperhatikan wajah Melvin yang masih terlihat penasaran.


"Aku yakin sekali, mataku tidak salah lihat. Wajah gadis itu memang benar-benar mirip sama Shakila. Aku harus memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa bertemu lagi dengan gadis itu! Apa aku harus menyewa jasanya?" gumam Melvin sambil mengelus tengkuknya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2