Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 72


__ADS_3

"Maafkan aku, Dad."


Kepala Marissa tertunduk sedih. Ia benar-benar menyesal karena sudah membuat lelaki itu kerepotan. Marcello meraih wajah Marissa yang tertunduk kemudian bersitatap dengan gadis itu sambil tersenyum hangat.


"Tidak apa, Cha. Malah Daddy ingin berterima kasih padamu. Jika seandainya dirimu tidak hadir di antara aku dan Sarrah, mungkin sampai saat ini aku dan wanita itu akan tetap bersama. Dan yang lebih mengerikan lagi, mungkin aku dan Sarrah sudah sah menjadi suami-istri tanpa tau bagaimana sifat aslinya."


Marcello meraih tubuh gadis itu kemudian memeluknya dengan erat. Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di depan Mansion.


"Kamu kembalilah ke kamar, lakukan apa saja yang kamu suka. Daddy dan Joe ingin mengerjakan pekerjaan Daddy yang sempat tertunda," ucap Marcello ketika mereka memasuki Mansion.


"Kamar kita 'kan, Dad?" tanya Marissa memastikan.


"Ya, kamar kita."


Marissa tersenyum lepas, ia bergegas menuju kamar utama dan ingin segera melakukan ritual mandinya. Ketika menuju kamar tersebut, ia berpapasan dengan salah seorang Pelayan.


"Ehm, Bi. Pindahkan seluruh barang-barangku ke kamar utama. Sekarang aku akan tidur bersama suamiku," ucap Marissa semringah.


Pelayan menganggukkan kepalanya walaupun ia merasa heran. Ia masih belum tahu soal pernikahan dadakan yang terjadi antara Marissa dan Big Bossnya. Yang mengetahui tentang pernikahan itu hanya Joe dan juga para Bodyguard.


"Suami? Sejak kapan mereka menikah?" gumam Pelayan itu.


Tidak butuh waktu lama untuk menyebarkan berita itu, dalam waktu hitungan menit, seisi Mansion shok mendengar isu pernikahan Ayah dan Anak itu. Mereka saling menggosip dengan bersembunyi-sembunyi. Tanpa sepengetahuan Joe dan para Bodyguardnya.

__ADS_1


Coba saja jika mereka berani menggosipkan masalah pribadi Tuan Marcello dan manusia-manusia dingin itu mengetahuinya (Joe dan para Bodyguard), maka bersiap-siaplah untuk di tendang dari Mansion.


Sementara gosip panas sedang menyebar, Marissa malah sedang asik berendam di Bath Up mewah kesayangan Marcello. Beberapa kali gadis itu berdecak kagum melihat kemewahan kamar mandi lelaki itu.


"Tuan Marcello memang benar-benar aneh, membuat kamar mandi semewah ini. Sebenarnya dia itu ingin mandi dan membuang hajat atau bercinta ditempat ini," gumam Marissa sambil terkekeh pelan memperhatikan sekeliling ruangan itu.


"Eh, ngomong-ngomong soal 'Bercinta', apa Tuan sudah siap bercinta denganku?!" gumamnya lagi. "Sepertinya aku harus bersiap untuk malam ini!"


Marissa mempercepat ritual mandinya dan segera kembali ke kamar yang kini sudah berubah 100 persen. Barang-barang milik Tuan Marcello yang dulu, sudah dikeluarkan semua.


"Gawat, aku tidak punya lingerie seksi untuk menyambutnya malam ini! Bodoh, kenapa aku tidak membelinya?"


Marissa meraih ponselnya kemudian membuka aplikasi Online Shop yang menjual lingerie seksi di sekitaran kotanya. Diantara banyaknya Online Shop yang menjual barang yang ia cari, ada sebuah toko yang akhirnya ia pilih. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, Ownernya pun bersedia mengantarkan barangnya sekarang juga.


Gadis itu memilih banyak sekali lingerie seksi dengan berbagai gaya kemudian memesannya dengan sistem COD karena saat ini ia tidak memegang kartu apapun. Setelah semuanya selesai, Marissa pun tinggal menunggu kedatangan sang pengantar paket.


Mau tau apa yang dilihat oleh gadis itu?  Ia sedang menonton video dewasa dan belajar berbagai gerakan disana. Ia benar-benar mempersiapkan dirinya untuk bertempur hebat bersama lelaki dewasa itu malam ini.


"Ok, ok! Aku akan mempraktekkan berbagai macam gaya dengannya. Aku ingin menguasai tempat tidur ini nanti malam, biar Tuan Marcello kewalahan dan tidak lagi menganggapku anak kecil!" ucapnya dengan semangat menggebu-gebu.


Tiba-tiba saja salah seorang Pelayan mengetuk pintu kamarnya dan memberitahukan bahwa barang pesanannya sudah tiba.


"Benarkah?! Baiklah, aku akan segera ke bawah!" ucap Marissa.

__ADS_1


Gadis itu bergegas menuju ruang pribadi Marcello untuk meminta lelaki itu membayar semua barang yang ia beli. Ketika ia membuka pintu ruangan itu, nampak Marcello dan Joe tengah serius dengan pekerjaan mereka.


"Ada apa, Cha?" tanya Marcello ketika kepala Marissa muncul dibalik pintu ruangannya.


"Dad, aku memesan sesuatu dan aku butuh uang untuk membayarnya."


"Baiklah. Joe tolong kamu urus pembayarannya." sahut Marcello tanpa melihat kearah Marissa.


Marissa menekuk wajahnya saat itu. Ia merasa kesal karena lelaki itu lebih tertarik kepada berkas-berkasnya dari pada dirinya yang sudah tampil cantik.


"Mari, Nona. Sebaiknya cepat, kami masih sibuk dan ini semua gara-gara Nona," keluhnya.


"Loh, kok gara-gara aku?!" Marissa sewot dan tidak terima ketika Joe menyalahkannya.


"Tentu saja ini salah Anda, Nona. Seandainya Anda tidak melakukan kesalahan konyol itu, mungkin pekerjaan kami tidak tertunda seperti ini," sahut lelaki itu dengan wajah dingin tanpa ekspresi


lk apapun.


Setibanya di depan gerbang, Pengantar paket tersebut segera menyerahkan barang pesanan Marissa dan Joe yang membayarnya.


"Sebenarnya apa yang dibeli oleh gadis itu hingga aku harus membayarnya sebanyak ini?" tanya Joe kepada Pengantar barang tersebut setelah Marissa pergi dan membawa barang pesanannya dengan dibantu oleh seorang Pelayan.


Lingerie, Tuan!" sahut Pengantar paket tersebut.

__ADS_1


"Lingerie?!" Tersungging sebuah senyuman tipis di wajah dingin Joe setelah mendengar jawaban dari lelaki tersebut.


...***...


__ADS_2