
Dua tahun kemudian.
Semua orang di mansion sedang disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan. Mereka tengah mempersiapkan acara ulang tahun untuk Marvel dan Melvin yang akan dilaksanakan besok hari. Bukan hanya para pekerja mansion, Sofia pun begitu sibuk membantu para pekerja di mansion.
Sementara itu.
Joe sedang di perjalanan menuju sebuah panti asuhan, dimana dulu Marcello mengadopsi Marissa. Rencananya, Tuan Marcello dan Marissa ingin mengundang seluruh anak panti untuk meramaikan acara ulang tahun anak kembarnya, Marvel dan Melvin. Ia memerintahkan Joe untuk mengantarkan undangan ulang tahun si kembar langsung ke tempat itu.
Sesampainya disana, kedatangan Joe disambut oleh Kepala Panti Asuhan. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat menyambut kedatangan Joe.
"Selamat siang, Tuan Joe." Wanita paruh baya tersebut mengulurkan tangan kepada Joe dan segera disambut oleh lelaki itu.
"Selamat siang juga, Bu."
"Silakan duduk, Tuan Joe. Maaf tempatnya agak berantakan, maklum anak-anak suka bermain di ruangan ini," ucap Bu Kepala Panti sembari mempersilakan Joe untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Tidak masalah, Bu."
Perlahan Joe mendudukkan tubuhnya di sofa tersebut sembari memperhatikan sekeliling ruangan tersebut. Tiba-tiba saja matanya tertuju pada salah seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi mungil. Untuk sejenak, perhatiannya teralihkan kepada bayi mungil yang sedang di gendong oleh salah satu pengurus panti tersebut.
"Maaf, Tuan Joe. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bu Kepala Panti ketika Joe terdiam tanpa bicara sepatah katapun dengan mata tertuju pada salah satu pengurus Panti.
__ADS_1
Perhatian Joe kembali teralihkan ketika Bu Kepala Panti tersebut bertanya padanya. "Ehm, iya. Maafkan, saya. Sebenarnya saya ke sini karena diperintahkan oleh Tuan Marcello untuk mengantarkan undangan ulang tahun anak kembarnya. Marvel dan Melvin yang akan dilaksanakan besok."
Joe menyerahkan sebuah undangan kepada Bu Kepala Panti dan segera disambut oleh wanita paruh baya itu sambil tersenyum hangat. Bu Kepala Panti memperhatikan undangan tersebut kemudian berucap.
"Ya, sebenarnya Tuan Marcello sudah menyampaikan hal ini jauh hari kepada saya. Kami semua merasa sangat bangga karena Tuan Marcello bersedia mengundang kami untuk kesekian kalinya, ke mansion mewahnya," ucap Bu Kepala Panti.
"Oh ya, Bu. Soal transportasi, Anda tidak perlu khawatir. Masih seperti dulu, Tuan Marcello yang mempersiapkan semuanya. Anda dan anak-anak hanya mempersiapkan diri saja, nanti akan ada bus yang menjemput kalian di sini."
Setelah berbincang lama, Joe pun ingin segera pamit. Masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan setelah ini. Sebelum pergi dari tempat tersebut, Joe kembali memperhatikan salah satu pengurus panti yang sedang menggendong bayi mungil tersebut.
Karena saking penasaran, Joe memberanikan diri untuk bertanya kepada Bu Kepala Panti tentang bayi mungil tersebut.
"Tentu saja, Tuan." sahut Bu Kepala Panti sambil tersenyum hangat.
"Apakah bayi mungil yang sedang di gendong oleh wanita itu adalah anaknya?" tanya Joe sembari menunjuk ke arah wanita itu.
"Oh, itu? Bukan, Tuan. Bayi tersebut merupakan salah satu penghuni baru kami. Baru kemarin dia diserahkan oleh orang-orang kampung yang menemukannya di pinggir jalan."
"Benarkah?" Joe semakin penasaran. Ia menghampiri wanita yang sedang menggendong bayi mungil tersebut.
"Bolehkah saya menggendongnya?" pinta Joe sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Oh, tentu saja, Tuan."
Wanita itu menyerahkan bayi mungil tersebut kepada Joe dan disambut oleh Joe dengan sangat hati-hati.
"Laki-laki atau--"
"Bayi perempuan, Tuan. Dia sangat cantik, bukan?" sela wanita itu.
Joe menganggukkan kepalanya. "Ya, dia bayi yang sangat cantik."
Joe kembali menyerahkan bayi mungil itu kepada sang pengasuh kemudian Joe pun meneruskan langkahnya menuju halaman depan panti.
"Terima kasih atas waktunya, Bu. Saya permisi dulu."
"Sama-sama, Tuan Joe. Malahan saya yang seharusnya berterima kasih kepada Anda," sahut Bu Kepala Panti yang mengantarkan kepulangan Joe hingga ke halaman depan panti.
Setelah berpamitan, Joe pun segera masuk ke dalam mobilnya kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.
Note: Maafkan Author ya, part kali ini pendek sangat 🙏🙏🙏 tapi Author janji akan up lagi setelah ini, kok 😆😄
...***...
__ADS_1