Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 128


__ADS_3

"Te-terima kasih, Tuan," ucap Sofia dengan bibir bergetar.


"Ini tidak gratis, kamu harus membayarnya," jawab Joe ketus dengan wajah dingin menatap Sofia.


Sofia menekuk wajahnya. Tadinya ia begitu terkagum-kagum melihat sosok Joe yang begitu tangguh, bagai seorang pahlawan super yang datang menyelamatkannya, tiba-tiba saja menjadi ilfil setelah mengetahui bahwa lelaki itu pamrih. Menginginkan sesuatu di balik pertolongan yang ia lakukan.


"Be-berapa yang harus aku bayar, Tuan. Aku tidak punya uang lagi. Uangku hanya ini," lirih Sofia sembari memperlihatkan uang yang tadi diambil preman.


Selembar uang kertas berwarna biru dan sisanya hanya uang perak dan beberapa lembar uang 5000-an. Joe melirik jumlah uang yang ada di atas telapak tangan Sofia sambil berdecih.


"Cih, aku tidak butuh uangmu yang tidak seberapa itu. Aku butuh dirimu, kemarilah!" titah Joe.


Mendengar jawaban dari Joe, Sofia malah ketakutan. Tubuhnya bergetar dan tangannya menggenggam erat baju yang sedang ia kenakan. Joe yang tadinya melangkah, tiba-tiba kembali berbalik setelah sadar gadisnya itu tidak mengikutinya.


"Kenapa diam disitu?!" ketus Joe.


"Ja-jangan macam-macam padaku, Tuan! Aku memang miskin, tetapi aku masih punya harga diri, aku tidak akan menjual tubuhku kepadamu," ucapnya sambil mundur beberapa langkah kebelakang.


Joe bergidik ngeri mendengarnya jawaban gadis itu. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Sofia salah mengartikan ucapannya barusan. Joe menghampiri gadis itu kemudian mendorong kepala gadis itu dengan jari telunjuknya.


"Yang ingin menikmati tubuhmu, siapa? Hhhh, yang benar saja! Kamu itu bukan tipeku. Kamu kasih gratis pun, aku tidak mau."

__ADS_1


Sofia menghembuskan napas lega sambil terkekeh pelan. "Syukurlah kalau begitu. Untung Tuan tidak bernapsu dengan tubuhku," gumamnya, tetapi masih terdengar jelas di telinga lelaki itu.


"Jangan banyak bicara, sekarang ikuti aku!" titahnya.


"Baik, Tuan!" jawab Sofia dengan penuh semangat.


Walaupun Sofia tidak tahu bayaran seperti apa yang harus ia berikan kepada lelaki itu. Namun, ia akan melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Joe selama lelaki itu tidak meminta dirinya menemani di atas tempat tidur.


Joe menuntun Sofia menuju mobilnya dan setibanya ditempat itu, Joe kembali membahas masalah bodi mobil yang penyok tersebut.


"Kamu lihat penyok ini? Akibat perbuatanmu ini, aku mendapat teguran dari Bossku dan yang lebih parahnya lagi, aku harus ganti rugi dengan gajiku. Oleh sebab itu, aku ingin kamu mengganti semua uang yang akan aku keluarkan untuk membayar perbaikan mobil ini,"


Joe mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar penuturan Sofia saat itu. Joe teringat akan wanita paruh baya yang kemarin menyambut kedatangan gadis itu dan ia yakin, wanita berwajah pucat itu adalah Ibu dari Sofia.


"Sebenarnya Ibumu sakit apa?"


"Ada masalah pada ginjalnya, Tuan. Ibu sudah bolak-balik rumah sakit dan sekarang Ibu sudah pasrah," sahut Sofia dengan kepala tertunduk.


Joe menghembuskan napas berat, kemudian melangkah menuju pintu mobil disamping kiri kemudian membukanya. "Sekarang masuklah," titah Joe.


Sofia sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya ia masuk dan duduk didalam mobil sambil berdecak kagum. Sedangkan Joe segera menyusul gadis itu, dengan duduk di depan kemudi.

__ADS_1


"Wah, Tuan. Aku tidak tahu mimpi apa semalam, hingga hari ini saya bisa duduk di dalam mobil semewah ini," ucap Sofia sambil menepuk jok yang sedang ia duduki.


"Seandainya aku punya hape canggih seperti teman-temanku, mungkin aku akan berfoto selfie di dalam mobil ini kemudian menguploadnya ke medsos," sambungnya sambil terus memperhatikan mobil Joe dengan seksama.


"Ternyata kamu itu banyak omong. Nanti jika kita sudah tiba di Mansion, sebaiknya tutup mulutmu. Bicaralah yang penting-penting saja. Apalagi dihadapan Tuan Marcello dan Nona Marissa. Mereka bisa pusing mendengar suara berisikmu, ucap Joe sambil melajukan mobil tersebut menuju Mansion.


"Mansion, Tuan Marcello, Nona Marissa? Siapa mereka?" tanya Sofia kebingungan.


"Untuk mengganti kerugianku, kamu harus ikut bekerja di Mansion sebagai Pelayan disana. Dan kedua orang itu adalah Bossmu, sang pemilik Mansion. Jangan sampai membuat mereka kecewa, apalagi saat ini Nona kami tengah hamil muda, jangan membuat kesalahan sedikitpun jika tidak ingin di pecat."


"Bekerja? Sebagai Pelayan? Serius, Tuan?" tanya Sofia dengan mata membulat sempurna.


"Ya! Dan berhentilah melotot seperti itu, apa kamu ingin matamu keluar dari pelupuknya?"


"Ah ya, maaf, Tuan. Aku terlalu senang mendengarnya. Selama ini aku sudah berusaha mencari pekerjaan kesana-kemari, tetapi tak ada yang bersedia menerimaku. Mungkin karena aku hanya lulusan SMP dan tidak memiliki keahlian apapun," lirihnya.


"Kalau begitu bersyukurlah karena aku akan memperkerjakanmu dengan gaji diatas rata-rata. Dan jangan lupa untuk mencicil uang ganti rugi padaku."


"Siap, Tuan!" jawab Sofia dengan penuh semangat.


...***...

__ADS_1


__ADS_2