Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 300 Happy Ending


__ADS_3

"Ya, Tuhan! Benarkah?!" pekik Marissa sambil menitikkan air matanya saat menatap kedua pasangan kembar yang sedang berdiri di hadapannya.


Kedua pasangan kembar itupun menganggukkan kepalanya secara bersamaan. "Ya, Mom. Itu benar."


"Sebentar-sebentar!"


Marissa berlari kecil menuju Tuan Marcello yang masih berjalan dengan santainya menuju ruang utama. Ia menghampiri lelaki itu kemudian memeluknya dengan erat.


"Kenapa sih, Cha?" tanya Marcello yang nampak kebingungan melihat Marissa menagis dalam pelukannya.


Ia menatap kedua anaknya juga kedua menantunya yang sedang tersenyum sambil memperhatikan dirinya dan Marissa.


"Tuhan memberikan kita hadiah yang begitu istimewa di tahun ini, Dad. Bayangkan, kita akan memiliki beberapa cucu dalam waktu yang hampir bersamaan!" pekik Marissa sambil melerai pelukannya bersama lelaki itu.


"Beberapa cucu?" Marcello nampak berpikir sejenak sambil mencerna apa yang diucapkan oleh Marissa barusan. Setelah beberapa detik kemudian, ia pun tersenyum lebar sambil menatap kedua anak dan menantunya.


"Jadi ...?!"


"Ya, Dad. Shakila dan Aira sedang hamil dan anehnya usia kandungan mereka pun hampir sama."


Marcello menepuk jidatnya sambil tertawa pelan. Ia mengangkat tubuh Marissa dan membawanya berputar bersamanya, tetapi hanya sebentar setelah itu ia meringis kesakitan.


"Awas, Dad! Ingat pinggangmu," pekik Marissa saat dibawa Marcello berputar bersamanya.


Baru satu putaran, Marcello kembali meletakkan tubuh Marissa. "Aduh, pinggangku!" pekiknya.


"Tuh 'kan ... kubilang juga apa!"


Marissa panik kemudian menuntun lelaki itu menuju sofa ruang utama untuk beristirahat. Bukan hanya Marissa yang panik, kedua pasangan kembar itupun ikut panik saat melihat Daddy mereka kesakitan.


"Daddy sih, sudah tua juga. Masih aja sok-sokan mau membopong tubuh Mommy," ucap Melvin.

__ADS_1


"Ih, siapa bilang Daddy sudah tua? Daddy masih muda dan kekuatan Daddy lebih dari dugaan kalian," elaknya yang tidak terima jika dirinya dikatakan sudah tua.


"Sudahlah, Dad. Mengaku saja, kasihan pinggangmu kalau kamu terus-terusan mengaku masih muda," sela Marissa sambil memeluk tubuh lelaki itu dari samping.


"Ya, ya ... baiklah. Daddy mengaku kalau Daddy sudah tua buktinya Daddy akan jadi opa untuk banyak cucu. Ya 'kan, Cha?"


"Ya," sahut Marissa sambil menganggukkan kepalanya pelan.


Ya, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk keluarga Tuan Marcello. Tidak lama lagi mansion mereka akan ramai dengan suara tangisan banyak bayi. Bayi dari si kembar Marvel dan Melvin, juga bayi dari putri kesayangan mereka, Maria.


***


💗 SATU TAHUN KEMUDIAN 💗


Tuan Marcello mengadakan acara syukuran besar-besaran untuk menyambut kelahiran semua cucu-cucunya yang lahir dengan selamat tanpa kurang apapun, di mansionnya yang megah itu.


Seluruh kerabat, rekan kerja dan masyarakat disekitar mansionnya diundang ke acara specialnya itu.


Tuan Marcello dan Marissa, Marvel dan Shakila dengan sepasang bayi kembar, Melvin dan Aira juga dengan sepasang bayi kembar, Maria dan Dylan bersama bayi laki-laki mereka.


Tidak ketinggalan, keluarga besar Tuan Joe dan Sofia dengan kedua anaknya, Lea dan Leo. Serta keluarga besar Tuan Riyadh dan Dian Maharani bersama Zaid dan Arsya.


Jangan lupakan pasangan Erika dan Fattan bersama Alifa yang juga tidak ingin ketinggalan.


Setelah selesai melakukan pemotretan, mereka pun kembali ke acara pesta tersebut.


"Lihatlah, Daddy. Siapa yang menyangka bahwa kita akan diberikan lima cucu sekaligus," ucap Marissa sembari memeluk tubuh Marcello.


"Ya, padahal sebelumnya aku sempat ragu. Aku takut Tuhan menjemputku sebelum aku sempat menimang seorang cucu. Tapi, sekarang Tuhan menjawab kekhawatiranku dengan memberikan aku lima cucu yang cantik-cantik dan tampan-tampan, Cha."


Marcello membalas pelukan Marissa kemudian melabuhkan kecupan hangat di puncak kepalanya.

__ADS_1


"Terima kasih, Marissa. Tanpa hadirmu, mungkin aku tidak akan sampai di titik ini,"


"Sama-sama, Dad. Daddy, berjanjilah padaku bahwa Daddy akan selalu menemaniku, hingga aku juga merasakan sakit pinggang, rambut yang berubah menjadi putih sempurna, kulit wajah yang keriput, gigi yang copot dan--"


Marcello tertawa pelan mendengar penuturan Marissa. "Mungkin saat itu aku sudah menunggumu disana, Cha. Aku sudah tua tidak mungkin rasanya aku bisa menemanimu hingga kamu berubah seperti yang kamu katakan," sahut Marcello dengan mata berkaca-kaca sambil mengelus kedua pipi Marissa.


"Tidak, Daddy! Jangan katakan itu. Ingatlah, kita akan selalu bersama hingga aku menua dan jika Tuhan ingin kita kembali, kita akan kembali bersama," ucap Marissa.


💗💗💗 END 💗💗💗



💗 Gadis Apes milik Hot Duda 💗


"Kamu lagi!" Zaid memutarkan bola matanya ketika Alifa kembali menghampirinya.


"Oh ayolah, Om! Aku tidak akan berhenti mengganggu Om sampai Om mengatakan 'Ya' kepadaku," ucap Alifa sambil menekuk wajahnya.


"Kamu itu masih bocah, Alifa! Tidak bisakan kamu mencari pasangan yang seumuran denganmu? Arsya mungkin? Dia lebih cocok denganmu dari pada aku. Aku sudah terlalu tua untukmu!"


"Arsya? Gak, aku tetap maunya sama Om, gimana?!" lanjut Alifa.


Zaid menepuk pelan jidatnya. "Terserah padamu!" sahut Zaid sambil melenggang pergi dan kembali bersama keluarganya.


💗💗💗


Maaf, ini hanya imajinasi Author aja ya ...


Rencananya ingin bikin cerita tentang Alifa Zea Sadiya, 21 tahun (Putri dari Erika dan Fattan) yang mengejar cinta si Hot Duda, Zaid Malik Abraham, 44 tahun (Putra pertama Tuan Riyadh Abraham bersama istri pertamanya, Ismika Hanif). Zaid bersikeras menolak cinta Alifa karena selama ini ia menganggap Alifa adalah gadis pembawa sial. Jika gadis itu mendekat, pasti ada saja kesialan yang menghampiri si Hot Duda.


Tapi ... Author masih ragu 😅😅😅 mau bikin judul baru 😆😆😆 takut stuck Ide, sama reader yang mulai jenuh 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2