Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 169


__ADS_3

"Nona Marissa," panggil Sofia ketika Marissa sedang duduk bersantai dengan segelas teh hangat di ruang utama.


"Ya," sahut Marissa sembari menoleh ke arah Sofia kemudian tersenyum manis kepada wanita itu.


"Sini Sofia, duduklah."


Marissa menepuk pelan ruang kosong di sampingnya agar Sofia duduk disana bersamanya. Sofia segera duduk di samping Marissa sambil tersenyum getir.


"Kamu kenapa, Sofia? Kenapa wajahmu terlihat cemas?" tanya Marissa sembari memperhatikan wajah Sofia.


Sofia memilin-milin ujung pakaiannya sambil membalas tatapan Marissa. "Nona, saat di awal kehamilan, apakah Nona pernah mengalami 'keluar flek'?" tanya Sofia.


Marissa menggelengkan kepalanya sambil terus menatap lekat kedua bola mata Sofia yang sudah berkaca-kaca.


"Tidak pernah. Kenapa? Apa kamu mengalaminya?" tanya Marissa yang kini ikut cemas.


Sofia nampak ragu menceritakannya kepada Marissa. Namun, setelah beberapa detik kemudian, Sofia pun mulai berkata jujur pada Marissa.


"Sebenarnya-- beberapa hari yang lalu aku terpeleset di kamar mandi, Nona. Tidak terlalu keras, tetapi sekarang aku sedang mengalami hal itu. Ada flek darah yang terlihat di cd-ku," tutur Sofia.


"Sofia? Terus bagaimana sekarang? Apa Om Joe sudah tahu dan apa kamu sudah memeriksakannya?" tanya Marissa panik sembari menggenggam tangan Sofia.


Sofia menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Aku takut, Nona. Aku tidak sanggup menceritakannya kepada Joe. Aku--"


"Sebaiknya kita periksakan kandunganmu, Sofia. Ini tidak bisa di biarkan," ucap Marissa sembari bangkit dari tempat duduknya.


"Tapi, Nona--"


"Jangan banyak tapi, Sofia. Aku tidak ingin kamu dan bayimu kenapa-napa nantinya."

__ADS_1


Marissa menarik tangan Sofia dan membawa gadis itu ke halaman depan, dimana mobil-mobil milik Marcello terparkir.


"Pak, antar kami ke Dokter!" titah Marissa kepada salah satu sopir pribadi Marcello.


"Baik, Nona."


Lelaki itupun segera menghampiri Marissa dan membukakan pintu mobil untuk wanita itu.


"Silakan, Nona."


Marissa menuntun Sofia memasuki mobil kemudian ia pun segera menyusulnya dan duduk di samping Sofia.


"Aku takut, Nona. Aku takut apa yang aku dengar nanti akan membuat aku kecewa dan--"


Sofia tidak sanggup meneruskan ucapannya. Marissa menggenggam tanganΒ  Sofia dan memberinya semangat.


"Amin."


Tidak berselang lama, kedua wanita itupun tiba di tempat praktek Dokter Kandungan, dimana Marissa dan Sofia memeriksakan kandungan mereka. Walaupun beberapa bulan terakhir, Marissa tidak pernah lagi memeriksakan kandungannya.


Dokter itu tersenyum ramah menyambut kedatangan Marissa dan Sofia.


"Mari, Nona. Silakan masuk," ucap Dokter.


Marissa mengajak Sofia memasuki ruangan praktek Dokter itu bersamanya.


"Silakan duduk," sambung Dokter.


Sofia dan Marissa duduk tepat di depan meja Dokter. Dokter itu kembali tersenyum hangat sembari memperhatikan wajah cemas Sofia dan Marissa secara bergantian.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter karena kedua wanita itu tidak juga membuka suara mereka.


"Begini, Dok. Beberapa hari yang lalu saya sempat terjatuh di kamar mandi dan hari ini saya keluar flek, Dok," tutur Sofia dengan wajah cemas dan tangan yang terus memilin-milin ujung pakaiannya.


Marissa tahu bagaimana perasaan Sofia saat ini. Ia mengelus punggung wanita itu berharap Sofia bisa sedikit lebih tenang.


Setelah mendengar penuturan Sofia, Dokter pun segera menuntunnya menuju tempat tidur pasien dan siap memeriksa keadaan kandungan Sofia. Dokter melakukan pemeriksaan USG pada kandungan Sofia dan memperhatikan layar monitor dengan seksama.


Sementara Sofia diperiksa, Marissa keluar dari ruangan praktek dan segera menghubungi Joe serta suaminya. Entah mengapa perasaan Marissa sudah tidak nyaman sejak Sofia menceritakan masalah kandungannya tadi siang.


Joe dan Marcello panik ketika mendapat kabar buruk itu. Marcello segera memerintahkan Joe untuk segera menemui Marissa dan Sofia di tempat praktek Dokter. kandungan tersebut.


Setelah selesai menghubungi Joe dan Marcello, Marissa pun kembali memasuki ruangan itu dan duduk di samping tempat tidur pasien, dimana Sofia masih berselonjoran disana. Akhirnya pemeriksaan itupun selesai. Dengan raut wajah sendu Dokter itu menatap Sofia.


"Maafkan saya, Nona Sofia. Menurut hasil pemeriksaan saya, bayi Anda sudah tidak ada lagi. Anda mengalami keguguran akibat kejadian yang terjadi di kamar mandi beberapa waktu lalu. Bukankah sudah pernah saya katakan bahwa kandungan Anda sangat rentan," kata sang Dokter.


Sofia terisak di atas tempat tidur pasien. Begitupula Marissa, matanya sudah mulai berkaca-kaca setelah mendengar penuturan dari Dokter.


"Yang sabar ya, Sofia. Semoga Tuhan segera memberi penggantinya," ucap Marissa sembari mengelus tangan Sofia yang sedang berada di dalam genggamannya.


Tidak berselang lama, Joe dan Marcello pun tiba di tempat praktek Dokter tersebut. Joe segera memasuki tempat itu dan menghampiri Sofia yang masih terbaring di atas tempat tidur pasien.


"Kenapa kamu tidak menceritakan masalah itu padaku, Sofia?" ucap Joe dengan mata berkaca-kaca menatap Istri kecilnya yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur pasien.


"Aku tidak berani, Mas. Aku takut Mas marah padaku," lirih Sofia di sela isak tangisnya.


Noted: Jangan marahi Author ya πŸ™πŸ™πŸ™ Ini sudah alurnya, buat nanti jadi cikal bakal di season kedua (Cerita anak-anak Daddy Marcello dan Daddy Joe). Joe bakal punya anak lagi, kok. Sabar ya, pemirsah ...


...***...

__ADS_1


__ADS_2