Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 80


__ADS_3

"Dad, boleh aku minta sesuatu padamu?" ucap Marissa.


Saat itu, ia sedang berada di atas tempat tidurnya, membungkus lingerie yang akan ia berikan untuk Erika. Sedangkan Marcello duduk bersandar di sandaran tempat tidur sembari memperhatikan apa yang dilakukan oleh istri kecilnya itu.


"Apa itu? Katakan lah," sahutnya.


"Bantu aku menemukan kedua orang tuaku, Dad. Biar bagaimanapun, aku masih mengharapkan kasih sayang dari mereka, walaupun aku sudah sebesar ini," lirih Marissa.


Marcello iba mendengar ucapan istrinya itu. Ia mendekati gadis itu kemudian merengkuh tubuhnya.


"Baiklah. Dengan senang hati," sahut Marcello.


Keesokan paginya.


Pagi-pagi sekali Marissa sudah bersiap. Hari ini ia dan Marcello akan segera berangkat menuju kota kelahiran Erika, dimana Marissa juga tumbuh besar di kota tersebut. Setelah memastikan semua barang-barang keperluannya tak ada yang tertinggal, ia pun segera naik ke atas tempat tidur, mencoba membangunkan Tuan Marcello yang masih terbuai di alam mimpi.


Marissa menaiki tubuh lelaki itu kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Marcello. Ia mnciumi bagian-bagian wajah itu dengan lembut. Dari kening, mata, hidung kemudian bibir seksi yang masih tertutup sempurna, tidak lupa, kedua pipi Marcello.


"Dad, bangunlah. Daddy tidak ingin kita terlambat, 'kan?" ucap Marissa.


Perlahan, tubuh besar itu menggeliat. Ia membuka mata kemudian tersenyum setelah mengetahui bahwa Marissa sedang mengungkung tubuhnya.


"Selamat pagi, Cha."


"Ayo bangun, Dad."


Marissa berdiri dan menarik tangan Marcello agar tubuh besar itu cepat bangkit dari kasur empuk tersebut. Tetapi sepertinya lelaki itu masih enggan melakukan aktivitas apapun. Ia masih ingin bergelut dalam selimutnya yang hangat.


"Nanti saja, Cha. Daddy masih lelah."


"Siapa suruh bermain hingga larut malam, kelelahan 'kan? Daddy itu sudah tua jadi tidak usah sok-sok'an berlagak seperti anak muda," gerutu Marissa yang masih mencoba membangunkan tubuh besar itu.

__ADS_1


"Apa katamu?!" pekik Marcello dengan mata membulat.


Lelaki itu segera bangkit dari tempat tidurnya kemudian berdiri tepat di depan Marissa. Matanya membulat sempurna menatap gadis itu karena ia tidak terima dikatakan 'Tua' oleh Marissa.


"Siapa bilang aku sudah tua, ha?" tanyanya dengan kesal.


"Icha," sahut Marissa sambil tersenyum konyol.


"Sekarang kita buktikan bahwa aku masih muda. Sini kamu!"


Marcello mengangkat tubuh Marissa dengan cepat kemudian melemparkan tubuh gadis itu keatas tempat tidur dan mengungkungnya.


"Jangan, Dad! Aku sudah mandi!" teriak Marissa sambil tergelak karena Marcello mulai menarik paksa pakaiannya.


"Tanggung jawab!"


. . .


Joe sudah menyediakan sebuah kamar VIP di hotel bintang yang terkenal di kota tersebut untuk Marcello dan Marissa. Rencananya pasangan itu akan menghabiskan waktu mereka selama beberapa hari di sana.


"Sudah siap?" Marcello merengkuh pinggang ramping Marissa sambil tersenyum hangat.


"Ya. Tapi, apa aku sudah terlihat cantik?" tanya Marissa.


"Kamu gadis tercantik milik Daddy, Cha. Tidak perlu kamu tanyakan lagi soal itu," sahutnya.


Marissa tersipu malu. Ia melingkarkan tangannya ke lengan berotot Marcello kemudian mereka pun melangkah bersama menuju lobby hotel. Marcello ingin mengajak Marissa jalan-jalan sore di kota tersebut.


Setelah puas jalan-jalan, Marcello mengajak Marissa bersantai disebuah cafe yang letaknya tak jauh dari hotel mereka.


"Kamu tunggu disini sebentar, ya. Aku ingin membelikan kamu sesuatu," ucap Marcello sembari melangkah pergi meninggalkan Marissa ditempat itu.

__ADS_1


"Jangan lama-lama ya, Dad!" sahutnya dengan setengah berteriak karena lelaki itu sudah berada jauh darinya.


"Ya!" sahutnya sembari melambaikan tangannya kepada Marissa.


Marissa duduk sendiri sambil memainkan sedotan yang menancap di gelas minumannya. "Sebenarnya apa yang ingin dilakukan sama Daddy, ya?" gumam Marissa.


Sementara itu.


Dari jauh, Marcello memperhatikan sebuah toko bunga tak jauh dari cafe, dimana Marissa menunggunya. Ia berencana membelikan sebuah buket bunga untuk sang Istri. Namun, tinggal beberapa langkah memasuki toko tersebut, Marcello menabrak seorang wanita yang berjalan berlawanan arah dengannya.


Brukkk ...


"Aw," pekik wanita tersebut.


Belum sempat wanita itu terjatuh, Marcello berhasil menahan tubuhnya. Marcello membulatkan matanya ketika menyadari siapa wanita itu. Begitupula wanita itu, ia begitu terkejut setelah tau siapa yang sekarang berada di hadapannya.


"Marcello? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kabar?" ucapnya sembari mengulurkan tangan kepada Marcello.


Marcello nampak canggung, tetapi ia tetap menyambut uluran tangan wanita itu.


"Baik, kamu sendiri?"


"Aku juga baik," jawabnya.


Dari jauh, wajah Marissa menekuk. Ia melihat langsung dimana Marcello menahan tubuh wanita itu dan hal itu membuat dirinya meradang.


"Dasar Daddy! Bisa-bisanya ia memeluk wanita lain di hadapanku! Kenapa tidak dibiarkan saja wanita itu jatuh ke tanah," kesalnya.


...***...


Maafkan Author yang khilaf. Tadi lagi kesel trus kasih lebel END. Tapi sekarang, author udah kaga sebel lagi, jadi kita terusin lagi ceritanya ampe Marissa menemukan kedua orang tuanya, punya anak banyak dan bahagia bersama Tuan Cello 😘😘🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2