
"Apa mereka sakit perut?" tanya Marissa sembari meraih Baby Marvel ke dalam pelukannya.
"Sepertinya tidak juga, Nona."
Marissa mencoba menenangkan bayinya tetapi bayi Marvel tidak juga menghentikan tangisnya. Akhirnya Marcello pun turun tangan. Ia menghampiri Marissa kemudian meraih bayi tersebut dari pelukan sang Istri.
"Coba sini, siapa tahu dia bisa tenang setelah berada di dalam pelukanku," ucapnya.
"Baiklah, hati-hati. Tubuh mereka masih lemah, takutnya kenapa-napa. Kamu 'kan sama payahnya denganku," sahut Marissa sambil terkekeh pelan.
"Heh! Kata siapa aku payah?! Kamu tidak tahu saja, saat kamu masih bayi, kamu itu sering tidur di pelukanku!" kesal Marcello.
Marissa tergelak, "Benarkah?!"
Marcello memasang wajah masam sambil menatap wajah sang istri. Sedangkan kedua Babysitter terlihat kebingungan mendengar penuturan Marcello karena mereka memang tidak tahu bagaimana hubungan Marcello dan Marissa dulu.
Benar saja, baru beberapa menit baby Marvel berada di dalam dekapan sang Ayah, ia pun tertidur.
"Benarkan, apa ku bilang?!" ucap Marcello dengan angkuhnya.
"Wah, Daddy memang hebat!" goda Marissa.
Marcello meletakkan baby Marvel ke dalam tempat tidur bayi kemudian meraih baby Melvin yang masih rewel. Sama seperti baby Marvel, baby Melvin pun tertidur dalam hitungan menit.
"Ha! Mudah 'kan?!"
Lelaki itu kembali meletakkan baby Melvin ke dalam tempat tidur bayinya.
__ADS_1
"Sebaiknya kita kembali, Cha."
Marcello merengkuh pinggang Marissa kemudian mengajaknya kembali ke kamar utama. Namun, baru beberapa langkah ia dan Marissa keluar dari ruangan tersebut, kedua bayi kembarnya kembali histeris.
"Ya, Tuhan. Apa lagi ini?" gumam Marcello.
Pasangan itu kembali memasuki kamar bayi mereka kemudian menghampiri tempat tidur bayi.
"Tidak salah lagi," gumam Marcello sembari menggaruk kepalanya dengan kasar. Marissa menautkan kedua alisnya sambil menatap sang wajah sang suami.
"Maksudnya?!" tanya Marissa heran.
"Sepertinya kejadian 20 tahun silam terulang lagi. Sebaiknya kita bawa mereka ke kamar kita dan untuk kalian (Babysitter) sebaiknya kalian beristrirahatlah. Tapi jika nanti aku butuh bantuan kalian, kalian harus sudah siap," ucap Marcello.
"Baik, Tuan Marcello."
Marissa dan Marcello pun membawa kedua bayi kembar mereka menuju kamar utama.
"Sebenarnya apa yang terjadi 20 tahun yang lalu, Sayang?" tanya Marissa.
"Bukan apa-apa," jawab Marcello.
Setibanya di kamar utama, Marcello segera merebahkan kedua tubuh mungil itu di tempat tidur king size-nya. Marissa memperhatikan Marcello yang begitu telaten kepada kedua bayinya. Ia tidak menyangka seorang Big Boss seperti Marcello bisa mengendalikan dua orang bayi sekaligus.
"Apakah dulu Icha kecil juga rewel seperti mereka?" tanya Marissa.
Marcello menoleh pada istri kecilnya itu kemudian tersenyum seraya mengelus lembut kedua pipinya. Tak ada jawaban di bibir lelaki itu, tetapi senyuman yang ia lemparkan kepada Marissa seolah mengatakan bahwa dulu Marcello juga melakukan hal yang sama terhadap Marissa kecil.
__ADS_1
"Bisa ceritakan bagaimana rewelnya aku, Dad?"
"Lihatlah Marvel dan Melvin, seperti itulah dirimu. Tangismu hanya akan reda jika aku yang memeluk dan menenangkanmu. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa tanya pada Ibumu. Ibumu bahkan angkat tangan, padahal Dian adalah Ibu kandungmu."
Marissa begitu terharu mendengarnya. Matanya bahkan sampai berkaca-kaca saat menatap lelaki itu.
"Itulah sebabnya aku tidak bisa melupakanmu, Cha. Aku merasa ada ikatan yang kuat antara dirimu dan diriku. Aku bahkan putus asa ketika Melinda tidak mengizinkan aku menjengukmu saat itu," lirih Marcello.
Marissa menghambur ke pelukan Marcello dan ia benar-benar bersyukur karena menemukan sosok Marcello dalam hidupnya.
"Terima kasih. Terima kasih atas semuanya, Dad."
"Terima kasih juga, Cha. Terima kasih karena sudah mewarnai hidupku. Oh ya, sebaiknya kamu tidur. Aku tidak ingin kamu kelelahan," ucap Marcello yang kemudian mengecup kening Marissa.
"Bagaimana baby-M?"
"Tidak usah dipikirkan. Aku yang akan menangani mereka," jawab Marcello yakin.
"Yakin?"
"Ya! Sudah sana, pergi tidur," perintah Marcello.
Marissa pun segera merebahkan tubuhnya di samping baby Marvel dan baby Melvin. Sedangkan Marcello berbaring di sisi lain kedua bayi kembarnya. Tidak berselang lama Marissa pun larut ke alam mimpinya begitupula Marcello. Lelaki itu sudah merasakan kantuk yang luar biasa dan mulai memejamkan matanya.
Namun, baru saja Marcello ingin menuju alam mimpinya, baby-M kembali mengerjai lelaki itu. Mereka merengek dan membuat mata Marcello kembali terbuka lebar.
"Wah, kalian ini benar-benar, ya. Niat banget mengerjai Daddy. Apa kalian tidak puas membuat Daddy ngidam sampai pusing tujuh keliling dan sekarang kalian bersikap seperti Mommy kalian 20 tahun silam," gumam Marcello yang kini kembali menenangkan mereka.
__ADS_1
...***...