Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 286


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Marcello.


"Boleh aku bertemu dengan Tuan Marcello? Ada sesuatu yang sangat penting, yang ingin aku sampaikan padanya."


"Tunggu disini sebentar!" sahut Bodyguard dengan wajah sangar menatap lelaki yang sedang berdiri di hadapannya sambil menyeringai licik.


Beberapa Bodyguard lainnya masih berjaga di depan gerbang mansion agar lelaki itu tidak menerobos masuk. Lelaki itu sudah cacat di mata Tuan Marcello dan keluarga besarnya, tidak semudah itu mereka membiarkannya masuk ke dalam mansion.


Bodyguard yang bertugas menyampaikan pesan dari lelaki itu tiba di ruang utama, dimana Tuan Marcello sedang duduk bersantai sambil memainkan ponselnya. Sang Bodyguard segera menghampiri Tuan Marcello kemudian membungkuk hormat.


"Tuan Marcello, Tuan Aidan ingin bertemu dengan Anda. Ia bilang ada sesuatu hal yang sangat penting, yang ingin dia bicarakan kepada Anda."


Marcello berhenti memainkan benda pipih tersebut kemudian menoleh ke arah Bodyguard sambil menautkan kedua alisnya. "Mau apa lagi lelaki itu datang ke tempat ini? Apa dia tidak punya malu?"


Bodyguard tidak menjawab, lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya secara perlahan.


Marcello nampak menimbang-nimbang. Sebenarnya ia tidak ingin menerima kunjungan dari lelaki itu. Namun, Marcello begitu penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh lelaki itu kepadanya.


Setelah beberapa saat terdiam, Marcello pun memutuskan untuk menerima kunjungan lelaki itu.


"Bawa lelaki itu kesini, tetapi kalian harus tetap waspada. Aku tidak ingin dia membuat keributan di mansionku," titah Marcello.


"Baik, Tuan!"


Bodyguard itupun segera kembali ke depan gerbang. Masih dengan ekspresi sangarnya, lelaki itu memerintahkan Aidan untuk mengikutinya.


"Tuan Marcello mengizinkanmu menemuinya. Sekarang ikuti aku!" titah Bodyguard itu sembari melangkahkan kakinya memasuki mansion mewah Marcello sekali lagi.

__ADS_1


Aidan tersenyum puas karena ternyata Tuan Marcello masih bersedia menerima kunjungannya, walaupun dulu ia dan lelaki kaya tersebut pernah bersitegang karena perlakuannya terhadap Maria.Β 


"Kalian lihat? Aku benar 'kan? Tidak mungkin lah Tuan Marcello bisa menolak kedatanganku," ucap Aidan dengan bagga sembari mengolok-olok Bodyguard yang sedang bertugas menjaga pintu gerbang.


Bodyguard menuntun Aidan menuju ruang utama dan sesampainya disana, Tuan Marcello sudah menyambut kedatangan lelaki itu dengan tatapan malas.


"Ada perlu apa kamu kemari, Aidan? Bukankah urusan kita sudah selesai?"


"Oh ayolah, Tuan Marcello! Izinkanlah aku duduk sebentar, agar aku bisa menceritakan sebuah berita penting yang bisa membuatmu kalang kabut nantinya," ucap Aidan sembari menjatuhkan dirinya di sofa milik Tuan Marcello sambil menyilangkan kakinya.


"Siapa yang menyuruhmu duduk?" ketus Tuan Marcello.


Aidan tidak menjawab pertanyaan dari Tuan Marcello, ia malah tersenyum licik sembari memperhatikan wajah lelaki itu.


"Aku punya berita bagus untukmu, Tuan Marcello. Dan aku yakin sekali bahwa kamu akan sangat berterima kasih padaku karena aku sudah memberitahukan hal ini kepadamu," ucap Aidan lagi.


"Ok, baiklah. Ini tentang calon menantumu, Tuan Marcello. Tuan Dylan Elliot Carter yang sebentar lagi akan resmi menjadi suami dari Maria Silvana Alexander, putri kesayanganmu."


Seketika raut wajah Tuan Marcello berubah setelah mendengar nama Dylan disebut oleh lelaki itu. "Ada apa dengan Dylan? Kamu jangan coba menghasutku dengan hal yang tidak-tidak, Aidan."


Aidan mencebikkan bibir sambil mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak sedang mengada-ada. Informasi yang aku bawa tentang lelaki itu bisa aku buktikan kebenarannya, Tuan Marcello."


Rasa penasaran Tuan Marcello akan berita itu begitu besar. Ia benar-benar ingin tahu berita apa yang akan disampaikan oleh lelaki itu. "Ceritakanlah,"


"Apa kamu masih ingat dengan Sarrah, wanita cantik yang pernah menjadi tunanganmu sebelum menikah dengan Nyonya Marissa."


Tuan Marcello semakin penasaran. "Tentu saja aku ingat."

__ADS_1


"Wanita itu sekarang mengalami depresi berat, Tuan Marcello. Dan apa kamu tahu hubungan Sarrah dengan Tuan Dylan Elliot Carter? Wanita itu adalah kakak kandung dari lelaki itu."


Marcello membulatkan matanya dengan sempurna. "Tidak mungkin! Kamu pasti salah, Aidan. Sarrah adalah anak tunggal dan dia tidak tidak memiliki sanak saudara di kota ini!" ucap Marcello sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu saja yang terlalu polos, Tuan Marcello. Sarrah berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia pergi meninggalkan keluarga kecilnya kemudian merantau ke kota besar. Dengan modal wajah cantik dan tubuh yang seksi, ketenaran itu begitu mudah ia raih. Ia sengaja menutup-nutupi statusnya yang sebenarnya demi sebuah karier," ucap Aidan.


"Dari mana kamu tahu semua ini? Dan jika memang benar dia adalah saudara kandung Dylan, lalu apa urusannya dengan kami?!"


"Ya ampun, Tuan Marcello! Kenapa kamu masih belum mengerti juga? Apa kamu tidak tahu bahwa Dylan mendekati Maria hanya untuk membalaskan dendamnya kepadamu! Karena kamu, Sarrah mengalami gangguan jiwa!" ucap Aidan.


Marcello menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Itu tidak benar!"


"Terserah jika kamu tidak percaya! Itu pilihanmu dan yang penting aku sudah menyampaikan yang sebenarnya kepadamu. Aku hanya tidak ingin Maria menjadi korban, Tuan Marcello. Sekarang mungkin saja ia bisa bersandiwara dengan bersikap manis di hadapan kalian semua. Namun, setelah menikah, kalian akan tahu bagaimana cara dia memperlakukan putri kesayanganmu."


"Apa?!" pekik Marissa yang ternyata sejak tadi mendengarkan pembicaraan kedua lelaki itu.


"Marissa?!" Marcello segera menghampiri Marissa yang masih shok setelah mendengar ucapan Aidan.


"Bagaimana jika itu benar, Dad! Ayo, jemput Maria, Daddy! Dia sedang bersama lelaki itu dan aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putriku!" panik Marissa.


"Tenang, Cha! Tenang," ucap Marcello mencoba menenangkan Marissa yang tengah panik.


"Hmm, sepertinya tugasku sudah selesai. Sebaiknya aku permisi dulu, Tuan Marcello. Sekarang lebih baik jemput putri Anda sebelum semuanya terlambat," ucap Aidan sembari melangkah pergi meninggalkan pasangan itu.


Catatan buat Readers terl❀ve 😘😘😘


Jangan riuh dulu, oke! Author cuma mau bilang sama kalian bahwa cerita keluarga Daddy Marcello dan Mommy Icha sudah menuju Happy Ending loh 😍 Author juga janji ini konflik terakhir dan tidak akan ada yang tersakiti. Semuanya berakhir bahagia dengan pasangan mereka masing-masing. Oke readers 😍😘

__ADS_1


Btw kenapa hari ini telat UP, karena Author ngantuk berat efek minum obat alergi yang bikin ngantuk πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Maaf ya ...


__ADS_2