
"Kamu itu mau makan apa makan?" ucap Joe sambil memperhatikan isi penyimpanan makanan.
"Makan donk, Mas. Kan sudah aku bilang kalo aku sangat lapar," jawab Sofia sambil mengelus perutnya.
"Tidak ada nasi goreng. Yang ada hanya nasi putih, mau?" tanya Joe sambil menatap sang istri yang sedang duduk di kursi dengan santainya.
"Nasi putih itu kalau digoreng 'kan jadi nasi goreng," sahutnya sambil menyeringai.
Joe curiga dengan seringaian yang dilemparkan oleh Sofia kepadanya. Ia yakin akan ada sesuatu yang akan terjadi pada dirinya.
"Bagaimana kalau aku perintahkan Bodyguard untuk beliin kamu nasi goreng?"
"Jangan-jangan, Mas. Kasihan mereka. Masa cuma gara-gara aku pengen nasi goreng, mereka harus berkeliaran pagi-pagi begini. Apa gak takut sama nyai?"
"Nyai? Nyai siapa?" tanya Joe heran sambil menautkan kedua alisnya.
"Nyai kunti lah! Dia 'kan suka keliaran kalo malam-malam begini."
Joe menekuk wajahnya. "Dasar aneh."
"Lalu sekarang apa? Apa aku harus membangunkan salah satu pelayan disini, biar dia bisa membuatkan kamu nasi goreng yang sesuai keinginanmu itu atau kamu bikin sendiri, biar nanti aku yang bantuin," lanjut Joe.
"Gak usah bangunin pelayan, Mas. Kasihan mereka. Disini 'kan ada Mas, Mas aja yang bikinin nasi goreng buat Sofia. Soalnya Sofia sudah lapar," ucap Sofia, kembali mengelus perutnya yang sejak tadi sudah berdendang ria.
"Mana bisa!" Joe protes keras. "Seumur-umur aku tidak pernah berhubungan dengan yang namanya dapur apalagi peralatan masak. Memangnya aku siapa, koki?" lanjut Joe sambil menekuk wajahnya.
Ekspresi wajah Sofia berubah sendu. Tiba-tiba saja hatinya sakit tatkala Joe menolak memasakkan nasi goreng untuknya. Perlahan Sofia bangkit dari tempat duduknya.
"Ya, sudah tidak jadi. Sebaiknya aku kembali ke kamar saja," ucap Sofia sembari melangkahkan kakinya dengan gontai menuju pintu ruangan itu.
__ADS_1
Melihat ekspresi Istri kecilnya berubah, sontak saja Joe mengejar wanita itu.
"Loh, loh, mau kemana? Katanya lagi lapar?" Joe meraih tangan Sofia kemudian menggenggamnya dengan erat.
"Sudah, aku merajuk." Sofia memalingkan wajahnya ke arah lain dan tak ingin bersitatap mata dengan lelaki itu.
"Ok, ok! Baiklah. Aku yang akan membuatkan nasi goreng itu untukmu tapi bantu aku membuatnya karena aku tidak tahu apa saja bahan-bahannya," bujuk Joe sambil tersenyum konyol menatap sang Istri.
Akhirnya tersungging sebuah senyuman manis di wajah Sofia. "Bagitu donk, makin sayang, deh."
Joe menuntun Sofia kembali ke kursi dan mendudukkan wanita itu disana. Sedangkan Joe sendiri mulai mengobrak-abrik isi lemari penyimpanan makanan.
"Apa saja bahan-bahannya? Cepat sebutkan," ucapnya.
"Bawang merah, bawang putih dan kemiri. Jangan lupa kasih sayur kol sama sawi sekalian karena aku suka," jawab Sofia.
"Astaga, Sayang. Kemiri saja kamu tidak tahu," ucap Sofia sambil menggelengkan kepalanya.
Sofia bangkit dan membantu Joe mempersiapkan bahan-bahannya kemudian mengajarkan suaminya itu cara mengeksekusi bahan-bahan tersebut.
Karena mendengar suara berisik dari dapur, para penjaga yang sedang berjaga segera menuju ruangan itu. Mereka terkekeh ketika tahu siapa yang sedang mengacak-acak tempat itu pagi-pagi begini.
"Astaga!" pekik salah satu dari mereka. "apa mataku tidak salah lihat? Tuan Joe memasak?!" ucapnya.
"Ya, aku pun tidak akan percaya jika aku tidak melihatnya sendiri dengan mata kepalaku," balas temannya.
"Heh, kena tulah itu Tuan Joe. Bukankah dia sering mengejek Tuan Marcello bahwa Big Boss kita itu sudah dikuasai oleh istri kecilnya. Dan sekarang hal itu terjadi padanya," tutur penjaga keamanan sambil tergelak.
"Hush! Jangan sampai Tuan Joe mendengar pembicaraan kita kalau tidak ingin dipecat olehnya. Lagipula kamu 'kan masih jomblo, jangan sebut Tuan Joe seperti itu, takutnya hal itu terjadi juga padamu!" balas temannya.
__ADS_1
"Heh, tidak mungkin!"
Sementara itu Joe masih berkutat di ruangan itu dengan keringat yang mengucur di keningnya. Beberapa kali Joe terpekik karena tangannya terkena penggorengan yang panas.
Setelah beberapa saat, nasi goreng dadakan ala Joe pun selesai. Sofia sudah tidak sabar ingin segera mencicipi masakan perdana suaminya itu. Apalagi aroma nasi goreng itu semerbak memenuhi ruangan dapur.
Joe membawa nasi goreng tersebut ke hadapan Sofia dan membiarkan wanita itu mencicipinya. Nasi goreng dengan suwiran ayam serta telur mata sapi dengan bawang goreng yang menghambur di atasnya. Sesuai permintaan Sofia.
Sofia tersenyum puas ketika menatap piring berisi nasi goreng tersebut dan suapan pertama Sofia pun meluncur ke mulutnya.
"Bagaimana?" tanya Joe was-was.
"Hmm ... hmmm ... hmmm ...." Sofia bergumam sambil menikmati rasa nasi goreng dadakan Joe di mulutnya.
Joe masih menatap lekat wajah Sofia dan ingin tau apa pendapat istri kecilnya itu tentang masakannya.
"Enak, Mas. Aku suka," jawab Sofia mantap.
"Benarkah?!"
Joe penasaran dan ingin mencicipi masakannya. Ia menghampiri sisa nasi goreng yang masih ada di penggorengan kemudian mencicipinya.
Ekspresi wajah Joe terlihat aneh ketika mengunyah makanan tersebut. Ternyata sudah rasanya tawar dan ada aroma yang membuat Joe enek dibuatnya.
"Ini enak? Apa Sofia sedang kesambet?" gumam Joe sembari mengeluarkan makanan itu dari mulutnya.
Joe kembali melirik wanita itu dan ternyata Sofia dengan sangat lahap menikmati nasi gorengnya.
...***...
__ADS_1