Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 186


__ADS_3

Sementara menunggu Dokter tiba, Joe bergegas menemui Tuan Marcello yang sudah menunggunya di ruang utama. Lelaki itu bersantai sambil memperhatikan kedua anak kembarnya yang sedang bermain di ruang tersebut.


"Tuan Marcello," panggil Joe.


Marcello menoleh kepada lelaki itu kemudian menatapnya lekat.


"Ada apa, Joe?"


"Tuan, maafkan saya. Tapi sepertinya hari ini saya akan terlambat. Jika Tuan ingin berangkat sekarang, saya bisa meminta salah satu Bodyguard mengantarkan Anda ke kantor," tutur Joe sambil membungkuk hormat kepada lelaki itu.


Marcello mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa, Joe?"


"Saya baru saja memanggil Dokter untuk Istri saya, Tuan. Sepertinya dia sedang tidak enak badan," sahut Joe.


"Tidak apa, aku bisa menunggu."


"Sakit apa Sofia, Om?" tanya Marissa yang baru saja tiba di ruangan itu dan segera menjatuhkan dirinya di samping sang suami.


"Katanya sejak kemarin dia merasa pusing dan kurang enak badan. Mungkin dia kelelahan karena selama sebulan ini dia disibukkan dengan merawat si kecil Shakila," tutur Joe.


"Mungkin juga. Tapi Kenapa Om tidak mencarikan Babysitter buat bantu Sofia merawat Shakila? Dan sekarang Shakila bersama siapa?" tanya Marissa lagi.


"Sofia tidak mau, Nona. Dia ingin merawat Shakila sendiri. Padahal saya sudah seringkali menawarkan jasa Babysitter kepadanya. Sekarang Shakila masih bersama Sofia."


Marissa nampak cemas. "Sebaiknya aku tengok dia," ucap Marissa sembari bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju kamar Sofia.


Tidak berselang lama setelah Marissa meninggalkan ruang utama, Dokter yang tadi sudah ditunggu-tunggu oleh Joe pun tiba di mansion tersebut. Joe segera menyambut kedatangan sang Dokter kemudian menuntunnya menuju kamarnya dan Sofia.


"Mari, Dok. Ikuti saya," titah Joe.


Sementara itu di kamar Joe.


"Sofia, boleh aku masuk?" tanya Marissa sembari mengetuk pintu kamar Assisten suaminya tersebut.

__ADS_1


"Nona Marissa? Ya, tentu saja, Nona. Masuklah, pintunya tidak dikunci."


Terdengar suara Sofia dari dalam ruangan. Perlahan Marissa membuka pintu ruangan itu kemudian melangkah masuk. Marissa melihat Sofia yang masih duduk di tepian tempat tidurnya sambil menjaga Shakila yang sudah tertidur pulas.


"Sofia, kudengar kamu sedang sakit, ya?" tanya Marissa.


"Cuma kurang fit saja, Nona. Mungkin aku hanya kelelahan," sahut Sofia.


Marissa menghampiri Sofia kemudian duduk di depan wanita itu. "Wajahmu pucat, Sofia. Aku yakin sekali kalau kamu memang kelelahan. Apa tidak sebaiknya kamu menerima tawaran Om Joe, menyewa jasa Babysitter untuk membantumu merawat Shakilla?"


"Memang wajahku pucat sekali ya, Nona? Sepertinya aku memang membutuhkan bantuan Babysitter," ucap Sofia.


"Ya," jawab Marissa.


"Silakan masuk, Dok. Itu Istri saya." Tiba-tiba pintu terbuka kemudian nampaklah Joe dan seorang Dokter cantik yang memang sudah menjadi langganan keluarga Marcello.


Marissa segera menjauh dan membiarkan Dokter memeriksa kesehatan Sofia saat itu. Sementara Sofia masih diperiksa oleh Dokter, Marissa memilih duduk di sofa yang  terletak di depan tempat tidur mewah milik pasangan Joe dan Sofia.


"Apa yang sedang mereka bicarakan, ya? Kok, aku jadi penasaran," gumam Marissa.


Joe melirik kepada wanita itu sambil tersenyum simpul. "Entahlah, Nona."


Setelah biacara panjang lebar bersama Sofia, Dokter itupun segera mengajak Sofia ke kamar mandi. Hal itu membuat Marissa semakin penasaran dan jiwa 'Keponya' pun meronta-ronta.


"Kok, mereka malah masuk ke kamar mandi, sih? Apa jangan-jangan ...."


Ucapan Marissa terjeda dan sekarang matanya membulat sempurna. Ia menepuk-nepuk tangan Joe dengan mulut terbuka.


"Ada apa, Nona?" tanya Joe.


"I-itu ... So-Sofia!"


Joe yang masih belum mengerti, semakin bingung saat melihat ekspresi Marissa saat itu.

__ADS_1


"Ada apa dengan Sofia, Nona?"


"Sofia hamil, Om Joe! Masa Om Joe masih belum mengerti, sih?!" seru Marissa dengan mata membulat sempurna.


"Sofia hamil?!" pekik Joe.


Marissa menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Ya, sepertinya begitu! Oh Tuhan, semoga saja!!!" seru Marissa sembari menengadahkan tangannya ke atas.


Tidak berselang lama, Dokter dan Sofia pun keluar dari kamar mandi. Wajah keduanya nampak berseri-seri. Apalagi Sofia, senyuman manisnya terus mengambang di wajah cantiknya.


Joe yang sudah dihantui rasa penasaran, segera menghampiri kedua wanita itu kemudian bertanya.


"Bagaimana, Dokter? Sebenarnya Istri saya kenapa?" tanya Joe.


"Sebentar ya, Tuan Joe."


Dokter itu kembali memeriksa benda kecil yang sedang berada di tangannya. Sambil tersenyum lebar, Dokter itu memperlihatkan hasilnya kepada Joe.


"Selamat, Tuan Joe. Nona Sofia positif hamil."


"Hamil?!" pekik Joe seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dokter tersebut.


"Ya, Tuan."


"Haha, Sofia! Akhirnya,"


Joe segera menghampiri Sofia kemudian menciumi seluruh wajah Istri kecilnya itu.


"Sudah, Mas. Malu dilihat Dokter, mana ada Nona Marissa lagi disini," bisik Sofia.


Dokter dan Marissa hanya bisa saling melempar senyum ketika melihat ekspresi bahagia Joe saat itu.


...***...

__ADS_1


__ADS_2