Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 249


__ADS_3

"Siapa?"


Maria yang mulai penasaran karena Aidan tidak menyinggung masalah ini sebelumnya. Lelaki itu hanya bilang mau mengajaknya jalan, tetapi tidak bilang bahwa ia ingin bertemu dengan seseorang di pusat perbelanjaan terbesar itu.


"Seseorang, kamu akan lihat sendiri nanti."


Ekspresi Aidan masih seperti tadi, pandangannya lurus ke depan dan tidak menoleh sedikitpun kepada Maria. Akhirnya Maria memilih diam karena lelaki itu masih ingin merahasiakan siapa yang akan mereka temui.


"Kemarilah, Maria. Kita beli pakaian yang bagus untukmu."


Aidan meraih tangan Maria dan membawa gadis itu menuju sebuah toko pakaian khusus wanita. Disana, Aidan yang mengatur pakaian apa yang akan dibeli dan dikenakan oleh Maria.


Maria sempat bingung karena Aidan begitu mengatur dirinya. Bahkan pakaian saja, sekarang diatur oleh lelaki itu.


"Pokoknya dia harus terlihat lebih cantik dan lebih dewasa," titah Aidan kepada salah satu pelayan toko pakaian tersebut.


"Baik, Tuan."


"Memangnya siapa yang akan dia temui hingga aku diharuskan berpakaian sesuai dengan keinginannya? Menyebalkan!" gerutu Maria.


Maria dan Aidan duduk di ruang tunggu sembari menunggu para karyawan toko membawakan koleksi pakaian yang bagus serta mahal yang ada di toko tersebut. Tidak berselang lama, para karyawan toko datang berbondong-bondong, membawa berbagai macam dress ke hadapan mereka.


Aidan mulai memilih-milih dress yang cocok untuk Maria kenakan kemudian meminta gadis itu untuk mencobanya.


"Cobalah yang ini! Aku sangat yakin ini pasti cocok buatmu," ucap Aidan sembari menyerahkan sebuah dress ketat, seksi dan yang pasti Maria tidak menyukainya.


"Bagaimana?" tanya Maria dengan wajah malas, memperlihatkan penampilan barunya kepada Aidan. Dengan dress ketat berwarna birel serta highheels dengan warna senada yang kini menghiasi kaki indahnya.


Aidan tersenyum puas sembari menganggukkan kepalanya. "Bagus! Aku suka!"


"Tapi, aku tidak suka!" sahut Maria.


Setelah membayar dress tersebut, Aidan kembali menuntun Maria berjalan bersamanya. Ia meraih tangan Maria kemudian melingkarkan tangan gadis itu ke lengan kekarnya.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik, Maria. Dan aku sangat menyukainya," ucap Aidan sambil terus menyunggingkan sebuah senyuman kepada Maria yang terlihat lebih dewasa daripada usianya yang sebenarnya.


"Sekarang aku tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya kepadaku, Tuan Aidan."


Aidan melirik Maria, masih dengan senyuman manisnya. "Benarkah?"


"Ya, ternyata kamu hanya menyukaiku perubahanku saja. Kamu tidak bisa menerimaku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Benar 'kan?" Maria melirik Aidan dengan tatapan sinis.


Aidan tergelak. "Omong kosong dengan itu semua, Maria sayang. Asal kamu tahu, aku melakukan ini untuk kebaikan kamu, agar kamu bisa menjadi wanita yang anggun, elegan dan cantik pastinya!"


Tiba-tiba ponsel Aidan berdering dan dengan tergesa-gesa, ia meraih ponsel yang ia simpan di balik saku jasnya kemudian menerima panggilan itu.


"Ya, Amalia?"


"Oh, baiklah. Tunggulah sebentar lagi, aku akan secepatnya menyusulmu." Aidan mengembalikan ponselnya ke tempat semula setelah wanita yang bernama Amalia tersebut memutuskan panggilannya.


"Sebaiknya kita cepat, Maria. Dia sudah menunggu kita di tempat itu."


"Siapa dia, Tuan? Apa dia kekasihmu?"


"Dulu, tapi sekarang dia hanya masa lalu yang harus segera dilupakan!" sahut Aidan.


"Dilupakan? Lah, kenapa malah di temui?" gumam Maria tanpa terdengar oleh lelaki itu.


"Hai, Aidan! Apa kabar?"


Wanita itu memeluk kemudian mencium pipi kanan dan kiri Aidan. Wajahnya terlihat semringah, begitupula Aidan. Lelaki itu tidak canggung menerima ciuman dari wanita itu padahal Maria sedang berada di sampingnya.


"Ini--"


"Maria, calon tunanganku!" sambung Aidan, memperkenalkan Maria dengan Amalia, mantan kekasihnya.


"Dia sangat cantik, Aidan."

__ADS_1


Amalia memperhatikan penampilan Maria yang begitu cantik dan seksi. Tubuhnya yang montok, padat berisi, membuat lekuk tubuhnya terbalut dengan sempurna. Kedua bulatan kenyal gadis itu terlihat menantang. Begitupula bokongnya yang bulat dan besar, membuat iri siapapun yang melihatnya.


"Tentu saja," sahut Aidan dengan kepala terangkat.


Amalia mempersilakan mereka duduk dan mulai berbincang sambil menunggu makanan dan minuman yang sudah ia pesan.


Amalia dan Aidan nampak sangat akrab. Sedangkan Maria merasa dirinya bagai bayangan di antara mereka, ada namun tidak di anggap. Maria benar-benar merasa suntuk, ia meraih ponselnya kemudian mulai mengganggu Om Udin dengan beberapa pesan chat yang ia kirim kepada lelaki itu.


"Kamu dimana, Nona Maria?" Isi pesan chat dari Dylan.


"Aku sedang berada di Mall XX bersama Tuan Aidan, Om. Bisakah Om menjemputku? Aku benar-benar merasa bosan," balas Maria.


"Tunggulah sebentar, aku akan segera kesana!"


Dengan tergesa-gesa, Dylan meraih kunci mobilnya dan segera menghambur keluar dari ruangannya menuju tempat parkir. Dimana mobilnya terparkir. Mac nampak bingung karena Dylan tidak berkata apa-apa padanya dan pergi begitu saja tanpa pamit.


"Tuan Dylan mau kemana?" gumam Mac sembari menggaruk pelipisnya.


Sementara Dylan menuju Mall tersebut, Maria masih mendengarkan pembicaraan mantan pasangan itu sambil uring-uringan. Ia berharap Om Udin segera datang dan mengajaknya pergi dari tempat itu secepatnya.


Karena bosan, Maria meraih tas ransel miliknya kemudian mengambil gelang couple bersama Dylan yang sempat ia lepas ketika di ruang ganti. Ia ingin memasang gelang itu kembali ke pergelangan tangannya, tetapi ditahan oleh Aidan.


"Jangan pakai gelang itu!"


Aidan nampak marah karena gadis itu kembali mengeluarkan barang yang berhubungan dengan kucing jepang fenomenal tersebut. Aidan tidak suka dan ia sudah memberitahukan hal itu kepada Maria sebelumnya.


"Apa masalahmu, Tuan Aidan!"


Maria pun akhirnya emosi, ia sangat tidak suka ketika Aidan mulai berani mengaturnya sampai sedetail itu.


"Kamu calon istriku, Nona Alexander! Aku berhak mengaturmu!" ketus Aidan sembari meraih gelang couple milik Maria kemudian melemparkannya ke sembarang arah.


...***...

__ADS_1


__ADS_2