Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 75


__ADS_3

Sshtt, adegan dewasa 21+


Yang belum cukup umur dan gak mau cenat-cenut, mending di SKIP aja deh. And dosanya tanggung ndiri, ya. Jangan ajakin Author 😂😂😂


Ok, Guys!!! Love U all 😘😘😘


Kini Marcello berada di atas tubuh Marissa. Lelaki itu menyeringai sembari memperhatikan tubuh polos gadis itu. Marissa yang sudah di luar kesadarannya, meremass-remass kedua bulatan empuknya sambil memperhatikan lelaki yang kini mengungkung tubuhnya.


"Apa kamu masih perawan, Cha?"


Marcello menyingkirkan kedua tangan Marissa dan kini ia yang mengambil alih kedua bulatan empuk tersebut. Marissa mendesis sembari menggigit bibir bawahnya.


"Ehmm yah, Dad!"


Marcello kembali tersenyum puas karena Marissa benar-benar miliknya dan hanya dia yang akan menyentuh gadis itu. Ia mulai memainkan puncak bulatan berwarna merah muda tersebut dengan lidahnya dan sesekali menggigitnya dengan lembut membuat tubuh Marissa bergetar.


Marissa mengacak puncak kepala lelaki itu sembari membenamkannya lebih dalam lagi ke dalam bulatan empuknya. "Ehhmm,"


Dessahan Marissa membuat lelaki dewasa itu semakin bersemangat melancarkan aksinya. Sebagai lelaki berpengalaman, memuaskan gadis itu bukanlah perkara sulit untuknya.


Ia meninggalkan tanda kepemilikannya disetiap sisi bulatan siza ekstra tersebut sedangkan tangan nakalnya sudah mulai menyusup ke area pribadi gadis itu. Ia bermain di sana hingga membuat gadis itu semakin larut dalam kenikmatan yang tidak pernah dirasakannya.


Cengkeraman Marissa semakin erat di rambut Marcello, tetapi lelaki itu membiarkannya. "Kamu sudah siap, Cha?" tanya Marcello karena area gadis itu sudah mulai banjir.


Marissa menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil menggigit bibir bawahnya. Tangan gadis itu menggenggam senjata Marcello yang kini berada di atas perutnya. Ia terperanjat setelah mengetahui benda itu begitu besar dan panjang.


"Daddy, ini serius? Punya Daddy besar sekali?! Apa Nona'ku akan baik-baik saja?!" tanya Marissa dengan mata membulat.


"Ya, dia akan baik-baik saja."

__ADS_1


Marcello menuntun tangan Marissa naik-turun di senjatanya agar benda itu semakin menegang. Marcello kembali merajai bibir indah yang selama ini terus menggodanya dan membiarkan Marissa terus bermain di senjatanya.


"Tahan sebentar ya, Cha. Daddy janji akan melakukannya dengan perlahan," ucapnya sembari menurunkan posisi tubuhnya kemudian mulai menyusupkan senjata laras panjang di permukaan 'Nona' milik Marissa dan bermain disana sebagai pemanasan.


Setelah puas, ia pun mengarahkan senjatanya ke dalam gua sempit yang belum pernah terjamah itu. Marcello kembali menyeringai dan tanpa aba-aba, ia mulai memasukkan senjatanya.


"Akh!" pekik Marissa sambil menggigit selimut.


"Tidak apa, tenanglah! Sakitnya hanya sebentar," ucap Marcello sembari memeluk tubuh Marissa yang bergetar. Setelah gadis itu agak tenang, iapun kembali melanjutkan gerakannya.


"Sekali lagi, Cha. Bertahanlah! Daddy janji setelah ini tak akan berasa sakit lagi,"


Marissa menganggukkan kepalanya pelan sambil menahan sakit di area 'Nona'nya.


Marcello menghentakkan tubuhnya untuk yang kedua kalinya dan dua kali pula, tubuh Marissa bergetar menahan sakit. Perlahan, Marcello mencabut senjatanya kemudian memperhatikan noda merah yang menghiasi benda keramatnya itu.


Lelaki itu meraih tissu di atas nakas kemudian membersihkan senjatanya dsri noda merah tersebut. Tidak lupa, Marcello juga membersihkan 'Nona' milik Marissa yang masih mengeluarkan darah segar dengan lembut.


"Ya," sahutnya mantap.


Marcello menyunggingkan sebuah senyuman. Tentu saja ia semakin bersemangat melakukannya karena sudah mendapatkan izin dari sang pemilik 'Nona' yang masih orisinil itu.


Marcello kembali memasukkan senjatanya ke gua sempit 'Nona'. lelaki itu mulai menaik turunkan pinggulnya sambil memejamkan mata, menikmati sensasi yang begitu berbeda dari sebelum-sebelumnya. Begitupula Marissa, rasa sakit yang tadinya mendominasi, sekarang sudah berganti dengan rasa nikmat yang tiada tara.


"Ehmm, Cha. 'Nona'mu begitu nikmat," gumamnya dengan mata terpejam.


"Ehmm, punyamu begitu besar, Dad!!!" dessahnya.


Marcello terus bermain diatas tubuh indah Marissa sambil bermain di area favoritnya, bulatan size ekstra yang empuk dan kenyal. Puas dengan tangan, ia kembali memainkan benda itu dengan lidah dan bibirnya.

__ADS_1


"Lebih cepat, Dad!"


"Akh, baiklah!"


Marcello pun mempercepat gerakannya dan ia mulai merasakan lahar panas itu akan segera meluncur. "Cepat, Cha! Daddy hampir selesai!" ucapnya.


"Oh, yah! Come on, Dad!"


Hingga akhirnya, lahar itupun meluncur dengan cepat, masuk kedalam gua sempit si 'Nona' dan siap mencetak Marcello-Marissa junior. Dengan napas terengah-engah, pasangan itupun jatuh dengan posisi saling berhadapan.


Marcello memeluk tubuh Marissa dan menciumi puncak kepalanya. "Daddy sayang kamu, Cha."


Marissa membuka mata dan menatap wajah tampan yang masih terpejam di hadapannya. "Tapi, bukan sebagai gadis kecilmu lagi 'kan, Tuan Marcello?" tanyanya.


Marcello membuka matanya sambil melemparkan senyuman kepada Marissa. "Bukan lagi, tapi sekarang kamu adalah istri kecilku," sahutnya sembari menyerang bibir seksi Marissa.


Untuk sesaat pasangan itu kembali larut dalam ciuman mereka hingga senjata laras panjang milik lelaki itu kembali manggut-manggut.


"Lihat, Cha! Dia bangkit lagi," ucapnya sambil terkekeh.


"Baiklah, ini saatnya aku yang beraksi!" sahut Marissa mantap.


Gadis itu bangkit kemudian naik keatas tubuh Marcello. Lelaki itu hanya tersenyum dan membiarkan istri kecilnya mulai beraksi. Perlahan Marissa memasukkan senjata itu ke dalam 'Nona' nya.


"Apa kamu yakin?" tanya Marcello sambil terkekeh.


"Ya, aku sudah mempelajarinya di video yang aku tonton. Jadi biarkan aku menaklukan benda keramat'mu ini!" sahutnya mantap.


"Dasar, Gadis Nakal!" seru Marcello.

__ADS_1


...***...


__ADS_2