Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 240


__ADS_3

"Mau apa kamu, Tuan?! Jangan macam-macam padaku! Aku bisa saja memanggil kedua Bodyguardku untuk menghabisimu!" ancam Akira sekali lagi.


Melvin terus menyunggingkan senyuman di wajahnya. Ia tidak menyangka akan menemukan sosok Shakila dengan sifat yang berbeda. Jika Shakila putri dari Tuan Joe lebih pendiam dan pemalu, berbeda dengan Shakila yang sedang berada di hadapannya. Gadis ini jauh lebih berani dan lebih menantang untuk ditaklukkan.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu, Tuan?" kesal Akira dengan mata membesar membalas tatapan Melvin.


"Tidak apa-apa, Nona Akira. Aku hanya kagum melihat kecantikanmu," sahut Melvin.


"Jangan kamu pikir karena pekerjaanku yang seperti itu, kamu bisa menyentuh tubuhku sesuka hatimu. Oh, tidak seperti itu, Tuan!"


Melvin tidak menjawab, ia malah menghidupkan mesin mobilnya kemudian melajukannya meninggalkan kampus tersebut.


"Sebenarnya kamu ingin membawaku kemana, Tuan? Dan apa masalahmu denganku?" pekik Akira dengan wajah cemas.


"Tenanglah, Nona Akira. Aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak akan berbuat jahat padamu. Aku hanya ingin bicara empat mata denganmu, itu saja."


"Tapi, aku tidak mau!"


Akira meraih ponselnya kemudian mencoba menghubungi kedua Bodyguardnya. Namun, Melvin sudah mencurigai hal itu. Melvin merebut ponsel Akira kemudian menyingkirkannya dari gadis itu.


"Kembalikan ponselku!"'


"Tidak akan," sahut Melvin sembari menyeringai.


Melvin menyimpan ponsel Akira ke dalam saku celana yang ia kenakan agar gadis itu tidak bisa mengambilnya. Akira benar-benar marah. Ia memukul-mukul Melvin dengan tas ranselnya hingga beberapa kali Melvin menjerit karena pukulan gadis itu lumayan menyakitkan.


"Hentikan, Nona Akira! Apa kamu ingin kita celaka, ha?!" kesal Melvin yang akhirnya meninggikan nada bicaranya.

__ADS_1


Akibat ulah Akira, Melvin hampir saja tidak bisa mengendalikan mobil yang sedang ia kemudikan. Akira menghentikan aksinya kemudian kembali ke posisi semula dan pasrah menerima nasibnya.


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku, Tuan ...?"


"Melvin Alexander," sahut Melvin sembari mengulurkan tangan kanannya kepada Akira sedangkan tangan kirinya masih memegang setir mobil.


Akira menatap uluran tangan Melvin tanpa berkeinginan untuk menyambutnya. Wajah Melvin merona, perlahan ia menarik tangannya kembali sambil tersenyum kecut.


"Tunggulah sebentar, aku ingin mencari tempat yang nyaman untuk kita bicara."


Melvin mengedarkan pandangannya hingga akhirnya Melvin melihat sebuah taman yang nampak masih lenggang. Ia menepikan mobilnya kemudian berhenti disana.


Melvin mengunci pintu mobilnya hingga Akira kembali menjerit ketakutan. Padahal niat Melvin cuma satu, agar gadis itu tidak akan kabur darinya.


"Akhh! Tolong! Ada yang ingin memperkosaku!"


"Hush! Kenapa kamu berteriak seperti itu? Bagaimana jika ada orang yang mendengarnya?"


"Kamu pasti akan mati karena di gebuk oleh warga!" ketus Akira.


"Jika aku mati karena di gebuk warga akibat teriakanmu, maka aku bersumpah padamu, Nona Akira. Aku akan jadi setan gentayangan yang akan membalaskan dendamku padamu karena kamu sudah memfitnahku dengan keji. Apa kamu tahu, Nona Akira? Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan."


Akira membuang napas kasar. "Aku tidak memfitnah, Tuan Melvin. Aku selalu bicara dengan bukti dan buktinya kamu mengurungku dalam mobil ini. Untuk apa coba? Pasti untuk melakukan hal yang tidak senonoh padaku 'kan?"


"Hhh, pede sekali!" Melvin terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Lah, trus?!"

__ADS_1


"Sudah aku bilang, aku hanya ingin mengajakmu bicara, Nona Akira. Ini tentang kamu, keluargamu dan Shakila."


Akira terdiam sejenak setelah nama Shakila disebutkan. "Kenapa kamu selalu menyebut nama Shakila? Sebenarnya siapa Shakila itu dan apa hubungannya denganku?"


"Shakila adalah nama seorang gadis yang merupakan anak pertama dari Om dan Tanteku. Kira-kira dia seumuran denganmu, Akira. Namun, ada sesuatu yang sangat menarik di antara kamu dan Shakila."


"Sesuatu yang menarik di antara kami? Apa maksudmu?" tanya Akira yang semakin penasaran.


"Kalian begitu mirip dan saking miripnya, aku bahkan tidak bisa membedakan mana Shakila dan mana dirimu, Akira."


"Benarkah?" Akira menautkan kedua alisnya, tetapi ia masih tidak percaya dengan ucapan lelaki itu.


"Ya, aku serius. Aku bisa membuktikan omonganku jika kamu tidak percaya. Sekarang aku bertanya padamu, mungkinkah jika kamu dan Shakila ada saudara kembar yang terpisahkan?"


Akira tertawa lepas setelah mendengar ucapan Melvin yang terdengar sangat lucu baginya.


"Ya, Tuhan. Tuan ... kamu ada-ada saja!"


"Aku serius, Akira! Aku curiga, jangan-jangan kamu adalah anak dari Om Joe yang sama sekali tidak pernah diketahui," pekik Melvin dengan mata membulat manatap Akira yang masih tertawa.


"Astaga, kamu semakin lucu saja," sahut Akira yang kembali tergelak.


Melvin segera meraih ponselnya dan mencari-cari foto Shakila yang masih ia simpan di galeri fotonya. Setelah menemukan foto tersebut, Melvin pun langsung memperlihatkan foto cantik Shakila kepada Akira yang masih tertawa lepas.


"Coba lihat ini, apa kamu masih bisa tertawa setelah melihatnya?" ucap Melvin sembari menyodorkan ponselnya ke hadapan Akira.


...***...

__ADS_1


Maaf jika ada typo, mohon koreksi ya. Biar nanti di revisi lagi 😆 Yang nungguin part Udin, besok aja, ok?!


__ADS_2