Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 237


__ADS_3

"Nih!"


Maria mengulurkan tangannya ke hadapan Aidan sembari ingin menyerahkan kunci motornya kepada lelaki itu. Aidan melirik sebuah kunci motor dengan gantungan kepala Hello Kitty yang berada di telapak tangan Maria sambil tersenyum sinis.


"Jadi kamu serius, ingin aku mengemudikan scooter kekanak-kanakan seperti ini?"


"Ya," jawab Maria sambil menganggukkan kepalanya.


Aidan tertawa lepas setelah mendengar permintaan aneh Maria. Sedangkan gadis itu masih menatap Aidan dengan tatapan serius.


"Dengar ya, Cantik. Maaf sebelumnya, aku rasa hanya laki-laki 'Bodoh' yang mau menaiki motor dengan stiker aneh seperti itu. Kalau kamu sebagai seorang perempuan sih, ya ... mungkin tidak masalah. Tetapi bagi seorang laki-laki, ini adalah penjatuhan harga diri," ucap Aidan sambil terkekeh.


Walaupun Aidan terlihat seperti bercanda, tetapi Maria benar-benar kesal mendengar jawaban lelaki itu. Ia segera berbalik kemudian kembali menuju motor matic yang berada tak jauh darinya. Aidan panik ketika melihat Maria berjalan meninggalkannya. Ia segera menyusul Maria dan meraih tangan gadis itu.


"Sini, mana kunci motormu?" tanya Aidan.


"Mau apa lagi, Tuan? Bukankah Anda tidak ingin harga diri Anda jatuh dengan menaiki motor saya?" kesal Maria.


Tanpa menghiraukan ucapan kesal Maria, Aidan mengambil paksa kunci tersebut dari genggaman Maria. Setelah berhasil mendapatkan kunci motor tersebut, Aidan membawanya menuju pos keamanan sekolah.


"Pak, saya titip motor itu, ya! Nanti salah satu anak buah saya yang akan mengambilnya," ucap Aidan sembari menyerahkan kunci motor milik Maria kepada Security tersebut.


"Baik, Tuan."


Tidak lupa, Aidan juga memberikan uang kepada Security tersebut sebagai imbalan karena sudah bersedia membantunya. Melihat kunci motornya diserahkan begitu saja kepada Security, Maria pun berontak.

__ADS_1


"Tuan Aidan, kenapa kunci motorku diserahkan kepada Pak Security?!" kesalnya.


Aidan malah tersenyum dan hal itu membuat Maria sekalian kesal dibuatnya.


"Hal pertama yang harus aku lakukan adalah menyingkirkan motor itu. Dan yang kedua adalah ...."


Aidan menyeringai menatap Maria kemudian melangkah menghampiri gadis itu. Semakin dekat dan semakin dekat. Sedangkan Maria semakin memundurkan tubuhnya, mencoba menjauhi Aidan yang kini mendekatinya.


"Kamu mau apa?!"


"Menculikmu!"


Aidan mengangkat tubuh Maria kemudian membawanya menuju mobil sport miliknya. Maria menjerit dan meminta Aidan untuk melepaskannya.


"Akhh, tolong! Lelaki ini mau menculikku!" teriak Maria sembari memukul-mukul punggung Aidan. Bukannya marah, lelaki itu malah tergelak.


"Sialan!" gerutu Maria.


Setibanya di depan mobilnya, Aidan membuka pintu mobil tersebut kemudian memasukkan tubuh Maria secara paksa ke dalam mobilnya.


"Ah, kamu menyebalkan, Tuan Aidan!" teriak Maria sembari merapikan baju dan roknya yang berantakan akibat digendong paksa oleh Aidan.


Aidan hanya tersenyum dan segera melajukan mobil mewahnya meninggalkan sekolah itu. Di perjalanan, Maria tidak bicara sepatah katapun. Ia terus menekuk wajahnya dengan tatapan yang terus fokus ke depan.


Aidan beberapa kali melirik Maria dan semakin kesal gadis itu kepadanya, Aidan semakin penasaran dibuatnya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu, Nona Alexander? Semakin kamu marah kepadaku, semakin aku bersemangat ingin meluluhkan hatimu," ucap Aidan sembari tersenyum manis menatap Maria.


Maria memutarkan bola matanya sambil memasang wajah malas. Namun, dia tetap tidak ingin menoleh kepada lelaki itu.


"Lihatlah aku, Cantik!"


Aidan meraih wajah Maria agar gadis itu menoleh kepadanya, tetapi dengan cepat Maria menepisnya.


"Jangan sampai aku menggigit tanganmu, ya!" kesal Maria.


Aidan kembali tergelak. "Ohoho, aku tidak takut, Cantik. Aku bahkan bersedia menyerahkan tanganku untuk kamu gigit," jawabnya.


Ya, tentu saja Maria semakin kesal. Ia kembali diam dan menutup mulutnya rapat.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Aidan menghentikan mobil mewah tersebut di tempat parkir sebuah Mall. Mall yang dikunjungi oleh Maria dan Dylan kemarin. Aidan membukakan pintu untuk Maria dan meminta gadis itu untuk ikut dengannya.


"Tersenyumlah, Nona Alexander. Hari ini aku akan membuatmu menjadi ratuku, apapun yang kamu inginkan tinggal sebutkan dan aku pasti akan memberikannya," ucap Aidan sembari menyerahkan tangannya kepada Maria.


"Benarkah?" tanya Maria sembari melirik tangan kekar Aidan tanpa berkeinginan menyambutnya.


"Ya, apapun itu. Mau apa? Ponsel baru, baju baru, sepatu baru atau perhiasan? Sebutkan saja."


"Saat ini aku ingin makan karena perutku sudah lapar, Tuan. Untuk permintaan lainnya, akan ku pikirkan sambil makan," jawab Maria sembari melangkahkan kakinya mendahului Aidan.


Aidan terkekeh pelan. "Ya, Tuhan. Baru kali ini aku menemukan gadis yang berani menolakku mentah-mentah seperti dia. Tapi, aku tidak akan menyerah, Nona Alexander. Aku akan buat kamu luluh, seluluh-luluhnya!" gumam Aidan sembari melangkah mengikuti Maria dari belakang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2