
Acara ulang tahun Marvel dan Melvin pun segera dimulai. Para tamu undangan sudah tiba, termasuk para anak-anak panti asuhan. Tema ulang tahun si kembar kali ini adalah 'Kerajaan'. Marcello bahkan menyewa seorang design ternama hanya untuk membuatkan pakaian untuk mereka.
Jika Marcello terlihat sangat tampan dengan setelan pakaian seorang Raja lengkap dengan mahkotanya, Marissa terlihat sangat cantik dengan balutan ball gown seorang Putri Kerajaan. Begitupula si kembar Melvin dan Marvel, mereka berdua terlihat tampan dengan setelan yang sama seperti yang dikenakan oleh sang Daddy.
Bukan hanya keluarga mereka, bahkan Joe dan Sofia pun kena imbasnya. Mereka diwajibkan memgenakan pakaian seorang Raja dan Ratu di acara tersebut. Walaupun designnya terlihat lebih simple dari pakaian yang dikenakan Marcello dan Marissa.
"Haha, paling tidak ada kamu yang menemani aku berpenampilan konyol seperti ini," ucap Marcello sambil tergelak melihat Joe yang juga mengenakan pakaian seorang Raja.
Joe hanya diam sambil memperhatikan Marcello yang masih tergelak dengan ekspresi dinginnya. Tidak ada yang tahu bagaimana isi hati Joe saat itu.
"Aakhh! Sial, kau malah tergelak, wahai Tuan Marcello! Tidak tahukah kamu pakaian ini benar-benar sangat memalukan," batin Joe.
Tepat disaat itu, Marissa dan Sofia sudah selesai berdandan. Kedua wanita cantik itu segera menghampiri Raja-raja mereka.
"Kamu terlihat tampan, Tuan Joe-ku tersayang," bisik Sofia di samping telinga Joe.
Joe segera menoleh kepada sang Istri sambil tersenyum kecut. "Benarkah?"
Sofia pun menganggukkan kepalanya dengan cepat sembari tersenyum hangat kepada lelaki itu. "Ya, aku serius."
"Baguslah kalau begitu," ucap Joe seraya mengangkat kepalanya dengan tegak kemudian menuntun wanita itu menuju ruang tengah, dimana tempat itu akan di sulap menjadi ruangan pesta untuk ulang tahun si kembar Marvel dan Melvin.
Setibanya di ruangan itu, ternyata seluruh tamu undangan sudah berkumpul di sana. Marcello dan Marissa menjadi pusat perhatian para tamu undangan karena costum mewah yang sedang mereka kenakan. Begitupula para Pangeran-pangeran kecil mereka yang terlihat sangat menggemaskan.
__ADS_1
Di antara banyaknya tamu undangan, ternyata keluarga besar Riyadh pun tidak mau ketinggalan. Riyadh, Dian, Zaid dan si kecil Arsya yang dua bulan lagi akan mengadakan acara ulang tahunnya yang ke-dua, sama seperti Marvel dan Melvin.
Keluarga Fattan pun juga nampak berkumpul di ruangan itu bersama anak perempuannya yang kini berusia satu tahun lebih sedikit. Anak perempuan itu terlihat sangat cantik. Wajahnya perpaduan antara Fattan dan Erika.
Di saat acara dimulai dan semua orang larut dalam kemeriahan pesta tersebut, tatapan Joe terfokus pada wanita yang kemarin ia lihat di Panti Asuhan. Wanita itu duduk disalah satu sudut ruangan sambil memberikan sufor kepada bayi perempuan yang sedang ia gendong.
"Sofia," bisik Joe di samping telinga Sofia.
Sofia yang sedang asik memperhatikan kemeriahan pesta di ruangan itu, segera menoleh kepada Joe sambil tersenyum hangat.
"Ya, Mas?"
"Apa kamu ingin menemui bayi mungil yang kemarin aku ceritakan kepadamu?"
"Ya, tentu saja! Dimana bayi itu, Mas?"
Joe menunjuk kesalah satu sudut ruangan. "Di sana, bersama wanita itu," ucap Joe.
"Ayo, cepat kita hampiri, Mas! Aku sudah tidak sabar ingin menemui bayi mungil itu."
Sofia menarik-narik tangan Joe agar suaminya itu segera membawanya kepada wanita itu.
"Baik, baik. Sabar dulu," ucap Joe ketika Sofia sudah tidak sabar ingin menemui bayi mungil tersebut.
__ADS_1
Joe meninggalkan kerumunan pesta meriah itu dan berjalan menghampiri wanita yang sedang duduk sendirian di salah satu sudut ruangan sambil memberikan sufor pada bayi mungil tersebut.
Setibanya disana, Sofia segera menghampiri wanita itu dan duduk di sampingnya. Mata Sofia terlihat berkaca-kaca saat memperhatikan wajah cantik bayi mungil tersebut. Dia begitu lahap menikmati sufor yang diberikan oleh wanita itu.
"Bolehkah aku menggendongnya?" tanya Sofia pada wanita itu.
Wanita itu menoleh kepada Sofia sembari tersenyum hangat. "Tentu saja, Nona."
Ia menyerahkan bayi mungil tersebut kepada Sofia kemudian disambut oleh Sofia dengan sangat hati-hati.
"Ya Tuhan, cantiknya dirimu, Nak."
Sofia menggantikan posisi wanita itu. Ia duduk disana sembari memberikan sufor kepada bayi cantik tersebut. Tidak berselang lama, sufor yang ada di dalam botol susu itupun habis. Bayi mungil itu terlihat keknyangan. Ia memejamkan matanya sambil menggenggam erat jari telunjuk Sofia. Wajah bayi itu terlihat tenang saat tidur di pelukan Sofia.
"Mas, aku mau bayi ini," lirih Sofia sembari mendongak kepada Joe yang berdiri di sampingnya.
"Ya, aku akan bicarakan masalah ini kepada Pengurus Panti. Besok kita ke tempat itu untuk mengurus semuanya."
Sofia begitu puas mendengar jawaban Joe. Ia tersenyum hangat kemudian menyandarkan kepalanya ke tubuh suaminya itu.
"Terima kasih, Mas."
(Sabar ya, Readers. Sofia bentar lagi hamil, kok. Jadi jangan emosi dulu, ya 😄😄😄)
__ADS_1
......***......