Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 266


__ADS_3

"Sebenarnya ada apa ini, Shakila?" tanya Joe kebingungan sambil menatap wajah Shakila yang semakin tegang.


Marcello duduk di sofa yang ada disana tanpa meminta izin kepada sang pemilik rumah. Ia bahkan duduk dengan gaya santainya sambil memperhatikan orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Biarkan aku saja, Shakila. Aku tahu kamu pasti takut sama Daddymu itu 'kan?!"


Marcello menaikan salah satu kakinya kemudian meletakkan kaki tersebut ke atas kaki satunya. Kini tatapan lelaki itu hanya tertuju pada Joe yang berdiri tepat di hadapannya.


"Joe, kenapa kamu tega menerapkan peraturan seperti itu kepada Shakila. Apakah karena Shakila adalah anakmu, maka ia tidak boleh jatuh hati kepada salah satu generasiku?" kesal Marcello.


Joe menghembuskan napas berat kemudian duduk di sofa yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menjawab pertanyaan Marcello.


"Maafkan saya, Tuan Marcello. Saya tidak bermaksud apa-apa soal itu. Hanya saja, saya sadar siapa dan seperti apa posisi saya di samping Anda. Saya sudah banyak berhutang budi kepada Anda. Jadi, sudah selayaknya kami sekeluarga menjadi pengabdi untuk keluarga besar Anda, Tuan Marcello."


"Aku mengerti apa maksudmu, Joe. Tapi tidak sepatutnya juga kamu melarang Shakila untuk jatuh cinta pada anakku. Dia berhak jatuh cinta pada siapapun, termasuk pada Putraku, Marvel. Dan satu lagi, aku tidak ingin kamu membicarakan masalah ini lagi! Bagiku kamu adalah keluargaku, Joe. Dan akan tetap seperti itu, selamanya."


Joe menundukkan kepalanya sambil memikirkan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Tuan Marcello kepadanya.


"Maafkan saya, Tuan Marcello."


"Aku tidak ingin memaafkan kesalahanmu kali ini, Joe! Bagiku kesalahanmu kali ini sangatlah fatal dan aku tidak bisa menerimanya!" kesal Tuan Marcello sembari menyilangkan tangannya ke dada.


Sontak saja ucapan Marcello saat itu membuat keluarga kecil Joe merasa ketakutan, terlebih-lebih Shakila. Shakila beranggapan bahwa karena kesalahannya, seluruh keluarganya harus merasakan akibatnya.


Joe mengangkat kepalanya kemudian menatap Marcello yang sedang menatapnya dengan wajah malas. "Lalu, bagaimana cara saya agar Tuan bisa memaafkan kesalahan saya kali ini?" lirih Joe.

__ADS_1


Marcello membuang napas berat. "Baiklah, aku bersedia memaafkanmu tapi dengan satu syarat!"


Marvel mengulum senyum, ia tahu bahwa ini hanyalah akal-akalan Daddy-nya saja. Begitupula Marissa, ia bahkan tidak bisa menahan tawanya. Walaupun tidak sampai mengeluarkan suara tawa, tetapi tubuh wanita itu bergerak turun naik.


"Apa itu, Tuan Marcello?"


"Biarkan Shakila menikah dengan Marvel," tegas Tuan Marcello, masih dengan wajah malas menatap Joe.


Sofia dan kedua anak kembarnya saling melempar senyum setelah mendengar syarat dari Tuan Marcello. Padahal sebelumnya wajah mereka benar-benar tegang dan memucat.


Mau tidak mau, Joe pun harus menerima syarat itu yang diberikan oleh Tuan Marcello kepadanya.


"Bagaimana, Joe?" tanya Marcello sekali lagi.


"Sebenarnya saya tidak bermaksud menolak keinginan Anda, Tuan Marcello. Namun, karena ini adalah masalah hati, maka keputusan ini saya serahkan sepenuhnya kepada Putri saya, Shakila."


Shakila menoleh kepada Marvel yang berdiri tak jauh darinya dan ternyata lelaki itu juga sedang memperhatikan dirinya sambil tersenyum hangat. Marvel menganggukkan kepalanya dan berharap Shakila bersedia menjawab 'Ya'.


Begitu pula Marissa, wanita itu tersenyum manis saat bertatap mata dengan gadis itu dan ia berharap Shakila bersedia menerima tawaran itu.


Setelah memantapkan hatinya, Shakila pun akhirnya mengangguk. "Ya, Dad. Aku menerimanya," jawab Shakila mantap.


"Sudah beres! Tinggal mempersiapkan segala sesuatunya. Tunggu kedatangan kami, Joe! Aku akan boyong anak perempuanmu ke kediaman kami!" Marcello tergelak seraya bangkit dari posisi duduknya kemudian melangkah menuju pintu utama rumah mewah milik Joe.


Joe hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil memperhatikan Boss menyebalkannya itu. Sedangkan Marissa dan Marvel menghampiri Tuan Joe kemudian berpamitan kepadanya.

__ADS_1


"Maafkan Daddy, Om Joe. Kadang-kadang dia memang menyebalkan," ucap Marissa.


"Ya, Nyonya Marissa, saya sudah hapal bagaimana sifat Tuan Marcello." Joe tersenyum.


Setelah berpamitan sekaligus meminta maaf kepada seluruh keluarga Tuan Joe, Marissa dan Marvel pun kembali ke kediaman mewah mereka.


"Maafkan Kila, Daddy. Kila tidak bermaksud--"


Belum habis Shakila bicara, Joe meraih mktubuh gadis itu kemudian memeluknya dengan erat.


"Mungkin Tuan Marvel memang jodohmu, Shakila. Daddy doakan semoga kalian selalu bahagia sama seperti Tuan Marcello dan Nyonya Marissa."


"Seperti Mommy dan Daddy juga," sahut Shakila seraya mendongak menatap wajah Joe yang masih memeluknya dengan erat.


"Ya, sama seperti Mommy dan Daddy juga."


Sofia menghampiri Joe dan Shakila. Ia mengelus lembut puncak kepala Shakila sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak percaya. Rasanya baru beberapa tahun yang lalu kamu berada di pelukan Mommy, Kila. Dan sekarang tiba-tiba saja seorang laki-laki ingin memboyongmu ke kediamannya. Mommy pasti akan sangat merindukanmu. Semoga kamu tidak lupa sama rumah sederhana kita ini, ya," goda Sofia.


"Ya ampun, Mommy!" pekik Shakila sambil terkekeh.


Begitupula kedua adik kembar Shakila, mereka ikut tergelak setelah mendengar ucapan sang Mommy.


"Aku tidak habis pikir ternyata di dunia ini ada seseorang seperti Tuan Marcello yang melamar anak gadis orang dengan cara paksa seperti itu," ucap Joe sembari melepaskan pelukannya kepada Shakila.

__ADS_1


"Ya, itu adalah cara jitu agar lamarannya tidak ditolak," jawab Sofia sambil tertawa pelan.


...***...


__ADS_2