Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 283


__ADS_3

"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang Shakila?" tanya Joe kepada anak buahnya.


Kedua lelaki itu saling tatap. Wajah mereka nampak ragu menceritakan siapa orang tua kandung Shakila dan Aira yang sebenarnya kepada Joe.


"Kenapa? Apa kalian masih belum mendapatkan informasi tentang hal itu?" tanya Joe sambil menatap tajam kedua lelaki yang sedang berdiri di hadapannya.


"Bukan seperti itu, Tuan Joe. Hanya saja kami ...." Kedua lelaki itu kembali saling tatap tetapi hanya sebentar, setelah itu tatapan mereka pun kembali fokus pada Joe yang masih menunggu jawaban dari mereka.


Joe mengangkat alisnya dan ia masih sabar menunggu jawaban dari kedua lelaki itu.


"Semoga hal ini tidak akan membuat Anda shok, Tuan Joe," ucap salah satu dari kedua lelaki itu seraya menyerahkan sebuah berkas yang berisi informasi tentang siapa orang tua kandung Shakila dan Aira.


Joe menyambut berkas tersebut sambil menautkan kedua alisnya. Ia heran sekaligus penasaran kenapa mereka nampak ragu menyerahkan berkas itu kepadanya.


Perlahan Joe membuka berkas itu kemudian memperhatikannya dengan seksama. Raut wajah Joe nampak berubah setelah ia selesai membaca informasi tentang kedua gadis kembar tersebut.


"Ya, Tuhan! Sepertinya Tuan Marcello harus tahu tentang hal ini!" gumam Joe sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Tanpa pikir panjang, Joe merapikan berkas tersebut kemudian membawanya keluar dari ruangan itu.


"Kalian berdua, ikutlah denganku. Kita harus membicarakan hal ini kepada Tuan Marcello," ucap Joe sambil berlalu, melewati kedua anak buahnya.


"Siap, Tuan!" sahut kedua lelaki itu secara bersamaan.


Dengan langkah cepat, Joe memasuki kediaman Tuan Marcello dan diikuti oleh kedua anak buahnya.


"Dimana Tuan Marcello?" tanya Joe kepada salah satu pelayan yang baru saja ia temui.


"Sepertinya Tuan Marcello ada di ruang pribadinya, Tuan," sahut Pelayan itu.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih."


Joe kembali melangkahkan kakinya menujuΒ  ruangan pribadi Tuan Marcello dan kedua lelaki itupun masih setia mengikutinya dari belakang.


Tepat disaat itu, Maria melihat Tuan Joe yang tergesa-gesa menuju ruangan pribadi Daddynya dan hal itu membuat Maria penasaran.


"Bukankah itu Om Joe? Dilihat dari ekspresi wajahnya, sepertinya sedang ada masalah. Apa ini ada hubungannya sama Kak Kila?" gumam Maria sembari memperhatikan Joe dan kedua anak buahnya dari kejauhan.


Karena dihantui rasa penasaran yang begitu besar, akhirnya Maria memutuskan untuk mengikuti ketiga lelaki itu hingga ke ruang pribadi sang Daddy. Setibanya disana, Joe segera mengetuk pintu ruangan itu sambil memanggil nama Tuan Marcello.


Tok ... tok ... tok ....


"Tuan Marcello, bolehkah saya masuk?"


"Masuklah," sahut Marcello yang sedang sibuk dengan beberapa berkas laporan keuangan perusahaannya.


Perlahan Joe membuka pintu ruangan tersebut kemudian melangkah masuk bersama kedua anak buahnya. Marcello memperhatikan ekspresi wajah Joe saat itu dan ia tahu ada sesuatu yang tidak beres, yang sedang terjadi.


"Terima kasih, Tuan Marcello."


Marcello merapikan semua berkas yang masih berhamburan di atas meja kemudian menyimpannya ke dalam laci.


"Ada apa, Joe? Seperti ada yang sedang mengusik pikiranmu?" tanya Tuan Marcello. Ia sudah hapal bagaimana karakter wajah Joe dan tanpa diberitahu pun ia tahu bahwa lelaki itu sedang ada masalah.


"Coba Tuan baca berkas ini sebentar," ucap Joe sembari menyerahkan berkas yang ia pegang kepada Marcello.


Marcello pun menyambutnya kemudian membuka berkas tersebut dengan hati-hati. "Apa ini, Joe?" tanyanya.


"Sebaiknya Tuan baca saja," sahut Joe.

__ADS_1


Marcello pun mulai membaca berkas itu dengan seksama dan sama seperti Joe, ekspresi wajah Marcello pun berubah setelah tahu isi berkas itu.


"Apa kamu yakin, Joe?" pekik Tuan Marcello.


"Ya, Tuan. Sama seperti Anda, saya pun sempat ragu dengan semua informasi ini. Tetapi, jika Anda masih tidak percaya, Anda bisa tanyakan masalah ini kepada kedua anak buah saya," sahut Joe seraya menunjuk kedua anak buahnya yang sedang berdiri di belakangnya.


Marcello menatap kedua lelaki itu dengan seksama. "Kalian yakin informasi ini benar?"


"Ya, Tuan. Sangat yakin dan kami bisa buktikan bahwa informasi itu benar," jawab salah satu dari mereka.


Marcello memijit pelipisnya kemudian menatap Joe lekat. "Ternyata dunia ini begitu sempit ya, Joe."


"Ya, Anda benar, Tuan." Joe menganggukkan kepalanya, ia pun tidak menyangka.


"Aku tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh Marissa jika ia tahu tentang semua ini. Yang pastinya, Marissa pasti akan sangat shok setelah mengetahui siapa Ibu kandung dari Shakila dan Aira. Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang, Joe? Apa kamu akan tetap mempertemukan kedua gadis itu kepada Ibu mereka?"


"Entahlah, Tuan Marcello. Sekarang saya ragu. Saya takut mereka berdua kecewa setelah tahu keadaan Ibu mereka yang seperti itu. Lagipula saya masih belum tahu dimana wanita itu berada. Karena menurut informasi terakhir wanita itu berada di rumah sakit jiwa," jawab Joe.


"Kasihan dia. Siapa sangka akhirnya ia menjadi seperti itu? Apa mungkin depresi yang ia alami akibat kehilangan kedua anaknya, Shakila dan Aira?" tanya Marcello sambil menatap kedua anak buah Joe.


"Maafkan kami, Tuan Marcello. Kami belum mendapatkan informasi lebih detail apa yang terjadi pada wanita itu. Informasi yang kami dapatkan hanya sampai disitu, bahwa wanita itu adalah Ibu dari Nona Shakila dan Nona Aira," jawab lelaki itu.


"Aku perintahkan sebaiknya kalian selidiki lagi tentang wanita itu. Kenapa ia bisa menjadi seperti itu dan dimana keberadaan wanita itu sekarang," titah Marcello kepada kedua anak buah Joe.


"Siap, Tuan!"


"Depresi?" pekik Maria yang ternyata sedang menguping pembicaraan Tuan Joe dan Daddynya sejak tadi melalui sela-sela pintu ruangan tersebut.


"Entah mengapa aku teringat akan Kakak perempuannya Om Dylan. Atau ... mungkin hal ini memang saling berhubungan? Jika benar begitu, itu artinya Kakak perempuannya Om Dylan kenal dengan kedua orang tuaku," gumam Maria.

__ADS_1


...***...


Happy New Year All 😘😘😘 Dah, Author gak mau main tebak-tebakan lagi. Hari ini Author kasi clue siapa sebenarnya Kakaknya Dylan. Nah, kalo ada yang nanya kenapa mesti dia? Bukannya dia bla ... bla ... bla ... tungguin aja episode selanjutnya-selanjutnya biar jelas πŸ˜…πŸ˜† Dan segitu aja dulu, bye 😘


__ADS_2