Gadis Nakal Milik Hot Daddy

Gadis Nakal Milik Hot Daddy
Bab 201 Season Ke-2


__ADS_3

Untuk pembaca setia Gadis Nakal Milik Hot Daddy ... 😍😍😍


Season Pertama sudah tamat ya πŸ™πŸ™πŸ™ Tidak ada masalah baru untuk keluarga mereka. Sekarang Author lanjut Season Dua masih di judul yang sama dan di lapak yang sama pula.


Untuk Season Dua, mungkin kita lebih fokus pada kehidupan generasi penerus Hot Daddy Marcello, Marvel, Melvin dan si bontot Maria Silvana Alexander, Gadis Nakal Kedua setelah Marissa.


So ... untuk yang mau lanjut baca, Author ucapkan terima kasih banyak πŸ™ dan untuk yang mau berhenti, tidak apa-apa. Author juga ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya selama ini.


Tanpa dukungan kalian semua, mungkin cerita Marissa dan Marcello tidak akan sampai di titik ini. 😍😍😍


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


17 tahun kemudian.


"Apa! Lagi?" pekik Marcello sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


Marcello mendengarkan apa yang di ucapkan oleh seseorang dari seberang telepon dengan seksama.


"Ya, Bu. Maafkan saya."


Marcello menutup panggilan tersebut dengan wajah putus asa. Beberapa kali lelaki yang kini sudah berusiaΒ 62 tahun tersebut mengusap wajahnya dengan kasar.


"Anak gadismu itu benar-benar ya, Cha."


Marissa yang baru saja tiba di ruangan itu tentu saja kebingungan melihat ekspresi suaminya.


"Kenapa, Daddy?"

__ADS_1


"Maria Silvana Alexander, gadis itu kembali berulah di sekolahnya, Cha. Baru saja kemarin aku mendapatkan peringatan dari kepala sekolahnya dan sekarang dia malah kembali berbuat onar dengan kabur dari sekolah. Ini sudah yang kesekian kalinya kita mendapatkan peringatan dari sekolah, Cha," tutur Marcello dengan wajah cemas menatap Marissa.


Marissa tersenyum kecut sambil membalas tatapan suaminya. Ya, anak terakhir mereka, Maria Silvana Alexander yang baru saja genap berusia 17 tahun tersebut, kelakuannya sangat berbeda jauh dari kedua Kakak kembarnya Marvel dan Melvin.


Jika Marvel terkenal dengan kecerdasan dan segala prestasinya. Melvin pun tidak kalah dari saudara kembarnya, Marvel. Ya, walaupun dia selalu menjadi yang urutan ke-dua setelah Marvel. Namun, setidaknya Melvin tidak pernah menyusahkan kedua orang tuanya, apalagi membuat onar satu sekolah sama seperti Maria, adik perempuan mereka.


. . .


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Clara, teman sekelas Maria yang juga ikut-ikutan kabur dari sekolah karena ajakan Maria.


"Pokoknya kabur aja! Aku tidak ingin mengikuti jam pelajaran Pak Johnny. Sudah pelajarannya bikin pusing, Pak Johnny juga suka menggangguku, hhh!" sahut Maria sambil terus fokus pada scooter matic berwarna pink dengan gambar Hello Kitty yang menghiasi setiap bodynya.


"Bener juga, sih! Pak Johnny 'kan memang rada-rada gitu. Aku juga sering kena ganggu sama dia." Tubuh Clara bergidik ketika membayangkan Pak Johnny yang pernah menggodanya.


"Nah, 'kan! Kasihan Pak Johnny, itulah akibat kelamaan jomblo!"


Chiiitttt ....


Brukghhh!!!


"Aauuhh!" pekik Maria dan Clara secara bersamaan saat sebuah mobil menabrak scooter matic milik Maria dari belakang hingga membuat kedua gadis itu terjengkang ke tanah.


Sang pengemudi mobil pun sama terkejutnya. Ia tidak menyangka bahwa scooter matic milik Maria akan berhenti mendadak di depan mobilnya yang sedang melaju.


Kedua gadis itu nampak kesal, terutama Maria. Ia bangkit dari tempatnya terjatuh, kemudian menghampiri mobil mewah yang sudah berani menabraknya.


"Heh, buka!!!"

__ADS_1


Maria berteriak sambil menggedor-gedor pintu mobil mewah berwarna hitam tersebut. Tidak butuh waktu lama, kaca mobil tersebut terbuka dan nampaklah seorang laki-laki dewasa yang sangat tampan.


Pria itu menatap Maria dengan tatapan dinginnya dan tatapan pria itu membuat Maria semakin kesal.


"Heh, Tuan! Jangan cuma bisa menatapku dengan tatapan anehmu itu. Kamu harus ganti rugi karena sudah berani menabrakku! Lihat kakiku nan indah ini, kakiku lecet gara-gara perbuatanmu." Omelan gadis itu membuat semua orang yang berada di tempat itu, memperhatikan pria tampan itu sambil berbisik-bisik.


"Maafkan aku, Nona. Sebaiknya kita bicara di tempat yang lebih aman. Apa kamu tidak lihat bahwa kita sedang berada di tengah-tengah jalan sekarang ini?"


"Tuan Tampan itu benar, Maria. Sebaiknya kita ke tempat yang aman terlebih dahulu," ucap Clara sambil membujuk sahabatnya itu.


Maria mengedarkan pandangannya dan ternyata apa yang dikatakan oleh pria dewasa itu benar. Mereka sedang berada di tengah jalan dan yang lebih memalukan lagi, kini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di tempat itu.


"Baiklah."


Pria itu membantu Maria menepikan motor matic kesayangannya ke pinggir jalan dan setelah membantu Maria, ia pun segera memarkirkan mobil mewah yang ia kemudikan ke tempat yang lebih aman.


"Baiklah, Nona. Berapa aku harus mengganti biaya kerusakan motor maticmu?"


"Cih, sombong sekali kamu! Memangnya kamu punya uang? Kamu 'kan cuma seorang sopir," kesal Maria.


Maria mencoba mengintip seorang laki-laki yang mengenakan setelan jas berwarna hitam sedang duduk di jok bagian belakang mobil mewah yang di kemudikan oleh pria tampan itu.


"Sebutkan saja, Nona."


"Satu milyar!" jawab Maria sambil menyeringai licik.


...***...

__ADS_1


__ADS_2