
"Cerai?!"
"Ya ... tolong ceraikan Syifa, Joe," pinta Mami Yeri dengan suara tegas.
"Mami ini bicara apa, sih?" Joe benar-benar tak percaya, dengan apa yang terdengar ditelinganya meski sudah dua kali Mami Yeri katakan. Apalagi dengan tambahan kata 'tolong'
"Enggak! Aku nggak mau ceraikan Syifa, Mi!" tolak Joe dengan gelengan kepala. "Kenapa juga, Mami memintaku untuk menceraikan Syifa? Bukankah Mami tau, kalau aku sangat mencintainya?"
"Mami nggak suka sama Syifa, Joe. Dan gara-gara Syifa, kamu berubah."
"Berubah?" Alis mata Joe saling bertautan. "Berubah bagaimana sih, Mi?"
"Banyak yang berubah darimu, Joe, semenjak mengenal Syifa. Dan Mami nggak mau kalau perubahanmu yang makin lama itu akan membuatmu main jauh dari orang tua."
"Aku berubah gimana?" Joe benar-benar bingung, tak mengerti dengan maksud Mami Yeri.
Sejauh ini, Joe merasa tak ada yang berubah dari sikapnya kepada orang tuanya. Mungkin, hanya berubah menjadi mesum saja, karena dia ingat Mami Yeri pernah mengatakan hal itu ketika dirinya berniat menitipkan Robert.
__ADS_1
"Aku nggak berubah, Mi, aku tetap Jonathan anak Mami," tambah Joe dengan yakin, kemudian menarik tangan sang Mami menuju dadanya. Terasa debaran jantung di sana, yang berdetak sangat kencang.
"Enggak, Joe!" Mami Yeri menggelengkan kepalanya, lalu menarik tangannya sendiri untuk tak menyentuh dada anaknya. "Kamu berubah, dan itu berawal kamu kamu masuk Islam."
"Mi ... bukankah aku sudah pernah bilang, kalau alasan aku masuk Islam karena itu memang keinginanku sendiri. Bukan karena paksaan, apalagi karena Syifa. Tolong hargai keputusanku, Mi." Joe berbicara dengan lirih, dan mencoba untuk menjelaskan supaya tak terjadi kesalahan pahaman. Juga membuat mata hati Mami Yeri terbuka untuk menarik kembali atas permintaan yang dia lontarkan.
"Tapi ujungnya kamu menikah juga, kan, sama Syifa, pas kamu jadi mualaf?"
"Iya. Karena 'kan aku memang mencintainya, Robert juga menyukainya."
"Berarti sama saja! Itu karena Syifa!" tegas Mami Yeri yang mulai meninggikan nada suaranya, terlihat dari matanya yang memerah dan rahangnya yang mengeras—dia seperti sudah mulai emosi.
Tidak! Joe tidak mau membawa-bawa agama karena cinta. Dia juga meyakini, jika memang apa yang dia katakan adalah benar.
Joe tentu ingat, awalnya memang dia sudah menyerah untuk mengejar Syifa saat dimana dia ditolak karena perbedaan agama. Tapi karena sebuah kecelakaan yang diharuskan dirinya disunat, akhirnya mereka difitnah sehingga restu Abi Hamdan berhasil didapatkan.
"Kamu bohong, Joe!" teriak Mami Yeri tak percaya.
__ADS_1
"Itu memang benar, Mi!" tegas Joe yang lagi-lagi mencoba meyakinkan. "Aku masuk Islam bukan karena tergiur ingin menikahi Syifa, karena awalnya Syifa sudah menolakku begitu pun dengan orang tuanya. Dia juga sudah sempat dijodohkan dengan orang lain."
"Terus, alasanmu masuk Islam itu karena apa? Jangan coba-coba kembali berbohong sama Mami, ya! Mami bisa mengutukmu sekarang juga kalau itu sampai terjadi!" ancam Mami Yeri sambil melotot, juga dengan jari telunjuk yang menunjuk-nunjuk wajah tampan anaknya.
"Karena bertemu Kakek-kakek tunawisma di pinggir jalan."
"Kakek tunawisma?" Kening Mami Yeri tampak mengernyit. "Apa itu tunawisma, Joe?"
"Gelandangan, nggak punya tempat tinggal, Mi."
"Ooh ... terus, apa yang dilakukan Kakek itu kepadamu? Apa dia memaksamu masuk Islam?"
"Dia nggak memaksaku," bantah Joe sambil menggelengkan kepalanya. "Dia hanya memberikanku sebuah Al-Qur'an, sampai akhirnya aku mempelajarinya dan berniat masuk Islam. Mami juga bisa tanyakan pada Sandi, kalau aku memang sempat bertanya tentang seorang Ustad kepadanya dan dia merekomendasikan Omnya, yang bernama Ustad Yunus, untuk mengajariku memperdalam ilmu agama Islam," tambahnya panjang lebar.
Namun dilihat, rahang Mami Yeri masih mengeras. Sepertinya, penjelasannya itu belum masuk ke dalam hatinya.
"Tapi tadi kamu bilang, Syifa sudah menolakmu. Begitu pun dengan orang tuanya. Sampai Syifa juga sudah dijodohkan dengan orang lain. Tapi kok bisa, kalian berniat menikah? Aneh!! Kamu pasti mengarang cerita, kan? Kamu kembali berdusta sama Mami, Joe! Padahal Mami sudah melarangmu untuk kembali berbohong!!" teriak Mami Yeri dengan napas memburu. Matanya memerah dan dadanya bergemuruh. Urat-urat diwajahnya tampak begitu kencang.
__ADS_1
...Tarik napas dulu, Mi đŸ™ˆ...