
"Tentang Tante Yumna, Mom."
"Tante Yumna? Tante Yumna siapa, Nak?" tanya Syifa dengan raut wajah bingung.
"Dia anak temannya Oma, Mom, dan sepertinya dia suka sama—"
"Robert! Ternyata benar kamu di sini?" sergah seseorang yang baru saja datang, sehingga Robert tak jadi meneruskan ucapannya.
Dia dan Syifa pun lantas menoleh, dan ternyata orang tersebut adalah Mami Yeri. Wanita itu datang tidak sendiri, melainkan bersama Yumna, Joe dan Papi Paul.
Keempat orang itu mengetahui Robert ada di restoran sebab sudah mengecek CCTV, yang memperlihatkan Robert melangkah keluar dari rumah sakit lalu menyebrang jalan menuju restoran.
"Oma cari-cari kamu, lho, kenapa kamu malah ada di sini, sih?" Mami Yeri langsung meraih tubuh cucunya untuk dia gendong, wajahnya masih terlihat begitu khawatir.
"Kepalamu masih pusing nggak, Sayang?" tanya Papi Paul seraya menyentuh dahi Robert, kemudian menciumnya. "Kamu 'kan baru sadar dari pingsan, harusnya jangan jalan-jalan sendiri. Mana di restoran lagi," tambahnya menasehati.
"Robert baik-baik saja kok, Oma, Opa," balas Robert. Tapi wajahnya tampak ditekuk, sepertinya dia kesal karena melihat kehadiran orang-orang yang datang. 'Ah gagal deh aku bicara empat mata sama Mommy. Mana Tante Yumna ikut ke sini juga lagi,' batinnya sambil melirik ke arah Yumna dengan sinis.
Joe mendekat, lalu mencium pipi Robert dan mengelus rambutnya sambil tersenyum. Setelah itu dia menghampiri Syifa yang baru saja berdiri dari duduknya. "Kamu kok bisa ketemu Robert, di sini, Yang? Kata Mami Robert ngilang."
"Iya, A. Aku nggak sengaja ketemu Robert di sini. Dia ternyata sedang makan, katanya laper," jawab Syifa, lalu menangkup kedua pipi suaminya. "Aa sendiri bagaimana? Apa kata dokter?"
"Aku nggak kenapa-kenapa, Yang, sehat," jawab Joe sambil tersenyum manis.
"Sehat apanya? Orang kena asam lambung dibilang sehat!" Papi Paul menimpali dengan ketus.
__ADS_1
"Lho, kok bisa kamu kena asam lambung?" Mami Yeri menarik lengan Joe, sehingga tangan Syifa terlepas dari pipi anaknya.
"Ya karena telat makan, Mi, apa lagi coba?" Papi Paul kembali menimpali. Perlahan dia pun mengambil Robert dari tangan Mami Yeri dan menggendongnya. "Kamu juga, Fa, jadi istri kok nggak bisa ngurus suami? Dulu Joe nggak pernah lho kena asam lambung," tambahnya dengan tatapan sengit kepada menantunya.
Melihat itu, Robert langsung menutup mata Papi Paul. Sebab tak suka dengan caranya menatap Syifa.
"Serius, kamu kena asam lambung karena Syifa?" Mami Yeri bertanya dengan nada yang sedikit meninggi, menatap ke arah Joe.
"Papi dan Mami apaan, sih." Joe tertawa sumbang sambil geleng-geleng kepala. Aslinya dia sebal mendengar apa yang Papi Paul katakan. Tapi melihat wajah Syifa yang tampak sedih, lebih baik dia mencairkan suasana. Sebab khawatir kalau sampai berlanjut Syifa disudutkan. Padahal memang itu bukan kesalahannya. "Asam lambung itu 'kan penyakit, nggak ada hubungannya dengan Syifa. Udah lebih baik kita balik ke rumah sakit saja, nggak enak ngobrol di sini," tambahnya kemudian merangkul bahu Syifa dan melangkah lebih dulu keluar dari restoran.
Mami Yeri, Yumna dan Papi Paul yang menggendong Robert ikut menyusul. Mengekori mereka dari belakang.
"Beneran, Pi, Joe kena asam lambung? Kapan?" tanya Mami Yeri yang masih terlihat khawatir dengan kondisi anaknya. Dia menatap Papi Paul.
"Tadi pas baru sampai rumah sakit, Mi, si Joe muntah-muntah. Terus Papi langsung ajak dia untuk periksa."
"Enggak sih." Papi Paul menggelengkan kepalanya. "Kata Dokter cukup minum obat aja. Tadi juga Joe sudah sempat disuntik."
"Oh gitu, mudah-mudahan saja langsung sembuh deh."
"Amin."
"Tante, itu tadi istrinya Kak Joe? Yang namanya Syifa?" tanya Yumna yang sejak tadi diam. Dia berjalan di samping Mami Yeri sambil menggandeng tangannya.
"Iya." Mami Yeri mengangguk sambil menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Aku lupa berkenalan tadi. Sama Kak Joe juga belum sempat berkenalan."
'Ih lebay banget. Ngapain juga kepengen kenalan? Memang dia siapa?' batin Robert sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Oh iya, Tante juga lupa mengenalkan kamu tadi. Maaf ya, Yum." Mami Yeri merangkul bahu Yumna dan menepuknya pelan. "Maklum, tadi khawatir sama Robert. Nanti pas sampai rumah sakit ... kalian bisa langsung berkenalan."
"Iya, Tan." Yumna menganggukkan kepalanya.
"Aa ... serius, Aa kena asam lambung karena aku?" tanya Syifa pelan dengan wajah bersalah.
Mereka semua kini sudah menyebrang jalan dan masuk ke dalam rumah sakit.
"Enggak, Yang." Joe menggelengkan kepalanya, lalu mengusap dagu istrinya. "Mana mungkin perempuan semanis kamu buat aku sakit. Yang ada kamu buat aku mendeesah terus," tambahnya sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
"Ih Aa ngomongnya!" Syifa langsung menyenggol perut Joe dengan sikunya, tapi wajahnya langsung merona karena malu sendiri. "Malu tau, A."
"Malu kenapa?" kekeh Joe.
"Ya malu, nanti Papi dan Mami atau Robert denger gimana?"
"Ya nggak apa-apa. Kita 'kan suami istri. Jadi wajib mendesaah setiap hari, Yang."
"Tuh 'kan, Aa lagi-lagi ngomongnya begitu!" Karena kesal dan gemas sendiri, Syifa akhirnya menutup bibir Joe dengan tangannya. "Kan aku udah bilang, malu, A."
"Biarin aja sih, Yang." Joe menarik tangan Syifa, lalu mencium telapak tangannya. "Oh ya, aku jadi lupa dengan gaya kepiting kita. Jadi kapan nih, Yang, kita mulai prakteknya? Janjinya 'kan malam ini dan ini sudah lewat tengah malam lho."
__ADS_1
...Masih inget aja, Om 🤣 tapi nggak ingat tempat, ya?🤭...