Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
31. Sangat putih dan indah


__ADS_3

Mata Syifa mengerjap beberapa kali, sambil memandangi wajah suaminya yang berada di atas sana.


Pria itu memejamkan matanya, sambil meremmas dada Syifa dengan gerakan memutar. Dua benda yang terhalang bra berwarna merah itu terasa kencang sekali dalam genggamannya.


'Montok bener, pasti enak rasanya,' batin Joe. Otaknya kini terisi kemesuman yang hakiki.


'Syifa, kamu harus tenang ... dia Jonatan suamimu, dia berhak atas tubuhmu,' batin Syifa yang berusaha mengusir rasa trauma yang melanda. Dia juga bersikap setenang mungkin, serta mengikuti ke mana arah permainan Joe.


Joe perlahan membuka mulutnya, lidahnya kini menyusup dan berusaha masuk ke dalam rongga mulut Syifa. Gadis itu awalnya tidak mau, tapi dia memberanikan dirinya untuk melakukan. Sehingga sekarang, Joe sudah membelitnya lidah keduanya. Menyesap serta ********** dengan lembut.


Tidak masalah jika Syifa tak membalasnya, tapi cukup diam dan pasrah saja—itu sudah sangat menguntungkan menurutnya.


'Aa pintar berciuman ternyata. Dan apa saat dengan istrinya juga begitu? Mereka juga berciuman?' batin Syifa.


Entah mengapa sejak pulang dari makam, dia terus memikirkan bagaimana perasaan Joe terhadap Sonya. Dan rasanya takut, jika memang pria itu masih mencintai istri pertamanya. Sedangkan tidak pada dirinya.


"Kok udahan, A?" tanya Syifa yang tampak bingung, ketika sang suami menghentikan aktivitasnya. Melepaskan ciuman nikmat yang baru saja dia rasakan.

__ADS_1


"Aku ingin melihat ini, Yang." Joe menepuk pelan dada Syifa yang masih berbungkus bra. Wajah tampan pria itu tampak merah merekah. Birahinya benar-benar sudah memuncak sebenarnya, ingin rasanya langsung tancap gas.


Namun, Joe sejak tadi menahannya meski tongkatnya sudah mengeras sempurna di dalam sana. Sebab menurutnya itu tidak baik. Dia akan berusaha melakukannya secara perlahan, supaya Syifa merasa nyaman hingga tak kapok jika melakukannya lagi.


Seperti apa yang Joe katakan sebelumnya, jika melakukan dengannya adalah bercinta. Bukan diperko*sa, jadi Joe juga tentu ingin Syifa menikmatinya.


"Boleh, kan, aku melihatnya? Bajumu aku lepas, ya? Biar enak," pinta Joe memohon, yang kini meraih kerudung Syifa.


Gadis itu menelan salivanya, lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Mata Joe sontak berbinar, hatinya pun ikut berbunga-bunga. Segera, dia pun meraih kerudung yang Syifa kenakan, lalu membantunya untuk melepaskannya.


"Tentu saja, nggak perlu khawatir," jawab Joe sambil tersenyum. Setelah penutup kepala itu terlepas, Joe segera mendekat ke arah leher jenjang Syifa yang terlihat begitu putih itu. Kemudian menciumnya dengan lembut. "Lehermu wangi, Yang, sangat putih dan indah," tambahnya dan kemudian mulai menjilati.


Syifa sontak terbelalak, merasa kaget merasakan sebuah sentuhan yang baru pertama kali dia rasakan itu. Akan tetapi, tanpa sadar—sebuah desahhan langsung lolos di bibirnya. "Aahh ...."


Ting, Tong!

__ADS_1


Sedang enak-enakan merasakan sentuhan yang hampir membuatnya melayang, namun mendadak terdengar suara bel berbunyi dari luar. Dan tak lama, terdengar suara pekikan beberapa bocah dari luar sana.


"Ustad Hamdan!"


Joe masih sibuk dengan apa yang dia lakukan, sama sekali tak memperdulikan apa pun yang terdengar ditelinga. Namun, berbeda dengan Syifa.


Gadis itu segera mendorong tubuh Joe, juga langsung menahannya ketika pria itu hendak melanjutkan kembali aktivitasnya.


"Kenapa, Yang?" tanya Joe. Wajahnya tampak memerah sebab terpenuhi kabut gairah yang menggebu diubun-ubun.


"Ustad!" seru beberapa bocah lagi dari luar, kemudian suara bel kembali berbunyi.


Ting, Tong!


"Ada tamu, A. Kita udahan dulu." Syifa langsung duduk, kemudian membereskan pakaian serta memakai kembali kerudungnya.


"Duh, Yang, tanggung banget padahal. Aku juga belum melihat dadamu dan merasakannya," keluh Joe dengan sedih. Dia juga menyentuh miliknya yang terasa sakit dibalik celana, bahkan jejak kepemilikan dileher Syifa juga belum berhasil Joe buat.

__ADS_1


...Alamat gagal lagi ini mah Om🤣...


__ADS_2