Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
263. Kabar baik dan kabar buruk


__ADS_3

Sejujurnya Joe sangat melarang keras, dengan mengizinkan Syifa berenang. Tapi berhubung Mami Yeri terus merengek dengan nada paksaan, akhirnya Joe pun memutuskan mengambil jalan tengah.


Yakni dia menyewa satu kamar hotel, yang tersedia sebuah kolam renang pribadi. Lengkap dengan ban beserta bebek-bebekan yang cukup besar..


Sebenarnya Mami Yeri masih tidak mau, karena selain berenang dia juga ingin bermain prosotan. Namun, Joe sendiri sudah tak mau untuk bernegosiasi. Kalau tetap tidak mau, dia tidak akan tetap tak mengizinkan Syifa untuk berenang bersamanya.


Alhasil, mau tidak mau Mami Yeri yang mengalah. Yang terpenting sekarang dia sudah bisa berenang dengan menantunya. Itu saja yang dia pikirkan saat ini.


"Mau Mami ajarin berenang nggak, Fa?" tanya Mami Yeri yang sudah berada di dalam satu kolam bersama Syifa.


Dia memakai bikini yang cukup seksi, sementara Syifa memakai baju renang yang syar'i. Yang dibelikan baru oleh Joe, sebelum mereka datang ke hotel.


Syifa mengangguk. "Boleh, Mi. Tapi susah nggak?"


"Enggak, gampang kok." Mami Yeri langsung memegang kedua tangan Syifa, lalu mengajaknya ke tengah-tengah kolam. Kolam itu tak terlalu dalam airnya, hanya sebatas perut. "Mami dulu pas kuliah ... pernah ikut lomba renang lho, Fa. Nanti Mami tunjukkan deh, fotonya padamu. Pasti kamu bangga, punya mertua kayak Mami."


"Mami juara berapa pas lomba?"


"Cuma juara 3 sih, tapi pesertanya saat itu ada 20 orang."


"Waahhh ... hebat itu, sih, Mi!" Syifa terlihat senang mendengarnya.

__ADS_1


"Kalau mau ajarin Syifa renang, ajarin pemanasannya dulu, Mi. Jangan langsung pakai gaya! Dan Mami juga musti ingat kalau Syifa lagi hamil! Hati-hati lho!" tegur Joe cukup keras.


Pria itu tengah duduk di kursi dipinggir kolam, bersama Papi Paul sembari menyeruput secangkir kopi.


Sejujurnya dia lelah, ingin istirahat. Tapi rasanya untuk meninggalkan Syifa hanya berdua dengan orang tuanya—dia tak mungkin bisa tenang. Apalagi kalau Papi Paul ikut berenang juga, pastilah dia cemburu.


Maka dari itu sekarang, dia memilih mengajak sang Papi untuk ngopi bareng. Meskipun pria itu sempat mengatakan jika dia ingin ikut berenang juga.


"Iya! Iya! Mami ngerti kok! Dasar bawel!" teriak Mami Yeri menggomel, lalu menatap ke arah Syifa dan mengajari gerakan pemanasan untuk bisa berenang. "Si Joe tambah posesif banget ya, Fa, semenjak kamu hamil. Apalagi nanti, pas kamu udah sembilan bulan kali," gerutunya pelan kepada sang menantu.


"Aa memang begitu orangnya, Mi. Tapi nggak apa-apa kok, aku justru senang."


"Kok senang? Yang ada kalau Mami jadi kamu ... ya risih sih namanya," cibir Mami Yeri menatap Joe, dan anaknya itu ikut menatap ke arahnya. Tapi yang dia lihat sejak tadi adalah Syifa, sampai tidak berkedip sama sekali.


"Tapi ngomong-ngomong, semenjak hamil kamu sama Joe bercinta berapa Minggu sekali, Fa? Jangan sering-sering lho ... kasihan sama adiknya Robert."


Wajah Syifa langsung merona. Malu rasanya, jika membasah hal seperti itu. "Nggak sering kok, Mi."


"Seminggu sekali saja ya, Fa."


"Iya." Syifa mengangguk, supaya Mami Yeri tak lagi bertanya hal itu.

__ADS_1


Tiba-tiba, ponsel Joe yang berada di atas meja kayu berdering. Sebuah panggilan masuk dari Sandi tertera pada layar.


Pria itu pun langsung mengangkatnya, tanpa berpindah tempat. Karena tak mau meninggalkan Syifa.


"Aku angkat telepon dulu dari Sandi, Pi," ucap Joe yang menghentikan pembicaraan Papinya. Mereka memang awalnya sedang membahas masalah pekerjaan.


"Iya, Joe." Papi Paul mengangguk.


"Halo, Pak Joe, assalamualaikum. Ada kabar baik dan kabar buruk untuk Bapak," ucap Sandi dari seberang sana.


"Walaikum salam. Apa itu, San?" tanya Joe yang tampak penasaran.


"Bapak ingin mendengar kabar baiknya dulu apa kabar buruknya?"


"Baiknya dulu."


"Kabar baiknya Udin Slebew sudah berhasil ditangkap, berikut dengan temannya yang ternyata bernama David. Mereka juga sudah menghapus video syur Bapak, dan pihak polisi sedang memburu pelaku lain yang sudah mencopy video tersebut dimedia sosial. Supaya nantinya semua akan bersih," jelas Sandi panjang lebar.


"Alhamdulillah ya Allah ...." Joe menghela napas sambil mengulum senyum. "Lalu kabar buruknya apa, San?"


"Semua ...."

__ADS_1


...Hari Senin nih... jangan lupa vote dan hadiahnya, Guys, biar Author semangat~ ...


__ADS_2