Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
234. Alasan Abi pingsan


__ADS_3

"Lho, Dok, kok malah bahas lomba, sih?" potong Joe cepat yang terlihat heran. Aneh memang, padahal situasinya cukup genting dan dia masih penasaran dengan kondisi mertuanya. Tapi bisa-bisanya pria bergelar dokter itu bertanya hal lain, ditambah Robert juga ikut meladeni. "Jadi bagaimana dengan Abiku? Apa alasan dia pingsan?" tanyanya kemudian.


Dokter brewok itu lantas menoleh ke arah Joe. "Setelah mendengar cerita sebelum Pak Hamdan pingsan ... bisa jadi alasannya karena kecapekan, Pak. Apalagi umur Pak Hamdan juga sudah tak muda lagi."


"Tapi, Dok, dari dulu Abiku itu sering ikut lomba agustusan seperti itu. Hampir setiap tahunnya, dan dia nggak pernah pingsan," ucap Syifa yang terlihat belum puas dengan jawaban sang dokter.


Dia juga yakin—jika Abi Hamdan adalah tipe orang yang memiliki fisik yang kuat. Itu terbukti karena dia jarang sekali sakit selama ini.


"Umur manusia 'kan setiap tahunnya bertambah, Nona. Mungkin dulu Pak Hamdan memiliki fisik yang kuat, tapi sekarang tidak. Bisa jadi jarang olahraga juga."


"Olahraga dia rajin kok, Dok." Umi Maryam menimpali. "Malah hampir setiap hari setelah sholat Subuh ... dia menyempatkan untuk lari kecil."


"Menurut Robert sih ... penyebab Opa pingsan itu pasti karena dapat hadiah mobil, Oma, Mommy," ucap Robert yang memiliki pemikiran sendiri.


"Masa, sih, Rob? Sampai segitunya?" Joe terlihat tak percaya.


"Ya bisa saja, Dad. Mungkin karena sangking senangnya. Opa juga 'kan belum pernah punya mobil sebelumnya."


"Apa yang Adek Robert katakan ini sebenarnya masuk akal juga, Pak," sahut Dokter itu yang sejak tadi mencerna apa yang Robert katakan. Dia lantas menganggukkan kepala. "Kemungkinan ada keterkejutan juga. Saya sempat cek jantungnya pun tadi berdenyut lemah, tapi untungnya itu hanya sebentar."


"Ooohh ...." Joe mengangguk paham. "Terus, Dok, cara untuk mengantisipasinya bagaimana? Aku takut kalau kejadian seperti ini terulang lagi. Aku nggak mau Abi mertuaku kenapa-kenapa."

__ADS_1


"Pak Hamdan bisa melakukan teknik pernapasan saat dia mengalami keterkejutan, Pak, seperti tarik napas dalam selama 3 detik lalu buang atau hembuskan melalui mulut secara perlahan. Kemudian ulangi hingga merasa tenang. Jangan lupa untuk berikan dia air mineral juga."


"Oh begitu. Terus, Dok, apa ada lagi?" tanya Syifa.


"Tidak, hanya itu saja Nona." Dokter menggelengkan kepala. "Selebihnya saya akan memberikannya obat dan mengontrolnya selama dirawat di sini."


"Terima kasih, Dok," ucap Syifa dan Joe berbarengan.


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu, sebentar lagi Pak Hamdan akan dipindahkan ke ruang perawatan." Dokter itu tersenyum, lalu mengelus kepala botak Robert sebelum akhirnya dia melangkah pergi dari sana.


Joe pun merangkul bahu Syifa, lalu mengajaknya untuk duduk kembali di kursi panjang. Umi Maryam dan Robert pun melakukan hal yang sama.


"Kenapa memangnya, Umi?"


"Abi sempat pingsan."


"Oh iya, Umi. Aku juga baru ingat kalau Abi pernah pingsan pas sama aku," sahut Joe.


"Kenapa, A?" tanya Syifa.


"Karena Abi maksa, ingin lihat saldo rekeningku, Yang. Sebenarnya mau kutolak ... tapi dia maksa."

__ADS_1


"Berarti Abi kaget karena lihat nominalnya? Banyak banget gitu, maksudnya?"


"Aku kurang tau. Tapi menurutku sih nominalnya nggak seberapa," jawab Joe dengan gelengan kepala, kemudian menoleh kepada Umi Mertuanya. "Oh ya, Umi. Pas aku kasih Umi hape baru dan motor baru buat Abi ... itu Abi sempat pingsan, nggak?"


"Enggak." Umi Maryam menggeleng. "Malah dia seneng dan langsung mencobanya."


"Jadi bingung juga, ya. Apa penyebab Abi terkejut. Padahal 'kan enak kalau kita tau, jadi kita bisa mengantisipasinya. Setidaknya mencegahnya untuk nggak sampai terkejut, kayaknya itu jauh lebih baik." Joe menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal. "Melihat hewan kurban pingsan, terus lihat isi rekening pingsan, dapat mobil juga pingsan. Tapi motor kok enggak ya, Yang? Aneh."


"Daddy payah deh! Masa begitu saja nggak ngerti?!" Robert berdecak kesal.


"Memang kamu ngerti, Nak? Penyebab Opamu pingsan?" tanya Umi Maryam.


Bukan hanya Joe saja yang terlihat bingung di sini, tapi dia dan Syifa juga. Sebab bisa dibilang, apa yang dialami pria itu adalah hal baru.


"Kayaknya karena melihat hal-hal baru, Oma. Hal yang baru dia punya dan dia tau lebih tepatnya," jawab Robert. "Kalau motor 'kan sebelumnya Opa udah punya, sedangkan mobil enggak. Kurban unta juga baru pertama kali katanya, ditahun ini."


"Terus tentang pingsan gara-gara lihat saldo rekening Daddy gimana, Rob? Masa Opamu itu belum pernah lihat saldo rekening? Sedangkan dia pernah bilang ... kalau dia pernah lihat isi saldo rekening Mommymu."


"Kalau itu sih Robert nggak tau. Tapi Opa pasti tau jawabannya. Nanti coba tanya saja, Dad, pas dia udah sadar," saran Robert.


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2