Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
144. Tapi ada syaratnya


__ADS_3

Mendapatkan ide dari sang istri, Pak Haji Samsul sempat berpikir sejenak, sebelum akhirnya dia pun setuju.


Sebelum sampai pada tempat yang dituju, dia pun membeli racun hewan terlebih dahulu. Barulah setelah itu mobil yang dia lajukan terparkir di depan gerbang masjid.


"Kok berhentinya di depan masjid, Pa? Kan hewan kurbannya ada di lapangan?" tanya Bu Hajah Dijah dengan raut bingung.


"Bau dong mobil Papa, kalau parkir di sana," jawab Pak Haji Samsul. "Udah ayok turun," ajaknya kemudian membuka pintu mobilnya dan turun dari sana.


Istrinya itu mengangguk, kemudian melangkah bersama menuju lapangan.


Sampainya disana, mereka hanya melihat dari kejauhan unta-unta yang sudah bertuliskan nama Joe, Robert, Hamdan, Maryam, Syifa dan Sandi.


Sudah sangat jelas, jika unta itu milik keluarga Abi Hamdan. Ditambah ada Abi Hamdan dan Umi Maryam juga di sana, tengah naik unta dengan difoto oleh Ustad Yunus.


Beberapa anak kecil yang ada di sana juga terlihat ingin naik unta, lalu merengek kepada Abi Hamdan. Dan dengan berbaik hati pria itu memperbolehkannya, lagian unta-unta itu juga diikat. Tidak dibawa pergi ke mana-mana.


"Lebay banget ya, Pa, kelihatan seperti baru pertama kali lihat unta," cibir Bu Hajah Dijah yang berbisik di telinga kanan sang suami.


Dari sorotan matanya yang begitu sinis serta bibirnya yang menggeriting—tampak jelas jika dia sangat tidak suka melihat pemandangan itu.

__ADS_1


"Iya, Ma." Pak Haji Samsul mengangguk dengan wajah cemberut. Jujur saja mata dan hatinya sangat panas, melihat pemandangan di depannya. "Memang dasarnya orang miskin, jadi katro."


"Udah cepat Papa susun rencana, biar bisa kasih racun!" titahnya yang terlihat sudah tak sabar. Tangannya pun terasa begitu gatal.


"Sebentar ... Papa cari ide dulu." Pak Haji Samsul menatap sekitar orang-orang yang berada di lapangan itu. Mencari-cari orang yang akan menjadi perantaranya.


"Hei, sini kamu!"


Tak lama kemudian dia pun berteriak dengan gerakan tangan, memanggil seorang anak remaja laki-laki yang usianya sekitar 14 tahun yang berdiri agak jauh darinya. Bocah itu kebetulan ada di sana karena ikut menonton beberapa hewan kurban.


"Aku, Pak?" Bocah itu menunjuk wajahnya sendiri, saat menoleh ke arah Pak Haji Samsul. Dan pria tua itu pun menganggukkan. Lantas, bocah itu melangkah cepat menghampirinya, seraya berkata, "Kenapa, ya, Pak?"


"Edo, Pak Haji."


Sepertinya, bocah bernama Edo itu mengenali Pak Haji Samsul. Tak heran juga sebenarnya, sebab pria tua itu cukup tersohor karena kaya dan sombongnya.


"Kamu mau uang nggak?"


"Lho, Pak Haji mau ngasih aku uang?" Mata Edo seketika berbinar, bibirnya pun menyunggingkan senyum.

__ADS_1


"Tentu saja." Pak Haji Samsul menganggukkan kepalanya, kemudian merogoh kantong belakang celana untuk mengambil dompet kulit, lalu menarik uang 5 ribu. Padahal banyak sekali uang ratusan dan lima puluhan di sana, tapi dia justru memilih uang dengan nominal kecil. "Aku akan memberikanmu 5 ribu, tapi ada syaratnya," tambahnya sambil menyodorkan uang tersebut ke arah Edo.


"Enggak deh, terima kasih, Pak Haji," tolak Edo tanpa ragu, dengan gelengan kepala.


Aneh sekali, kenapa dia justru menolaknya? Padahal Pak Haji Samsul melihat jelas jika bocah itu tampak senang saat mendengarnya akan memberikannya uang.


"Lho, kok nggak mau? Ini 'kan rezeki. Ngapain ditolak?" tanyanya yang tampak heran.


"Lagian Pak Haji ngasih cuma 5 ribu tapi pakai syarat. Nggak maulah, ribet!!" Edo langsung berlari tanpa beban, meninggalkan Pak Haji Samsul yang sudah melototinya.


"Kurang ajar banget, dikasih duit 5 ribu malah nolak! Bukannya bersyukur! Zaman sekarang nyari duit 'kan susah! Dasar bocah miskin nggak punya etika!"


Alhasil, Pak Haji Samsul pun jadi marah-marah. Karena kesal dirinya ditolak.


"Tambahin dikit, Pa, jangan 5 ribu ngasihnya," saran Bu Hajah Dijah dengan suara pelan.


"Iya, sebentar ... Papa langsung dekati anak-anak yang lain dulu biar enak ngerayunya." Pak Haji Samsul pun melangkah maju, menghampiri anak-anak yang lain. Rencananya dia akan mengiming-imingi uang 7 ribu, supaya salah satu bocah itu ada yang mau menuruti permintaannya.


...Kenapa ga genapin 10 ribu aja, sih 🤣 parah amat jadi orang😂...

__ADS_1


__ADS_2