Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
164. Agak ngeri


__ADS_3

"Awal mula bisa kejepit itu gimana, sih?" tanya Leon yang ikut penasaran. "Dan apa kamu nggak pakai sempaak? Sampai kejepit begitu, Jun?"


"Waktu itu memang enggak. Karena aku lupa. Awalnya cuma gara-gara aku kebelet kencing pas habis sarapan ... Leon, terus aku narik resletingnya terlalu kencang dan kebetulan bur*ngku lagi bangun. Jadi ya kena kulitnya," terang Juna menjelaskan.


Kedua kali, teman-temannya itu meringis ngilu sambil membayangkan, jika hal tersebut terjadi pada mereka.


"Terus, kamu nangis nggak? Pas kejadiannya?" tanya Robert penasaran.


"Ya pasti nangis lah, Rob, orang sakit banget. Sakitnya tuh kayak aku kena sunat lagi." Juna mengekspresikan wajahnya, saat kejadian itu berlangsung.


"Oh ... kayak digigit harimau, ya?"


"Aku belum pernah digigit harimau, Rob. Jadi aku nggak tau rasanya kayak gimana."


"Memangnya kamu pernah digigit harimau, Rob?" tanya Atta.


"Belum pernah, tapi kata Leon ... disunat itu seperti kita digigit harimau, Ta." Robert menatap ke arah Leon yang terlihat memerah wajahnya.


"Jangan dipercaya. Si Leon mah bohong," balas Juna sambil mencebik bibir. "Orang dia aja belum disunat, kok bisa ngomong rasanya seperti digigit harimau?"


"Itu kata tetanggaku, Jun," sahut Leon yang tak mau disalahkan. "Aku mana tau, apa yang dia ucapkan bener atau nggak. Tapi aku sih percaya."


"Kalau kita belum merasakannya sendiri ... ya jangan dipercaya."

__ADS_1


"Memang yang benar ... disunat itu sakitnya seperti apa, sih, Jun? Dan apakah kita semua disini yang belum disunat hanya aku dan Leon saja?" tanya Robert yang tampak penasaran, sambil memerhatikan wajah beberapa temannya itu.


"Si Atta juga belum sunat, Rob," sahut Baim menatap Atta. "Kamu sendiri, Ta, kapan mau disunatnya? Udah SD lho kita, tandanya udah gede. Ayok sunat!" titahnya dengan enteng.


"Aku belum siap ah ... takut." Atta menggelengkan kepalanya. Rupanya dia dan Robert tak ada bedanya, yakni sama-sama takut disunat.


"Sebenarnya, ya ... menurut pengalamanku pribadi, pas disunatnya itu nggak sakit. Yang sakit pas udah disunatnya," kata Juna menceritakan.


"Kok bisa, pas disunat nggak sakit ... tapi giliran udah disunat justru sakit?" Atta terlihat bingung.


"Iya, kayak nggak masuk akal gitu." Robert ikut menyahuti sambil menggaruk puncak rambut kepalanya.


"Itu semua karena obat biusnya," jawab Juna.


"Enggak." Juna menggelengkan kepalanya. "Dibius itu bukan berarti pingsan tau. Tapi cuma disuntik doang, biar kita nggak kerasa apa-apa. Jadi pas proses disunat ... kita justru seperti nggak diapa-apain. Cuma tiduran doang. Aku aja waktu itu sambil main game cacing."


"Terus, pas sakitnya kenapa itu, Jun?" Sekarang Atta yang bertanya.


"Kata Opaku sih ... itu karena obat biusnya udah hilang. Tapi aku disuruh minum obat, biar sakitnya hilang."


"Berdarah nggak, b*rungmu pas disunat?" tanya Robert.


"Berdarah. Orang kayak ngelupas gitu. Tapi kalau udah agak kering ... itu pasti akan sembuh."

__ADS_1


"Biar kering diapain? Dijemur?" tanya Atta.


"Kalau pagi sih aku sering berjemur, tapi kalau siang sama malemnya biasa dikipasin aja."


"Kipasnya kipas angin? Apa kipas yang pakai tangan itu, Jun?" tanya Leon.


"Kadang kipas tangan, kadang angin."


"Terus dulu kamu ... sembuhnya itu berapa hari, Jun?" tanya Robert.


"Seminggu. Tapi yang paling perih itu pas bagian kita mau kencing, itu perih banget sih temen-temen."


"Dih ... agak ngeri juga, ya?" Atta meringis. "Mana Papaku ada rencana lusa besok mau ngajak aku ke tempat khitan lagi. Aku nggak mau banget sih, takut, kayak belum siap gitu."


"Sama, Ta," balas Robert yang menurutnya mereka bernasib sama. "Opaku juga sering ngajak aku untuk sunat. Tapi akunya nolak, karena alasan takut. Kayaknya horor gitu, ya?"


"Opa barumu, ya, yang ngajak? Yang seorang Ustad?" tebak Leon yang mana mendapatkan anggukan kepala oleh Robert.


"Iya."


"Ngapain takut, orang sakitnya bentar kok," balas Baim yang terdengar pemberani. "Anak cowok 'kan wajib sunat bagi umat muslim. Dan kalau sudah disunat, kita bisa tenang. Kayak nggak punya hutang juga tau!"


Atta dan Robert pun saling melayangkan pandangan. Tapi keduanya sama-sama meringis dan terlihat wajahnya mulai memucat.

__ADS_1


...Ngebahas doang, tapi disuruh sunat nggak mau🤣...


__ADS_2