Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
277. Mantan pacar


__ADS_3

"Bukanlah, Pi! Masa sama si Boy!" bantah Yumna dengan gelengan cepat.


"Terus sama siapa? Joe?" tebak Papi Yohan lagi.


Yumna menggeleng lagi. "Bukan juga. Kan Papi sendiri yang bilang aku untuk segera move on dari kak Joe."


"Udah cepat katakan siapa. Mami penasaran, Yum!" pinta Mami Soora tak sabaran.


"Sama Kak Glenn," jawab Yumna dengan kedua pipi yang merona. "Papi dan Mami pasti masih inget, kan, sama Kak Glenn?"


Kedua orang tua itu sontak membulatkan mata. Lantaran terkejut mendengarnya.


"Glenn mantan pacarmu, Yum?" tanya Mami Soora.


"Yang kamu pergoki selingkuh terus tidur sama perempuan lain, kan?" tebak Papi Yohan tak menyangka.


Yumna mengangguk. "Iya, Kak Glenn mantan pacarku. Tapi ternyata dia itu nggak beneran selingkuh, Pi. Saat itu aku salah paham."


"Salah paham gimana?" Sebelah alis mata Papi Yohan terangkat. "Kan kamu sendiri yang ngomong ... kalau kamu melihat dia tidur sama perempuan lain di apartemennya. Gimana sih, Yum?"


"Mami nggak setuju ah, kalau kamu balikkan lagi sama si Glenn. Apalagi sampai menikah dengannya!" tolak Mami Soora cepat tanpa pikir panjang.


"Papi juga nggak setuju, Mi, bahkan sangat nggak setuju!" tegas Papi Yohan menimpali. "Kata teman Papi dia juga sudah menikah dengan perempuan yang dia tiduri itu. Gila aja kamu mau jadi istri keduanya!" tambahnya murka.


"Diiihhh ... Mami dan Papi dengarkan dulu penjelasanku. Semua yang terjadi dulu itu hanya kesalahpahaman. Yang sebenarnya terjadi dia itu dijebak sama istrinya itu awalnya. Terus dikasih obat tidur dan Kak Glenn sendiri bersumpah kalau dia nggak melakukan apa-apa saat itu, Pi, Mi," jelas Yumna.


"Kalau memang dia nggak melakukan apa-apa ... kan bisa si Kriwil itu menuntut perempuan itu, Yum, melaporkan perbuatannya ke pihak berwajib. Bukan malah memilih menikahinya. Kamu ini mikir nggak sih?" teriak Papi Yohan mulai emosi.


"Saat itu Kak Glenn nggak ada bukti, Pi, semua buktinya berhasil dilenyapkan. Dan malah dia sendiri yang dipaksa untuk bertanggung jawab ... kalau nggak si Janda itu akan membuat kariernya hancur."


Glenn ini memang mantan pacar terakhirnya Yumna, yang sudah sekitar 2 tahun lamanya tidak ketemu. Mereka berpacaran selama satu tahun, dan hubungan keduanya kandas karena Yumna memergoki pacarnya tidur dengan perempuan lain yang merupakan seorang janda berumur pemilik salah satu perusahaan ternama di Jakarta.


Pria itu bekerja sebagai seorang fotografer yang sudah profesional, dan dulu pernah bekerja disalah satu perusahaan yang sama di Korea bersama Yumna. Itulah awal mula keduanya bisa bertemu dan saling jatuh cinta.

__ADS_1


Dia juga memiliki darah campuran Indonesia dan Korea, hanya saja Glenn sudah yatim piatu semenjak lahir.


"Dan sekarang, Kak Glenn udah jadi duda. Istrinya meninggal karena kecelakaan. Jadi Papi dan Mami nggak perlu khawatir kalau aku akan jadi istri kedua. Karena istrinya juga sudah meninggal," tambah Yumna menjelaskan.


"Apa pun itu Mami tetap nggak setuju! Mami nggak mau, Yum!" tegas Mami Soora yang teguh pada pendiriannya. Begitu pun dengan Papi Yohan.


"Papi juga sama. Pokoknya kalau bukan si Boy ... kamu dilarang menikah dengan siapa pun!"


"Apaan sih Papi, kenapa terus Boy melulu sih yang terus dikaitkan?!" Yumna tiba-tiba emosi. Diawal dia dengan jelas mengatakan ingin menikah dengan Glenn. Namun bukannya mendapatkan persetujuan, keduanya justru menolak dan malah kembali membahas tentang Ustad Yunus yang sama sekali tak membuatnya tertarik. "Kan Papi juga tau ... kalau Boy itu udah punya calon. Lagian aku juga nggak sudi punya suami miskin dan hanya bekerja sebagai marbot masjid! Titik!"


"Mau Boy punya berapa pun calonnya, tapi Papi yakin dia adalah jodohmu, Yum!" tegas Papi Yohan dengan yakin, lalu menunjuk-nunjuk wajah Yumna. "Dan jangan pernah sekali-kali kamu menghina pekerjaannya! Apa pun pekerjaan seseorang, itu tidak akan membuatnya terlihat hina selagi itu adalah pekerjaan halal!"


"Pokoknya kalau Papi nggak merestui aku untuk menikah dengan Kak Glenn ... aku akan pergi dari rumah!" ancam Yumna, lalu berdiri dari duduknya.


Dia pun hendak melangkah, tapi tangannya segera dicekal oleh Papi Yohan.


"Sebelum kamu pergi dari rumah ... izinkan Papi untuk bertemu dengan mantan pacarmu yang br*ngsek itu, Yum!" tekan Papi Yohan dengan mata melotot.


"Namanya manusia itu bisa berubah pikiran." Papi Yohan berucap dengan nada suara yang sudah merendah. Mendengar itu, Yumna entah mengapa langsung tersenyum.


"Ya sudah, besok Kak Glenn akan kuminta datang ke sini sekalian melamar ya, Pi?" ucapnya dengan semangat.


"Jangan langsung melamar!" tolak Papi Yohan tak setuju. "Papi ingin bicara dulu dengannya secara intens. Dan sekarang berikan nomor Papi padanya, biar Papi bisa menentukan kapan dan waktu kami bisa bertemu."


"Tapi, Pi, buat apa—"


"Nggak apa-apa, Mi!" sela Papi Yohan cepat, saat melihat istrinya itu hendak protes. Dia mengerti, tapi Papi Yohan sendiri tak mungkin semudah itu memberikan restu kepada pria yang sudah terlihat cacat dimatanya. "Papi ingin mengobrol dengan si Kriwil. Udah lama juga, kan?"


"Kalau begitu aku mau ke kamar dulu, Pi. Nanti aku langsung kasih nomor Papi ke dia," ucap Yumna yang terlihat senang, kemudian menarik tangan Papi Yohan.


Pria tua itu pun mengangguk, lalu membiarkan anak gadisnya berlalu pergi meninggalkan kamarnya.


"Kenapa Papi justru ingin ketemu dengan si Glenn? Kan tadi kita berdua udah sepakat buat menolaknya. Gimana sih, Pi?" tanya Mami Soora bingung.

__ADS_1


"Papi ketemu bukan berarti menerimanya kok, Mi. Mami tenang saja pokoknya," balas Papi Yohan dengan santai. "Rencana kita diawal 'kan untuk mendekatkan Yumna dengan si Boy. Mami masih ingat, kan?"


"Ingat." Mami Soora mengangguk. "Tapi alasan Papi ketemu dengan Glenn apa?"


"Aahh kalau itu sih cuma ngobrol biasa aja, Mi."


Sejujurnya, Papi Yohan sendiri tak ada niatan untuk bertemu apalagi mengobrol dengan pria itu. Bahkan dia sangat membencinya.


Tapi yang dilakukan Papi Yohan tadi hanya spontan saja, karena terkejut mendengar Yumna mengatakan ingin kabur dari rumah. Tentu dia harus memutar otaknya, supaya hal tersebut tidak sampai terjadi.


"Tapi kalau Yumna beneran kabur dari rumah gimana, Pi, kalau tau kita tetap nggak setuju? Mami takut kayaknya." Raut wajah Mami Soora tampak khawatir.


"Itu nggak akan terjadi, Mi. Mami tenang saja." Papi Yohan menyentuh punggung tangan istrinya, lalu tersenyum penuh arti.


***


Malam hari di rumah Abi Hamdan.


Tok! Tok! Tok!


Sebuah ketukan diluar rumah seketika menyadarkan semua orang di dalam sana, yang tengah asik menonton rekaman video dimana Robert ditengah disunat.


Mungkin hanya Robert satu-satunya, yang tidak ikut menonton. Karena selain sibuk dengan tontonannya di televisi, dia juga mengatakan ngeri melihat proses sunat itu. Padahal saat merasakannya saja dia tidak ingat kapan itu terjadi.


"Biar aku yang buka pintunya, ya, Bi." Joe berdiri dari duduknya. Kemudian melangkah menuju pintu dan perlahan membukanya.


"Joeee ...," panggil Papi Paul dan Mami Yeri bersamaan. Dan ternyata memang mereka yang datang. Anehnya, wajah keduanya itu tampak bersedih. Apalagi Mami Yeri yang sudah berlinang air mata.


"Eh, ada Mami dan Papi ternyata?" Syifa langsung menghampiri mereka, lalu mencium punggung tangan keduanya.


"Mami dan Papi kok tumben malam-malam ke sini? Dan kenapa kalian seperti sedih begitu?" tanya Joe heran.


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2