Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
7. Memangnya Syifa hamil?


__ADS_3

"Itu ...." Dokter itu langsung menunjuk ke arah pintu. Dan sorotan mata Syifa mengikutinya.


Namun, sontak dia terbelalak kala melihat ada Joe di sana. Dari balik kaca pintu, pria bermata sipit itu tengah nyengir kuda kepadanya. Kedua tangannya itu terlihat melambai penuh semangat.


"Dia suami Nona, kan?" tebak Dokter.


"Bukan." Syifa menggeleng cepat. "Dia bukan suamiku."


"Lho, ternyata bukan? Apa dia hanya mengaku-ngaku, ya?"


"Entahlah ...." Syifa memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak menatap kepada Joe.


"Nona sarapan dulu, ya? Biar saya suapi." Seorang Suster yang memegang mangkuk mendekat ke arahnya, kemudian mengulurkan sendok yang berisikan bubur ke bibir Syifa. Akan tetapi gadis itu langsung memalingkan wajahnya.


"Aku nggak lapar, Sus," tolak Syifa.


"Tapi Nona harus makan. Dari kemarin Nona belum makan dan Nona juga musti minum obat."


Syifa tak menjawabnya, dia hanya diam dengan pandangan mata yang terlihat kosong.


"Terus bujuk biar makan ya, Sus." Dokter itu menepuk pelan pundak kanan suster. Dilihat wanita berseragam putih itu menganggukkan kepalanya.


Setelahnya dokter lantas melangkahkan kakinya keluar dari sana.


"Bagaimana keadaan istriku, Dok? Dan kenapa Suster menyuntiknya?" tanya Joe yang baru saja melihat sang Dokter keluar. Dia berdiri seorang diri di sana dengan mengenakan sarung biru navy polos serta kemeja pendek berwarna hitam.

__ADS_1


"Kata Nona Syifa, Bapak bukan suaminya. Dan dia belum menikah, Pak." Dokter itu hanya menjawab pertanyaan Joe yang pertama.


"Aku suaminya, Dok. Aku menikah dengannya memang pas dia masih pingsan. Jadi wajar kalau dia nggak tau," jelas Joe.


"Oh. Tapi sebelumnya, Nona Syifa tau 'kan ... kalau akan menikah dengan Bapak?" Mendadak, dokter itu menjadi kepo.


"Tau." Joe mengangguk cepat. "Emmm ... daripada membahas hubunganku. Lebih baik Dokter jawab pertanyaanku tadi."


"Pertanyaan yang mana, Pak?" tanya Dokter.


"Alasan Suster menyuntik Syifa tadi."


"Oh. Itu hanya obat penenang, Pak. Saya melihat ... Nona Syifa sepertinya masih terguncang dengan apa yang telah dia alami. Seperti dia trauma. Ditambah juga suhu tubuhnya belum stabil."


Belum sempat Dokter menjawab, tiba-tiba terdengar seseorang dari belakang menyeru.


"Siapa yang terkena trauma?!"


Joe pun lantas berbalik badan dan ternyata orang itu adalah Papi Paul. Dia berdiri di belakang Joe bersama Mami Yeri.


"Papi, Mami .... kalian kok ada di sini dan sudah ganti baju?" Joe menatap heran pada kedua orang tuanya. Sebab mereka sudah memakai pakaian bebas, bukan lagi seragam pasien.


"Kami sudah sembuh, Joe." Yang menjawab Mami Yeri. "Dan Dokter sudah memperbolehkan kami pulang ke rumah."


"Oh. Mau aku antar pulang?" tawar Joe.

__ADS_1


"Nggak usah," tolak Mami Yeri dengan gelengan kepala. "Ada Sandi di parkiran yang sudah menunggu."


"Oh ya sudah, kalian hati-hati di jalan. Nanti chat saja kalau sudah sampai rumah." Joe langsung membungkukkan badannya, lalu mencium punggung tangan Mami Yeri dan Papi Paul berganti.


"Iya." Mami Yeri tersenyum, kemudian mengusap puncak rambut Joe. "Tapi sebelum pulang ... Mami dan Papi mau lihat kondisi Syifa, Joe, apa dia baik-baik saja? Dokter?" Menatap ke arah Dokter.


"Dan tadi, siapa yang mengalami trauma? Apa Syifa?" tebak Papi Paul yang juga menatap ke arah Dokter.


Dia dan istrinya sudah tahu dari Abi Hamdan, tentang Syifa yang sempat diculik. Tapi mereka tidak tahu tentang apa saja yang telah dialami Syifa saat diculik.


"Iya. Nona Syifa mengalami trauma, Pak, Bu," jawab Dokter itu sambil menganggukkan kepalanya. "Tapi seiring berjalannya waktu, insya Allah ... rasa trauma itu akan hilang. Hanya saja itu semua butuh proses," tambahnya kemudian.


"Tapi kondisi bayinya baik-baik saja, kan, Dok? Dia sehat?" tanya Mami Yeri. Joe yang mendengarnya sontak terkejut.


"Bayi?" Kening Dokter itu tampak mengernyit. "Bayi siapa yang Ibu maksud?"


"Bayi yang ada di dalam kandungan menantuku, Syifa," ujar Mami Yeri.


"Lho, memangnya Nona Syifa hamil?" Dokter itu justru berbalik tanya.


"Kok Dokter nanya balik? Memangnya nggak periksa keadaannya? Masa nggak tau, kalau Syifa hamil?" Sekarang Papi Paul yang bertanya dengan wajah keheranan.


'Waduh, gawat ini kalau sampai mereka tau Syifa nggak lagi hamil. Bisa-bisa mereka marah dan menarik restunya,' batin Joe cemas.


...Bisa-bisa suruh cerai juga kayaknya, Om 🤣...

__ADS_1


__ADS_2