Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
168. Salah pilih wig


__ADS_3

"Jangan bilang Syifa selingkuh?"


Papi Paul sudah berdiri, niatnya dia ingin langsung melabrak mereka berdua dan tentunya dengan menghajar pria kribo di depan Syifa.


Namun, semua itu urung terjadi lantaran dia mempunyai ide untuk mengabadikannya dulu. Karena pasti informasi itu akan dia sampaikan nanti kepada Joe.


"Si Joe harus tau, kelakuan istrinya. Memang harusnya mereka itu bercerai saja!" Gegas, benda pipih di dalam kantong celananya itu dia ambil, kemudian memotret beberapa adegan keduanya dengan menzoomnya. Supaya lebih jelas terlihat.


Keduanya sekarang sedang makan, tapi pria kribo itu seperti tak ada rasa malu. Karena dengan beraninya menyuapi Syifa, juga mengelus-elus bibir perempuan itu karena ada bekas minyak yang tertinggal di sana.


"Sudah cukup! Aku nggak tahan lagi!"


Mata Papi Paul sudah sangat panas, begitu pun dengan dadanya. Sebagai seorang Ayah yang sangat menyayangi anaknya—tentunya dia tidak akan terima jika ada orang yang menyakiti hatinya. Termasuk istrinya.


"Begini, ya ... ternyata kelakuanmu di belakang, Fa!" Papi Paul berteriak dengan lantang ketika sudah menghampiri dua orang itu di mejanya.


Syifa perlahan menoleh. Dan saat pria kribo itu menoleh, dia justru langsung mendapatkan sebuah bogem mentah pada pipi kanannya.


Bugh!!


"Dasar laki-laki b*jingan!!" geram Papi Paul dengan penuh kemurkaan.

__ADS_1


"Papi!" Bukan hanya Syifa yang terlihat terkejut, tapi pria kribo itu juga yang ternyata adalah Joe. Dia langsung menyentuh pipinya yang berdenyut ngilu.


"Berani sekali kau, ya ... mengelus-elus pipi menantuku!!" Papi Paul menarik kerah kemeja yang Joe kenakan, sehingga membuat tubuhnya berdiri.


Dengan sekali hentakkan, Papi Paul mendorong punggung Joe pada tembok. Kemudian mencekikik lehernya. Rupanya dia belum menyadari, jika pria kribo tersebut adalah Joe.


Sepertinya Joe salah pilih wig. Dia kira, dengan memakai rambut model kribo—akan membuat penampilannya menjadi lebih keren. Karena menurutnya itu adalah hal baru, tapi nyatanya semua itu membuat malapetaka dihidupnya.


"Akan kuhabisi, kau!!"


Joe sontak terbelalak, begitu pun dengan Syifa yang langsung mencoba menghentikan aksi mertuanya.


"Jadi kau memanggilnya dengan sebutan Aa juga?" Papi Paul menyorot dengan tatapan nyalang. "Apa kau nggak menghargai suamimu, Fa!! Dasar istri durhaka!!" tambahnya yang makin memperkuat cekikikan pada leher Joe.


Para tamu undangan di sana tentu tidak mungkin diam saja, melihat apa yang terjadi. Apalagi mereka tahu, keduanya adalah anak dan Ayah.


"Pak Paulus! Hentikan, Pak!" tekan salah satu pria, dan beberapa yang lainnya pun berhasil mengamankan Papi Paul. Memegang kedua lengannya.


"Uhuk! Uhuk!" Joe terbatuk-batuk karena merasa lehernya tercekat dan sakit. Dadanya juga ikut naik turun karena menghirup oksigen yang sempat terhenti.


"Minum dulu, A." Syifa menyodorkan segelas air putih, juga membantu Joe untuk menenggaknya.

__ADS_1


"Bapak ini apa-apaan, sih? Kenapa Bapak menyakiti anak sendiri?" tanya Abi yang baru saja datang bersama kedua orang satpam di belakangnya. Dia sempat dengar keributan dan diberitahu oleh salah satu tamunya.


"Anak sendiri apanya?" Papi Paul melotot. Rupanya dia belum sadar juga, kalau pria kribo itu adalah anaknya.


"Ya Pak Joe 'kan anak Bapak." Abi menggerakkan dagunya ke arah Joe.


"Papi apa-apaan sih, Pi? Kok datang tiba-tiba nonjok dan cekik aku?" Dengan suara yang masih tersendat-sendat, Joe berusaha untuk bertanya.


"Apa-apaan kau ini? Jangan memanggilku Papi! Kau bukan anakku!" berang Papi Paul marah. Kedua kakinya sudah menendang-nendang, tapi sayangnya tidak dapat mengenai tubuh Joe. Karena jarak yang dipisahkan oleh beberapa tamu itu cukup jauh.


"Papi nggak boleh ngomong kayak gitu," tegur Syifa yang sudah mengelus kedua pipi suaminya. "Aa Joe itu anak Papi. Apa kesalahannya, sampai Papi berbuat kayak gitu? Apalagi diacara orang begini?"


"Kau gila apa gimana, sih, Fa? Masa kau menyebut pria kribo itu Joe? Jelas dia bukan Joe!" semburnya.


"Dia memang Aa Joe, Pi!" tegas Syifa.


"Aku Joe, Pi!" timpal Joe.


"Kau bukan Joe!" tekan Papi Paul dengan nada membentak. "Berhenti untuk mengaku-ngaku! Karena aku nggak pernah punya anak berambut kribo!!"


...Tarik aja, Pi, rambutnya 🤣...

__ADS_1


__ADS_2