Ketulusan Cinta JONATHAN

Ketulusan Cinta JONATHAN
28. Orang yang tepat untukku


__ADS_3

"Pakaian hanboknya pendek nggak, Bu? Kalau tertutup dan bisa buat dipakai dengan hijab, menurut saya sih nggak masalah." Yang menjawab Umi Maryam.


"Bisa kok, Bu. Syifa juga pasti akan terlihat sangat cantik," sahut Mami Yeri sambil menganggukkan kepalanya, kemudian membuka tas yang berada di atas pangkuannya untuk mengambil ponsel. Dia akan menunjukkan sebuah foto-foto hanbok kepada besan. "Seperti ini, Bu, pakaian hanbok," tambahnya memperlihatkan.


Umi Maryam langsung memerhatikan, dan Abi Hamdan pun juga ikut.


"Bagus juga, boleh, Bu." Umi Maryam mengangguk tanda setuju.


***


"Selamat pagi menjelang siang, Mommy," kata Robert yang melangkah mendekat pada makam berbatu nisan salib. Itu makamnya Sonya, dia datang ingin mengirim doa dan mengenalkan Syifa padanya.


Meskipun memang Sonya sudah tiada, tapi bocah itu selalu menganggapnya masih hidup dan tentu akan selalu ada di dalam hatinya.


Tangan kanan Robert menggenggam tangan Syifa, juga menariknya sedikit supaya ikut berjalan bersamanya.

__ADS_1


Joe berada di belakang mereka, dengan memegang payung. Sebab hari sudah menjelang siang dan begitu panas, takutnya Syifa merasa pusing.


"Apa kabarmu, Sayang?" tanya Joe. Dia langsung berjongkok ketika Robert dan Syifa berjongkok lebih dulu.


"Kok Aa tanya kabarku? Memangnya nggak terlihat aku sehat?" Syifa menoleh ke arah Joe. Dia tampak bingung. Padahal, yang Joe tanyakan adalah kabar Sonya, bukan dirinya.


"Maaf, tapi aku tanya Sonya, Yang." Joe tersenyum dan menggerakkan dagunya ke arah batu nisan. Manik matanya juga sejak tadi mengarah ke sana.


"Oh ...." Syifa kembali menatap ke arah depan. Dan entah mengapa, dadanya seketika terasa sakit, mendengar Joe yang memanggil Sayang kepada perempuan lain, selain dirinya. Padahal dia juga tentu tahu—Sonya adalah istri pertama Joe dan dia sudah meninggal dunia. 'Aku kira, Aa Joe tanya padaku. Ternyata pada istri pertamanya,' batinnya dengan sedih.


"Mommy ... tebak Robert bawa siapa?" Robert berbicara dengan kuburan Sonya, lalu menarik tangan Syifa dan meletakkan telapak tangannya di atas tanah makam tersebut. "Ini Mommy barunya Robert, Mom. Namanya Syifa Sonjaya. Dia sangat cantik dan mirip sama Mommy, kan?" Robert menatap Syifa dengan wajah berseri, lalu menangkup kedua pipinya. "Ayok Mom, kenalan sama Mommy Sonya."


"Pasti ... Sonya dialam sana senang berkenalan denganmu, Yang," ucap Joe. Dia pun mengelus puncak kerudung pashmina Syifa dengan lembut.


"Masa, sih, A? Apa dia nggak cemburu ... suaminya menikah lagi?" tanya Syifa pelan.

__ADS_1


"Nggaklah, Sonya nggak mungkin cemburu. Dia tau, bahwa kamu adalah orang yang tepat untukku dan mampu menyayangi Robert."


'Masa, sih, aku orang yang tepat untuk A Jonathan?' Syifa menoleh ke arah Joe, lalu menatap bola matanya dengan lekat. Pria itu tampak tersenyum dengan sangat tulus memandangi makam mendiang istrinya. 'Tapi, apa Aa masih mencintai almarhum istrinya?'


"Sayang, Robert ...." Tangan Joe terulur ke pundak kanan anaknya. Dan bocah itu langsung menoleh. "Kita kirim do'a dulu untuk Mommy Sonya, sebelum menaburi bunga dan menyiram air mawar. Tapi ingat ... kamu do'anya harus kepada Allah, karena sekarang Tuhan kita adalah dia."


"Iya, Dad." Robert mengangguk. Kemudian memanjatkan do'a dengan kedua telapak tangan yang terbuka diudara. Joe dan Syifa pun melakukan hal yang sama.


'Ya Allah, tolong beritahu Tuhan Yesus ... untuk memberikan Mommy Sonya tempat yang paling indah di sana. Berikan kebahagiaan untuknya, dan sampaikan juga padanya kalau Robert sangat menyayanginya hingga akhir hayat,' batin Robert. Sengaja dia membawa nama Tuhan Yesus, karena Sonya memang beragama Kristen. 'Walaupun Robert dan Daddy sudah memiliki Mommy Syifa ... tapi Mommy akan selalu ada di hati Robert dan Daddy. Mommy nggak perlu merasa sedih dan khawatir, ya? Amin ....'


'Ya Allah, aku tahu ... engkau adalah Tuhan semesta alam. Walaupun Sonya bukan umatmu, tolong maafkan segala dosa-dosanya. Berikan dia tempat yang paling indah disana, juga berikan selalu kebahagiaan. Amin ...,' batin Joe, lalu mengusap pelan wajahnya.


'Ampuni segala dosa-dosanya Mbak Sonya ya, Allah. Tolong berikan dia kebahagiaan, dan minta dia untuk mengikhlaskan suaminya yang telah menikah denganku. Amin ... Amin ya, Robalalamin.' Syifa mengusap wajahnya, mengakhiri do'a.


"Kita taburi bunga di atasnya," ucap Joe yang berdiri sambil memegang keranjang bunga.

__ADS_1


Syifa dan Robert pun ikut berdiri, lalu mereka bertiga bersama-sama menaburi bunga dan air mawar di atas makam tersebut.


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2