
Waktu pun bergulir, beberapa warga yang mendapat kupon langsung menyerbu lapangan untuk mengambil daging kurban unta.
Sebelum disembelih, keenam unta-unta sudah dicek kesehatannya. Mengingat dengan kejadian hewan yang keracunan.
Dan hasilnya ternyata sama sekali tak terkandung sisa racun di dalam tubuh dari masing-masing. Tampaknya, keenam unta itu sama sekali tak minum air racun. Mungkin itu juga sebabnya, mereka terlihat sehat walafiat.
Hewan kurban yang mati dan digantikan oleh Joe ikut dikurbankan juga. Tapi paling menyusul besok, karena tidak bisa Sandi membelinya secara dadakan.
Beberapa warga akan mendapatkannya lagi, jadi double. Tapi mungkin ada sebagian yang akan disumbangkan ke tempat lain, yang tidak kebagian daging kurban.
"Alhamdulillah ... tahun ini diRT kita nggak kekurangan daging ya, Pak, malah kelebihan dan bisa disumbangkan," ucap Ustad Yunus yang tengah membolak-balikkan sate unta di atas seng besi.
Dia, Pak RT, Sandi, Abi Hamdan, Joe dan beberapa warga di sana tengah membakar sate bersama di depan rumah Abi Hamdan. Mereka berencana makan malam bersama dengan sate unta.
Dan setiap tahunnya memang begitu, hanya saja sekarang ada Joe dan Robert yang menjadi anggota baru, sekaligus warga baru di sana.
"Iya, Tad, alhamdulillah. Ini berkat Pak Joe." Pak RT tersenyum sambil melirik Joe yang sibuk menusuk beberapa daging unta pada tusukkan sate, dibantu oleh Sandi dan Abi Hamdan.
Sepertinya ucapannya itu tak terdengar ditelinga Joe, sebab pria itu sendiri tak merespon apa-apa. Dia juga sibuk bercanda dengan Sandi dan mertuanya.
Sementara itu di dalam dapur rumah Abi Hamdan, sudah ada Syifa, Umi Maryam, Bu RT dan Ibu-ibu yang lain yang tengah masak bumbu tambahan sate dan lauk tambahan.
Syifa sendiri memang tak bisa masak, tapi dia ikut bantu-bantu juga. Apalagi saat bertanya kepada anak sambungnya tentang daging unta, dia mengatakan jika ingin dibuat sate. Jadi Syifa makin semangat untuk membantu.
"Oh ya, Fa, apa kamu diKB?" tanya Bu Nining yang tengah mengulek sambel terasi. Dia menatap Syifa yang mengaduk nasi yang baru saja matang pada rice cooker.
"Enggak, Bu." Syifa menggelengkan kepalanya.
"Apa udah ada tanda-tanda kamu hamil? Eh, apa si Jojon pengen nunda dulu?"
"Enggak sih, Bu."
__ADS_1
"Enggak apanya?" Bu Nining kembali bertanya.
"Maksudnya, nggak nunda kehamilan. Terus, aku sendiri nggak tau ciri-ciri orang hamil itu kayak gimana," jelas Syifa.
"Mual, muntah, sakit kepala, kayak gitu, Fa."
"Tapi nggak semua wanita mual dan muntah saat hamil, Bu." Bu RT menimpali. Dia tengah berkutat dengan wajan, di samping Umi Maryam yang juga sedang sibuk dengan masakannya.
"Iya, sih, Bu RT. Tapi 'kan kebanyakan begitu," sahut Bu Nining.
"Coba periksa ke dokter kandungan, Fa, barangkali kamu udah isi," saran Bu Sulis.
"Iya, Bu. Nanti aku bicarakan kepada Aa." Syifa mengangguk sambil tersenyum.
Semuanya terlihat sibuk, tapi hanya Robert dan Baim saja yang tidak. Sejujurnya mereka ingin ikutan membantu untuk membakar sate, tapi sayangnya Joe dan Abi Hamdan melarang. Karena mereka takut kedua bocah itu terkena luka bakar.
Jadilah sekarang Robert dan Baim hanya bisa memerhatikan orang-orang yang membakar sate, sambil duduk di teras rumah dan minum es coklat.
"Kurban." Baim mengangguk. "Kurban sapi tapi, Rob. Cuma aku setiap tahunnya nggak pernah makan daging kurbannya."
"Lho, kenapa? Memangnya haram?" tanya Robert bingung.
"Bukan haram, cuma Papaku niatnya memang untuk dikasih semuanya ke warga. Jadi kami sekeluarga nggak memakannya."
"Oh gitu. Ya sudah, sekarang kamu makan hewan kurban dariku saja. Oh ya, untanya asli dari Arab lho, Im. Daddy belinya langsung dari Arab."
"Hebat. Bisa ngaji dong unta-untanya."
"Tapi unta 'kan nggak bisa ngomong, Im. Mana bisa dia ngaji," kekeh Robert.
"Iya, ya?" Baim ikut terkikik. "Oh ya, kamu sendiri sudah bisa ngaji nggak? Terus ... belajar ngaji nggak, di sini, Rob?"
__ADS_1
"Belajar. Tapi baru iqro 1 dan itu pun belum lancar. Oh ya, tentang nama-nama Nabi itu jadi siapa saja namanya? Aku masih penasaran."
"Totalnya ada 25. Nama-namanya Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Luth, Nabi Ya'qub, Nabi Yusuf, Nabi Syu'aib, Nabi Ayyub, Nabi Dzulkifli, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa, Nabi Yunus, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, Nabi Muhammad," jawab Baim panjang lebar, sambil menggerakkan jari-jari pada tangan kecilnya.
"Wih ... banyak ternyata, dan hebat banget kamu bisa hafal semuanya, Im." Robert menatap kagum temannya sambil bertepuk tangan.
Baim mengangguk dengan senyuman dibibir. "Iya. Aku 'kan sering ngaji, jadi disuruh menghafal. Kamu juga harus menghafalnya, Rob. Kalau kamu udah masuk Islam 'kan pasti pelajaran agamanya akan diganti jadi Islam di sekolah."
"Iya juga ya, Im." Robert menganggukkan kepalanya. Dia pun lantas turun dari kursi plastik yang diduduki, kemudian melangkah menghampiri Joe.
Baim yang terlihat bingung dan penasaran kepada Robert akhirnya mengikutinya.
"Dad ... boleh nggak sih, Robert ganti nama?" tanya Robert dengan polosnya.
"Ngapain ganti nama?" Joe mengangkat wajahnya, lalu menatap heran anaknya. "Memangnya ada yang salah dengan namamu?"
Robert menggeleng samar. "Nggak ada yang salah, sih, cuma Robert kepengen namanya ganti aja, Dad."
"Nggak usah deh, Rob. Nama Robert udah bagus itu." Joe tampak tak setuju, dia menggelengkan kepalanya.
"Tapi Robert kepengen namanya seperti nama Nabi, Dad. Baim saja namanya nama Nabi," rengeknya.
"Perasaan nggak ada, nama Nabi bernama Baim, Rob." Abi Hamdan menimpali, sambil menatap sang cucu dan Baim di sampingnya.
"Baim hanya nama panggilan, Opa," sahut Baim. "Nama panjangku Ibrahim Assegaf."
"Oh ... bagus sekali namamu, Nak."
"Terima kasih, Opa. Papaku yang kasih nama." Baim tersenyum dengan wajah merona.
"Tuh, Dad, Papanya Baim saja ngasih nama anaknya nama Nabi. Kok Daddy pas Robert lahir nggak kasih nama Nabi?" tanya Robert dengan wajah kesal. "Harusnya, kasih namanya nama Nabi dong, Dad. Kata Mommy Syifa juga ... Nabi itu adalah orang-orang pilihan dari Allah karena kesolehannya. Dan Robert juga kepengen jadi orang soleh."
__ADS_1
...Lha, kan Daddymu baru kemarin masuk Islam bocil ๐...