Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu
Petting Zoo


__ADS_3

Keesokan harinya, Tama mengajak Anaya dan Citra jalan-jalan ke Petting Zoo yang ada di kawasan Lembang. Petting Zoo sendiri adalah kebun binatang yang dikhususkan untuk anak-anak, memiliki fitur kombinasi hewan domestik dan spesies liar yang cukup jinak untuk disentuh dan diberi makan. Untuk memastikan kesehatan hewan, makanan disediakan oleh kebun binatang, baik dari mesin penjual atau kios terdekat.


Tama memilih mengajak istri dan anaknya ke kebun binatang setelah sarapan, untuk mengantisipasi hari yang panas atau hujan yang bisa turun dengan tiba-tiba di Lembang.


"Ada yang perlu dibantuin Ay?" tanya Tama yang kala itu sedang menggendong Citra, sementara Anaya mempersiapkan tasnya.


"Apa ya Mas ... ini tas perangnya Citra udah mulai dari diapers, baju ganti, tissue basah dan kering, minyak telon, dan lain-lain sudah. Tas yang ransel ini milik kamu ada kamera sampai dompet, aku tambahkan air minum juga nanti kalau sewaktu-waktu haus," balas Anaya.


"Tas kamu, Sayang ... untuk pumpingnya?" tanya Tama.


"Enggak usah, Mas ... nanti Citra bisa ng-ASI langsung. Oh, aku bawa kain saja untuk menutupi area dada," balasnya.


Tama pun menganggukkan kepalanya, "Iya ... yang perlu dibawa ya dibawa saja Sayang. Ngajak baby saja peralatannya banyak banget yah," ucapnya.


Anaya pun terkekeh dibuatnya, "Ya, punya baby seperti ini Mas. Setiap kali bepergian, kalau mau pindahan. Cuma ya enggak apa-apa, dijalani saja," balasnya.


"Benar Sayang ... nanti Citra pake stroller atau di hipseat saja Sayang?" tanya Tama kepada istrinya itu.


"Senyaman kamu saja Mas ... kalau pakai stroller enggak apa-apa, digendong hipseat juga enggak apa-apa. Nanti gantian aja gendongnya," balas Anaya.


"Citra beruntung banget punya Mama kayak kamu. Selalu berada di garda terdepan untuk Citra," balas Tama.


Setelah memastikan bahwa semua barang mereka tidak ada yang tertinggal, Tama menyerahkan Citra ke dalam gendongan Anaya. Sementara si Papa tampak menggendong ransel dan menjinjing tas baby yang berisi semua keperluan Citra. Sementara untuk stroller dan hipseat semuanya sudah tersedia di dalam mobil. Ketiganya kini meninggalkan hotel dan menuju ke Petting Zoo.


"Adem ya tinggal di Lembang. Rasanya aku pengen deh punya rumah yang adem gini, banyak pohon-pohonnya," gumam Anaya dengan mengamati panorama yang tersaji di sepanjang jalan.

__ADS_1


"Ya, nanti di rumah kita yang baru bisa ditanami tumbuh-tumbuhan Sayang. Kalau akhir pekan nanti aku yang nanamin," balasnya.


"Iya, nanti ya Mas ... bikin mini garden di rumah gitu, seru kali yah. Bisa untuk relaksasi," balas Anaya.


"Iya, boleh saja. Kalau kamu jenuh di dalam rumah, dan bisa ngadem dulu sebentar. Enggak apa-apa. Dibawa rileks saja," balas Tama.


"Uhm, cuma aku yang kuliah itu jadinya lanjut itu Mas ... gimana?" ucap Anaya kali ini.


Tama pun tampak membelalakkan matanya, tidak menyangka bahwa istrinya itu tetap melanjutkan untuk mengambil kuliah S2. Tama pikir dengan batal pergi ke Amerika, batal juga Anaya untuk kuliah.


"Jadi, kamu mau ke Amerika dan meninggalkan aku dan Citra?" tanya Tama.


Dengan cepat Anaya menggelengkan kepalanya, "Enggak ... aku kuliah di Jakarta. Kuliah akhir pekan, aku pengen kuliah lagi deh, Mas. Diizinin enggak?" tanya Anaya.


Kali ini agaknya Tama harus memikirkan skala prioritas. Bagaimana istrinya itu memiliki kehidupan pribadi yang ingin Anaya gapai. Menghalangi istrinya itu untuk kuliah lagi tentu juga tidak elok rasanya.


"Ya sudah, nanti aku daftar S2 dulu. Cuma aku enggak jadi ambil IT deh, aku pengen ambil Pendidikan Anak Usia Dini saja. Rasanya semakin ke sini kok aku jadi tambah seneng sama anak-anak," balasnya.


"Dipikirkan dulu matang-matang Sayang. Kalau sudah tahu apa yang kamu inginkan, bilang aku ... nanti kuliah dengan uangku, jangan minta Ayah. Kamu sekarang punya suami, jadi aku akan mengurus semuanya," balas Tama.


"Bukan begitu, aku udah dapat beasiswa. Beasiswa sudah ditangan, tinggal cari kampusnya saja," aku Anaya.


Tama kemudian menatap istrinya itu, "Kapan daftarnya?" tanya Tama.


"Nanti aja ceritanya deh ... sekarang liburan dulu. Kasihan Citra enggak paham dengan pembicaraan kita," balas Anaya kemudian.

__ADS_1


Tama menganggukkan kepalanya, dan terus melajukan mobilnya menuju petting zoo yang berada di area Lembang. Begitu sampai, Tama segera membeli tiket masuk untuk tiga orang, kemudian Tama memilih untuk menggendong Citra dengan menggunakan hipseat.


"Ranselnya biar aku yang gendong Mas ... sini, kamu kan sudah gendong Citra. Jadi, biar aku saja yang bawa," balas Anaya.


Mulailah mereka memasuki Petting Zoo itu. Kali pertama Citra melihat hewan-hewan yang jinak di kebun binatang itu.


"Lihat ini Nak ... ini namanya kambing. Coba gimana bunyi suara kambing ... mbek ... mbek," ucap Tama yang mencoba menjelaskan dan sekaligus menstimulasi sensorik anak.


"Mbeek ... mbe," balas Citra dengan begitu lucu.


"Iya ... suara kambing itu mbek ... mbek ...."


Setelahnya, mereka melihat kelinci. Hewa lucu bertelinga panjang itu agaknya menarik perhatian Citra, hingga Citra tertawa dan bertepuk tangan kala melihat kelinci. Giliran Anaya yang mengajak bicara Citra.


"Nah, kalau ini namanya Kelinci ... lihat tuh Sayang, kelincinya berbulu putih dan ada yang berbulu cokelat. Kelinci sukanya makan wortel. Gimana lagunya Kelinci yang sering Mama nyanyikan untuk Citra ... lompat kelinci melompat-lompat."


Mendengar Mama Anaya yang bernyanyi Citra segera tertawa dan bertepuk tangan. Setelahnya Citra mulai menunjuk-nunjuk kelinci itu.


"Apa ... apa?" tanya Citra.


"Itu namanya hewan Ke ... lin ... ci. Kelinci," jawab Anaya.


Berbagai satwa mereka lihat di sana ada domba, kelinci, ayam, itik, aneka unggas, dan berbagai hewan jinak lainnya. Sungguh menyenangkan karena mereka berlibur memang bukan untuk sekadar berbulan madu, tetapi juga untuk membahagiakan Citra. Tama dan Anaya pun juga mengambil beberapa foto dengan burung Nuri dan juga memotret Citra dengan berbagai posenya dalam gendongan Tama.


"Hatiku senang ... hatiku riang ... diajak pergi ke kebun bintang ... lihat hewan-hewan di dalam kandang. Yang ini apa namanya?"

__ADS_1


Lagi Anaya menyanyikan lagu anak-anak kesukaan Citra, dan si kecil itu tertawa dan bertepuk tangan. Tama yang melihat Anaya dan Citra pun turut tertawa. Hati keibuan dan seorang Ibu yang mau menstimulasi tumbuh kembang Citra seperti ini yang begitu memukau di mata Tama. Tanpa kasih sayang dan juga stimulasi baik secara motorik dan sensorik, Citra tidak akan tumbuh sebaik ini. Untuk itulah, Tama merasa beruntung dan berterima kasih kepada Anaya. Tama melihat sendiri Anaya yang mengasuh Citra dengan sangat baik. Anaya yang turut bernyanyi bahkan menghafal lagu anak-anak supaya Citra juga berkembang secara sensorik. Mendapatkan pasangan tepat adalah kebahagiaan untuk Tama, dan Tama yakin Citra juga bahagia karena mendapatkan Mama yang tepat di dalam diri Anaya.


__ADS_2